Minggu, 17 Mei 2026

Heboh! Konten Cewek “Prank Handuk Lepas”, Durasi 1 Menit Viral di X

Faliruddin Lubis - Minggu, 17 Mei 2026 19:23 WIB
Heboh! Konten Cewek “Prank Handuk Lepas”, Durasi 1 Menit Viral di X
X
Konten "Prank Handuk Lepas" Viral di Media Sosial X.

POSMETRO MEDAN, Jakarta- Konten prank bernuansa asusila kembali ramai dibahas di media sosial khususnya di platform X (dulu Twitter), setelah sejumlah video yang dianggap melanggar norma beredar luas dengan berbagai durasi.

Konten tersebut memicu kehebohan di kalangan warganet karena dinilai dibuat hanya demi menarik perhatian dan meningkatkan jumlah penonton.

Fenomena perburuan tautan (link) video 'Pemersatu Bangsa' ini memuat kata kunci "Prank Handuk Lepas" mendadak menjadi trending dan memancing rasa penasaran warganet untuk mencari link video yang diklaim viral.

Baca Juga:

Berdasarkan penelusuran di X, video Prank Handuk Lepasviral dengan durasi 1.01 menit. Terlihat seorang perempuan muda dari dalam kamar diduga apartemen menerima pesanan makanan dari kurir hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi bagian sensitifnya.

Saat pesanan makanan diserahkan ke tangan si perempuan, kurir seketika terkejut karena tiba-tiba handuk si perempuan melorot. Tak ayal, seluruh aurat si perempuan terpampang jelas di depan mata sang kurir.

Baca Juga:

Bukannya merasa malu karena bagian sensitifnya terumbar gara-gara handuk melorot, si perempuan justru tertawa geli sambil menutup pintu kamarnya.

Konten tak senonoh ini adalah prank. Sang kreator yang tak lain adalah si perempuan itu sendiri secara sengaja membuat candaan atau skenario yang mengarah pada tindakan tidak pantas di ruang publik.

Meski diklaim sebagai hiburan, banyak pengguna media sosial menilai konten seperti itu berpotensi memberi pengaruh buruk, terutama bagi anak dan remaja.

Pengamat media digital menilai fenomena ini dipicu persaingan ketat di media sosial. Sebagian kreator disebut sengaja membuat konten sensasional agar mudah masuk tren dan mendapatkan engagement tinggi.

"Konten kontroversial biasanya cepat menyebar karena memancing reaksi publik. Tapi kreator juga harus memahami batas etika dan dampaknya," ujar seorang pengamat media sosial.

Selain menuai kecaman, sejumlah akun pembuat kontenprank asusila juga terancam sanksi platform apabila terbukti melanggar pedoman komunitas. Beberapa platform digital diketahui memiliki aturan ketat terkait konten yang mengandung unsur seksual, pelecehan, maupun eksploitasi.

Namun di balik ramainya pencarian tersebut, pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan yang beredar di media sosial.

Banyak link viral justru digunakan sebagai jebakan phishing, pencurian data pribadi, hingga penyebaran malware.

Pantauan di media sosial X menunjukkan sejumlah akun anonim membagikan unggahan berisi potongan video, tangkapan layar, hingga narasi sensasional untuk menarik perhatian pengguna.

Tidak sedikit yang menyisipkan tautan eksternal dengan iming-iming video lengkap.

Praktisi keamanan digital menyebut pola seperti ini kerap muncul setiap kali ada isu viral di internet. Modusnya memanfaatkan rasa penasaran publik agar pengguna mau membuka situs tertentu.

"Biasanya pengguna diarahkan ke halaman yang meminta login akun, mengisi data pribadi, atau mengunduh file mencurigakan. Ini yang berbahaya," ujar seorang pengamat keamanan siber yang merahasiakan identitasnya, dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Selain berisiko terhadap keamanan data, penyebaran konten intim tanpa izin juga dapat melanggar hukum dan merugikan pihak yang terlibat.

Pemerintah maupun platform media sosial terus mengingatkan pengguna agar bijak menggunakan internet dan tidak ikut menyebarkan konten sensitif.

Warganet juga diminta lebih waspada terhadap akun-akun anonim yang sengaja memanfaatkan isu viral demi mengejar trafik dan keuntungan tertentu.

Beberapa tautan bahkan dapat mengarahkan pengguna ke situs penipuan online atau aplikasi berbahaya.

Pengguna media sosial disarankan untuk:

Tidak sembarangan mengklik link viral

Menghindari mengisi data pribadi di situs tidak dikenal

Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun media sosial

Memastikan perangkat memiliki sistem keamanan terbaru

Fenomena link video viral sendiri terus berulang di berbagai platform digital. Karena itu, literasi digital dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks maupun ancaman kejahatan siber.

Masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengonsumsi dan membagikan kontenviral. Orang tua juga diharapkan meningkatkan pengawasan penggunaan media sosial bagi anak-anak agar tidak mudah terpapar konten yang tidak sesuai usia. (fajar)

Tags
beritaTerkait
Dua Link Video Syor 45 Detik Kebaya Cokelat Viral di X, Awas Penipuan?
Camat Medan Polonia Fasilitasi Mediasi Persoalan Penutupan Tembok Viral di Jalan Pekong
Penangkapan Pelaku Perusakan Mobil Sesuai Prosedur, Begini Modusnya
Ramai Klaim Link Full Video Hot ‘Bandar Membara’ di X, Awas Jebakan!
Oknum Kompol di Polda Sumut Dipatsus Usai Viral Diduga Gunakan Vape Narkotika Sama Cewek
Terekam CCTV, Terduga Pelaku Begal Siang Bolong Di Marelan Viral Di Medsos
komentar
beritaTerbaru