Rabu, 27 Mei 2026

Pelukan Hangat Tommy Anggota DPRD Labuhanbatu Basuh Air Mata Korban Kebakaran Talsim

P. Silalahi - Selasa, 26 Mei 2026 18:44 WIB
Pelukan Hangat Tommy Anggota DPRD Labuhanbatu Basuh Air Mata Korban Kebakaran Talsim
Habibi
Tommy (Baju Hitam), Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDI Perjuangan saat Berkunjung ke Rumah Warga Kebakaran di Talsim

POSMETRO MEDAN-Labuhanbatu – Pandangan M Nuh (70) sempat mendadak gelap. Dunia seolah runtuh saat ia menyaksikan rumah idaman tempatnya bernaung di Lingkungan Tahalak Simin (Talsim), Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, telah berubah menjadi puing-puing hitam yang berasap.

Minggu pagi (24/5/2026) itu sejatinya berjalan seperti biasa. M Nuh menarik becak bermotornya demi mencari sewa, sementara sang istri, Farida Hanum (53), bersama anak dan menantunya juga sudah berangkat kerja. Namun, sebuah panggilan telepon dari tetangga memecah ketenangan. Kabar buruk itu nyata, rumahnya diamuk si jago merah.

Baca Juga:

Saat M Nuh tiba, api sudah berkobar hebat. Harapan dan tabungan puluhan juta rupiah yang dikumpulkannya dengan peluh, ludes tak bersisa dalam sekejap.

Di tengah tatapan kosong dan duka mendalam keluarga M Nuh, secercah kepedulian hadir pada Senin (25/5/2026). Tommy, anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDI Perjuangan, datang melangkah di antara puing-puing sisa kebakaran.

Baca Juga:

Melihat unggahan musibah tersebut di media sosial, jiwa sosial legislator muda berlatar belakang etnis Tionghoa ini langsung terpanggil. Ia tidak sekadar datang untuk melihat, melainkan untuk hadir seutuhnya sebagai sesama manusia.

Mendengar cerita M Nuh yang terpaksa menumpang di rumah tetangga karena pakaian di badan saja yang tersisa, Tommy langsung mengambil tindakan nyata. Bukan hanya sembako dan tali asih yang ia serahkan, tetapi sebuah kepastian tempat tinggal. Tommy langsung mencarikan dan membayar sewa rumah kontrakan untuk keluarga M Nuh selama enam bulan ke depan.

"Tadi pengakuan mereka menumpang di rumah tetangga. Makanya, kita carikan kontrakan, paling tidak untuk enam bulan ke depan. Kalau rumahnya belum terbangun, kita perpanjang," ujar Pria Berkulit Sawo Matang itu lembut di sela-sela meninjau lokasi.

Suasana haru membuncah di lokasi. Saat M Nuh tak kuasa menahan isak tangisnya menceritakan seluruh harta bendanya yang ludes, Tommy spontan merengkuh tubuh pria paruh baya itu. Pelukan hangat seorang wakil rakyat itu menjadi obat penawar duka yang meruntuhkan sekat pembatas.

Sembari menepuk pundak M Nuh, Tommy menguatkan hati sang penarik becak beserta istri dan menantunya agar tidak terus-menerus dirundung kesedihan.

"Tak perlu terus dirundung, semua ada hikmahnya. Terpenting, perkuat iman dan yakin ada hal baik ke depannya. Tadi saya sudah minta rekan agar memperhatikan kebutuhan Pak M Nuh, paling tidak yang penting dulu kita cukupi," ucap Tommy.

Mendapat kebaikan yang tak disangka-sangka, M Nuh sempat kelu. Air matanya menetes, bukan lagi karena meratapi rumahnya yang terbakar, melainkan karena rasa syukur yang membuncah atas ketulusan hati sang anggota dewan.

"Saya ucapkan terimakasih. Doaku mudah-mudahan pak Tommy nya murah rezekinya, sehat-sehat," tutur M Nuh dengan suara bergetar.

Sebelumnya, Kasi Pengawasan dan Pencegahan Damkar Labuhanbatu, Iwan Syahputra Lubis, menjelaskan secara detail mengenai kronologi teknis peristiwa tersebut. Kebakaran hebat melanda sebuah rumah semi permanen milik M. Nuh Siagian (70) yang terletak di Jalan Talak Simin (Talsim), Gang Babusalam, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 08.40 WIB.

​Amukan api yang begitu cepat tidak hanya menghanguskan struktur utama bangunan rumah, melainkan juga melumat habis dua unit sepeda motor yang berada di dalamnya. Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, total kerugian materiil akibat bencana kebakaran ini ditaksir mencapai angka Rp200 juta hingga Rp300 juta.

​Di sisi lain, potret respons birokrasi pemerintahan setempat tampak kontras dengan aksi gerak cepat yang ditunjukkan oleh sang legislator. Hingga Selasa (26/5/2026), bantuan resmi dari pihak pemerintah daerah setempat dilaporkan belum kunjung diterima oleh korban dan dinilai masih tertahan dalam proses administratif penanganan bencana.

​Menanggapi keterlambatan tersebut, Kepala Kelurahan Sirandorung, M. Rizal Rambe, memberikan klarifikasi teknis. Pihaknya mengklaim telah mengambil langkah prosedural dengan melaporkan peristiwa kebakaran ini kepada tingkat struktural yang lebih tinggi guna pengajuan bantuan sosial.

​"Sudah dibuat surat laporannya ke Camat. Sekarang posisinya tinggal menunggu proses lah. Ke pihak Dinas Sosial (Dinsos) pun sudah kami sampaikan secara langsung untuk pendataan bantuan," jelas Lurah Sirandorung saat dikonfirmasi media pada Selasa (26/5/2026). (HBB)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
LAN Labura Apresiasi Polres Labuhan Batu Gelar Ops Antik Toba 2026
Balap Liar Brutal di Tengku Amir Hamzah Kawasan Pendidikan, Nyawa Warga Terancam Setiap Sore
Kecamatan Rantau Selatan Raih Juara Umum
Diduga Kojek Masih Bebas Kendalikan Peredaran Sabu di Ajamu
Polres Labusel Gagalkan Transaksi Sabu
Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Sabu Antarwilayah
komentar
beritaTerbaru