Sentimen lainnya, kata Rully, berasal dari keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen yang tercermin dari menguatnya indeks saham dan terjaganya minat investor asing pada lelang obligasi. Langkah Berat Rupiah Namun, faktor global akan memperberat langkah rupiah untuk penguatan lebih jauh, di antaranya risiko geopolitik eskalasi konflik AS dan Iran terbaru membuat harga minyak masih di level yang tinggi.
Baca Juga:
"Pelaku pasar masih menunggu data inflasi AS nanti malam yang diperkirakan akan berada pada tren peningkatan," ungkap Rully.
Berdasarkan faktor-faktor itu, Rupiah diprediksi berkisar Rp18.030 per Dolar AS hingga Rp18.080 per Dolar AS.***
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar