Selasa, 19 Mei 2026

Pemerintah dan Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 2025 Jatuh pada 6 Juni

Faliruddin Lubis - Rabu, 28 Mei 2025 09:27 WIB
Pemerintah dan Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 2025 Jatuh pada 6 Juni
Grafis. (Twitter Bimas Islam, Kemenag @BimasIslam)

POSMETRO MEDAN, Jakarta– Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.





Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1446 H akan diperingati pada Jumat, 6 Juni 2025.





Penetapan tersebut diumumkan dalam Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/5/2025). Sidang ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Baca Juga:




"Disepakati bahwa 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025, dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025," ujar Menag dalam konferensi pers usai sidang.





Keputusan ini didasarkan pada hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) yang dilakukan di 114 titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Baca Juga:




Rukyatul hilal dilakukan sesuai dengan kriteria baru dari MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.





Jika hilal terlihat sesuai kriteria tersebut, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan hijriah. Namun jika tidak terlihat, maka bulan sebelumnya, yakni Dzulqaidah, digenapkan menjadi 30 hari.





Sidang Isbat terdiri dari tiga tahap utama, yakni pemaparan data hisab oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag, pengamatan hilal langsung oleh para ahli di lapangan, dan sidang tertutup yang melibatkan perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, hingga Komisi VIII DPR RI. Sidang diakhiri dengan konferensi pers resmi untuk mengumumkan hasilnya.





Menariknya, penetapan Idul Adha oleh Kemenag tahun ini selaras dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Organisasi Islam tersebut juga menetapkan 10 Zulhijah 1446 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.





Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu metode penentuan awal bulan hijriah ketika hilal sudah berada di atas ufuk meskipun belum terlihat.





Penetapan ini dituangkan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.





Dengan keselarasan penetapan ini, masyarakat Indonesia diharapkan dapat merayakan Iduladha dengan lebih serentak dan khidmat.(bbs)


Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Massa Alam Aksi Sampaikan Temuan BPK Terhadap Penggunaan Anggaran PT PSU Saat  Aksi di Depan Kejati Sumut
Pria di Tanjung Morawa  Jual dan  Tanam 40 Batang Pohon Ganja Setinggi 2 Meter.. Ya Kena Ciduk!
Polres Tapteng Kembalikan 3 Unit Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Curanmor ke Pemilik
Penertiban Aset Jadi Kunci PAD, Rico Waas Tegaskan Aset Daerah Harus Produktif Dan Transparan
Empat Putra-Putri Terbaik Deli Serdang Ikuti Seleksi Paskibraka Sumut
Dongkrak Ekonomi Keluarga Akseptor, Pemko Medan Gelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok UPPKA
komentar
beritaTerbaru