Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mendadak Dicopot
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta- Konten prank bernuansa asusila kembali ramai dibahas di media sosial khususnya di platform X (dulu Twitter), setelah sejumlah video yang dianggap melanggar norma beredar luas dengan berbagai durasi.
Konten tersebut memicu kehebohan di kalangan warganet karena dinilai dibuat hanya demi menarik perhatian dan meningkatkan jumlah penonton.
Fenomena perburuan tautan (link) video 'Pemersatu Bangsa' ini memuat kata kunci "Prank Handuk Lepas" mendadak menjadi trending dan memancing rasa penasaran warganet untuk mencari link video yang diklaim viral.
Baca Juga:
Berdasarkan penelusuran di X, video Prank Handuk Lepasviral dengan durasi 1.01 menit. Terlihat seorang perempuan muda dari dalam kamar diduga apartemen menerima pesanan makanan dari kurir hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi bagian sensitifnya.
Saat pesanan makanan diserahkan ke tangan si perempuan, kurir seketika terkejut karena tiba-tiba handuk si perempuan melorot. Tak ayal, seluruh aurat si perempuan terpampang jelas di depan mata sang kurir.
Baca Juga:
Bukannya merasa malu karena bagian sensitifnya terumbar gara-gara handuk melorot, si perempuan justru tertawa geli sambil menutup pintu kamarnya.
Konten tak senonoh ini adalah prank. Sang kreator yang tak lain adalah si perempuan itu sendiri secara sengaja membuat candaan atau skenario yang mengarah pada tindakan tidak pantas di ruang publik.
Meski diklaim sebagai hiburan, banyak pengguna media sosial menilai konten seperti itu berpotensi memberi pengaruh buruk, terutama bagi anak dan remaja.
Pengamat media digital menilai fenomena ini dipicu persaingan ketat di media sosial. Sebagian kreator disebut sengaja membuat konten sensasional agar mudah masuk tren dan mendapatkan engagement tinggi.
"Konten kontroversial biasanya cepat menyebar karena memancing reaksi publik. Tapi kreator juga harus memahami batas etika dan dampaknya," ujar seorang pengamat media sosial.
Selain menuai kecaman, sejumlah akun pembuat kontenprank asusila juga terancam sanksi platform apabila terbukti melanggar pedoman komunitas. Beberapa platform digital diketahui memiliki aturan ketat terkait konten yang mengandung unsur seksual, pelecehan, maupun eksploitasi.
Namun di balik ramainya pencarian tersebut, pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan yang beredar di media sosial.
Banyak link viral justru digunakan sebagai jebakan phishing, pencurian data pribadi, hingga penyebaran malware.
Pantauan di media sosial X menunjukkan sejumlah akun anonim membagikan unggahan berisi potongan video, tangkapan layar, hingga narasi sensasional untuk menarik perhatian pengguna.
Tidak sedikit yang menyisipkan tautan eksternal dengan iming-iming video lengkap.
Praktisi keamanan digital menyebut pola seperti ini kerap muncul setiap kali ada isu viral di internet. Modusnya memanfaatkan rasa penasaran publik agar pengguna mau membuka situs tertentu.
"Biasanya pengguna diarahkan ke halaman yang meminta login akun, mengisi data pribadi, atau mengunduh file mencurigakan. Ini yang berbahaya," ujar seorang pengamat keamanan siber yang merahasiakan identitasnya, dikutip pada Minggu (17/5/2026).
Selain berisiko terhadap keamanan data, penyebaran konten intim tanpa izin juga dapat melanggar hukum dan merugikan pihak yang terlibat.
Pemerintah maupun platform media sosial terus mengingatkan pengguna agar bijak menggunakan internet dan tidak ikut menyebarkan konten sensitif.
Warganet juga diminta lebih waspada terhadap akun-akun anonim yang sengaja memanfaatkan isu viral demi mengejar trafik dan keuntungan tertentu.
Beberapa tautan bahkan dapat mengarahkan pengguna ke situs penipuan online atau aplikasi berbahaya.
Pengguna media sosial disarankan untuk:
Tidak sembarangan mengklik link viral
Menghindari mengisi data pribadi di situs tidak dikenal
Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun media sosial
Memastikan perangkat memiliki sistem keamanan terbaru
Fenomena link video viral sendiri terus berulang di berbagai platform digital. Karena itu, literasi digital dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks maupun ancaman kejahatan siber.
Masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengonsumsi dan membagikan kontenviral. Orang tua juga diharapkan meningkatkan pengawasan penggunaan media sosial bagi anak-anak agar tidak mudah terpapar konten yang tidak sesuai usia. (fajar)
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 7 jam lalu
Kejutan Forkopimcam mewarnai Perayaan HUT Bhayangkara ke80 di Polsek Simpang Empat
Sumut 7 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rangkaian Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.
Medan 7 jam lalu
Modus &lsquoKawin Pesanan&rsquo ke Tiongkok Terbongkar, Mafirion Buru Sindikat Internasional.
Politik 8 jam lalu
Business Summit IndonesiaKorea Selatan Disiapkan, Danau Toba Jadi Pintu Masuk Kerja Sama.
Sumut 8 jam lalu
Polres Dairi mengaku siap mewujudkan Polri yang semakin humanis dan profesional untuk melayani masyarakat.
Sumut 8 jam lalu
2 Pria Disebut Maling Dilakban Jadi Teletubbies, Ternyata Konten Kreator Lagi Challenge.
Peristiwa 8 jam lalu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan jumlah geosite di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark bertambah dari 16 menjadi 40.
Sumut 8 jam lalu
Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Kasus Pengedar Sabu, Tiga Pelaku sebagai penjual Diamankan.
Sumut 9 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Sebanyak 98 wali kota peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEK
Medan 10 jam lalu