"Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kalau perantaranya sudah ditangkap, kenapa bandarnya masih bisa menghirup udara segar dan terus jualan ," cetus salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sementara, Polrestabes Medan baru-baru ini mengungkap maraknya vape isi kokain yang sulit dideteksi.
Baca Juga:
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan tercatat ada 718 tersangka yang diciduk dari total 526 kasus yang ditangani
Kombes Jean Calvijn mengatakan, setidaknya ada 526 kasus yang ditangani dalam jenjang waktu 100 hari kerja.
Baca Juga:
"Barang bukti yang disita, ada 156 kg sabu, ganja 3 kg, ekstasi 60 ribu butir, happy five 400 butir, dan 300 lebih cartridge pod vaping liquid," ujar Jean Calvijn dalam keterangan konferensi pers di Aula Tribrata Mapoldasu, Selasa (24/2) baru-baru ini.
Mantan Dirresnarkoba Polda Sumut ini menuturkan bahwa peredaran narkoba melalui liquid vape sedang marak. Sejauh ini ada beberapa merek yang disita, yakni LV, X-men, Yakuza, Batman, dan X.
"Nah yang bermerek X. Di dalamnya, selain etomida, MDMA, ketamin, dimasukkan kokain. Ini yang sedang marak terjadi," sebut Calvijn.
la menyampaikan, peredaran narkoba melalui vape ini harus betul-betul diwaspadai. Sebab, pemakainya tidak melihat status umur serta sulit dideteksi.
"Kalau jenis narkoba lain penggunaannya sembunyi-sembunyi. Tapi kalau vape ini ironisnya bahkan kadang kita tidak tahu," pungkas Jean Calvijn. (Dam)
Tags
beritaTerkait
komentar