Minggu, 29 Maret 2026

Wah! TNI AL Tangkap Kapal Bawa 1,9 Ton Narkoba di Perairan Kepri, Ada Sabu dan Kokain

Indrawan - Minggu, 18 Mei 2025 09:31 WIB
Wah! TNI AL Tangkap Kapal Bawa 1,9 Ton Narkoba di Perairan Kepri, Ada Sabu dan Kokain
Tangkapan layar video kru kapal mengeluarkan barang bukti narkotika seberat 1,9 ton dari dalam tubuh kapal. (istimewa)

POSMETRO MEDAN, Batam - TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menangkap sebuah kapal ikan asing yang mengangkut 1,9 ton narkotika. Informasi ini dibenarkan oleh Lantamal IV Batam.





"Benar ada pengungkapan (narkoba) hampir 2 ton," kata Kadispenal Lantamal IV Batam, Mayor Laut (P) Rio Nugraha, Jumat (16/5/2025) dilansir detikcom.





Rio menyebutkan bahwa narkoba yang diamankan terdiri dari dua jenis, yaitu sabu dan kokain. Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga mengamankan lima orang warga negara asing (WNA).

Baca Juga:




"Narkotika jenis sabu dan kokain. Yang diamankan ada lima WNA," ujarnya.





Dari total 1,95 ton narkoba yang diamankan, diketahui bahwa hampir 1,2 ton merupakan kokain, sementara sisanya sebanyak 700 kilogram adalah sabu.

Baca Juga:




"Kokain sebanyak 1.200 kg, sisanya 700 kilogram sabu. Jadi total 1,95 ton narkoba. Nanti lengkapnya akan disampaikan oleh Pangkoarmada ya," tambahnya.





Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan kapal pengangkut narkoba tersebut dilakukan TNI AL di Perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu (13/5/2025).





Lepaskan Tembakan





Aksi kejar-kejaran antara TNI AL dan penyelundup narkoba di Perairan karimun Berjalan Dramatis.





Beberapa kali petugas dari tim F1QR melakukan tembakan peringatan ke udara, namun kapal tetap tidak berhenti. Mereka lamah berupaya melawan dengan mematikan lampu dan melajukan kapal dengan kecepatan tinggi.





Saling kejar terus dilakukan hingga akhirnya kapal berbendera Thailand tersebut bisa dihentikan kemudian dilakukan pemeriksaan.





Kapal ikan berbendera Thailand yang membawa 1,9 ton narkoba berhasil dihentikan TNI AL setelah pengejaran dramatis di Perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.





Hal ini bermula saat Tim F1QR Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) mendeteksi adanya kapal asing dari arah utara menuju selatan, pada Selasa (13/5/2025) malam sekira pukul 22.45 WIB.





Saat hendak mendekati kapal petugas langsung memberikan peringatan menggunakan lampu sorot.





Namun kapal tidak merespons, sehingga petugas menembakkan peringatan ke udara sebanyak tiga kali.





Lalu, sekira pukul 23.50 WIB, kapal asing itu justru mematikan lampu dan mempercepat laju.





Tim F1QR kemudian melakukan pengejaran dan mengeluarkan delapan tembakan peringatan ke udara dan ke haluan kapal.





Pengejaran berakhir pukul 00.30 WIB pada Rabu (14/5/2025) dini hari, saat kapal akhirnya berhenti. Pemeriksaan di lokasi menemukan lima orang di atas kapal.





Satu diantaranya merupakan nahkoda asal Thailand berinisial KS (53), dan empat ABK asal Myanmar berinisial UTT (65), AKO (41), KL (39), dan S (30).





Saat digeledah, petugas menemukan 95 karung mencurigakan yang disembunyikan di bagian pangkal kapal.





"Barang bukti narkotika kita temukan di dalam pangkal kapal," ujar Pangkoarmada I, Laksamana Madya TNI Fauzi, pada Jumat (16/5/2025).





Barang tersebut terdiri dari 35 karung kuning berisi 700 bungkus teh China hijau yang diduga sabu seberat 705 kg.





Ditambah 60 karung putih berisi 1.200 bungkus teh China merah yang diduga kokain dengan berat 1.200 kg. Total keseluruhan mencapai 1.905 kg atau 1,9 ton. (wan/bbs)


Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Takut Ketahuan Orangtua Saat Mudik Lebaran
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah
Toko Serba Ada Bertenaga Robot Muncul di China, Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah
Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urine dan Razia Kamar WBP
Melalui Medan Untuk Semua, Walikota Medan Buka Peluang Emas Investor India Masuk
komentar
beritaTerbaru