Polsek Pantai Labu Gelar Patroli Antisipasi Peredaran Narkoba di Wilayah Rawan
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah ekstrem dalam menyelamatkan lingkungan. Ia meminta pemerintah melakukan refocusing kebijakan dan anggaran nasional mulai tahun 2026 guna memulihkan ekosistem hutan Sumatera yang kini berada dalam kondisi kritis.
Lamsiang menegaskan bahwa rentetan bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir merupakan "alarm keras" yang menunjukkan kerusakan masif pada ekosistem hutan dan lahan.
"Banjir bandang di Sumatera menyadarkan kita bahwa hutan dan lahan kita sudah begitu rusak. Untuk itu, kami meminta kepada Presiden agar melakukan refocusing kebijakan dan juga anggaran," ujar Lamsiang Sitompul, Senin (29/12/2025).
Lamsiang mengusulkan agar arah pembangunan nasional selama minimal 10 tahun ke depan dititikberatkan pada pemulihan lingkungan (environmental recovery). Menurutnya, fokus ini harus menjadi prioritas utama di atas sektor pembangunan lainnya.
Dalam tuntutannya, HBB menekankan dua poin krusial terkait kebijakan perizinan seperti Moratorium Izin Baru. Pemerintah diminta tidak menerbitkan izin baru untuk alih fungsi hutan selama satu dekade ke depan dan Evaluasi dan Pencabutan Izin. Pemerintah harus berani mencabut izin usaha yang terbukti memicu bahaya banjir serta tidak memperpanjang izin yang telah habis masa berlakunya.
"Sebagaimana kita tahu, sekitar 75 persen hutan Sumatera itu sudah habis, tinggal tersisa 25 persen. Kebijakan pemerintah harus berorientasi pada pengembalian fungsi hutan tersebut," tegasnya.
Lebih lanjut, Lamsiang mengusulkan agar pemerintah menerapkan skema pergeseran anggaran atau refocusing seperti yang pernah dilakukan saat menghadapi pandemi Covid-19. Baginya, krisis lingkungan saat ini sudah setara dengan kondisi darurat kesehatan nasional.
Ia menyarankan agar pemerintah memangkas anggaran di sektor-sektor yang kurang mendesak, seperti biaya studi banding, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), hingga pos-pos anggaran tidak efisien dalam APBN maupun APBD.
"Kalau lingkungan sudah hancur, kita tinggal menunggu kiamat. Jika lingkungannya asri dan lestari, barulah pembangunan di sektor lain bisa berjalan dengan baik," pungkas Lamsiang. ( Dam)
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan membuktikan eksistensinya sebagai pelayan masyarakat melalui aks
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Perang terhadap narkoba terus digencarkan Polda Sumut. Dalam dua hari penindakan sejak 13 Mei 2026 hingga 14 Mei 2026
Kriminal 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah memburu hingga ke pelosok perkebunan sawit di Provinsi Jambi, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum
Kriminal 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LABUHANBATU UTARA Warga Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyampaikan apr
Kriminal 8 jam lalu
Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Menangis Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli.
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Bayu Wicaksono, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan mahasiswi di Audito
Medan 9 jam lalu
Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat.
Sumut 9 jam lalu
Polda Sumut melalui Ditreskrimsus menyita 9 aset Andi Hakim Febriansyah jadi tersangka penggelapan uang jemaat Katolik Paroki Aek Nabara.
Medan 12 jam lalu
Daur Ulang Sampah Plastik di Pakistan Jadi Pipa Bernilai Ekonomi.
Inter-Nasional 14 jam lalu