Kamis, 30 Juli 2026

Surat Terbuka Petani Kemenyan Tapanuli Utara Jadi Sorotan Publik

P. Silalahi - Kamis, 30 Juli 2026 14:33 WIB
Surat Terbuka Petani Kemenyan Tapanuli Utara Jadi Sorotan Publik
HENDRA CHRISTIAN SIREGAR
Jekson L. Tobing, SE.

POSMETRO MEDAN- Sebuah surat terbuka yang disampaikan petani kemenyan asal Kabupaten Tapanuli Utara, Jekson L. Tobing, SE, menjadi perhatian luas masyarakat setelah beredar di berbagai platform media sosial.

Melalui akun Facebook Jejetobing Sumuntul, Jekson menyampaikan pandangan sekaligus harapan kepada para pemangku kepentingan agar sektor pertanian dan pelestarian lingkungan ditempatkan sebagai prioritas utama dalam arah pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam suratnya, Jekson mengawali dengan menegaskan karakteristik wilayah Tapanuli tidak dapat dilepaskan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Baca Juga:

Menurutnya, lebih dari 80 persen wilayah Tapanulimerupakan kawasan pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat.

Ia menilai pembangunan daerah harus berpijak pada potensi yang dimiliki.

Baca Juga:

Meski sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya terus berkembang dan diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama yang menyerap tenaga kerja, menjaga ketahanan pangan, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat hingga ke pelosok desa.

Atas dasar itu, Jekson mendorong agar seluruh kebijakan pembangunan benar-benar berpihak kepada petani dan pelaku usaha perkebunan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan para petani sebagai kelompok masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Tapanuli Utara.

Dalam surat terbukanya, Jekson menyampaikan tiga poin utama yang dinilai sangat penting menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pertama, kata dia, pemerintah diminta memastikan seluruh kebijakan pembangunan memberikan keberpihakan nyata terhadap sektor pertanian dan perkebunan.

Kedua, pemerintah diharapkan menghadirkan regulasi yang mampu memperkuat akses petani terhadap permodalan, ketersediaan pupuk, pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga perluasan akses pemasaran hasil produksi.

Ketiga, dia menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, praktik korupsi akan menghambat pembangunan dan secara langsung merugikan para petani.

"Jangan biarkan praktik korupsi merusak sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi kita ini," tulis Jekson dalam suratnya.

Surat itu juga menyoroti telah ditandatanganinya Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2027 pada Rapat Paripurna DPRD, Rabu (29/7/2026). Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan anggaran yang memadai bagi sektor pertanian.

Meski begitu, Jekson mengingatkan peningkatan produktivitas pertanian tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang apabila pembangunan mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pengalaman bencana alam pada November 2025 sebagai pelajaran penting.

Bencana yang mengakibatkan kerusakan lahan persawahan di dua kecamatan tersebut berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian dan hingga kini masih menyisakan tantangan bagi para petani.

Menurutnya, kejadian itu membuktikan pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Pertanian yang kuat hanya dapat terwujud apabila didukung oleh kondisi lingkungan yang sehat, sumber daya air yang terjaga, serta ekosistem yang lestari.

Sebagai bagian dari kontribusi pemikiran bagi pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara, Jekson turut menyampaikan empat rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan Tahun Anggaran 2027, yaitu memperkuat mitigasi bencana, menjaga kawasan resapan air, merehabilitasi lahan-lahan kritis, serta melindungi sumber daya alam sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang.

Dia menegaskan pembangunan pertanian ke depan tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen semata, melainkan juga harus memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

"Menjaga alam hari ini berarti menjaga masa depan petani, menjaga ketahanan pangan, dan menjaga ekonomi Tapanuli Utara demi masa depan anak cucu kita," tutup Jekson.

Surat terbuka itu kini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Banyak pihak menilai gagasan yang disampaikan merupakan aspirasi konstruktif yang patut menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, khususnya menjelang pembahasan program dan anggaran Tahun 2027.

Dengan menjadikan pertanian sebagai prioritas yang didukung tata kelola pemerintahan yang baik serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan, diharapkan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.(HENDRA CHRISTIAN SIREGAR)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pemkab Tapanuli Utara Terima Bantuan Mobil Pelayanan Pendapatan Daerah Keliling dari Sarulla Operations Ltd
Panggung Budaya Beta Tu Pulo Sibandang Meriahkan PRSU Ke-50, Pemkab Taput Promosikan Wisata Berbasis Budaya
Polres Tapanuli Utara Musnahkan Barbut Narkotika, 8 Kg Sabu, 102 Kg Ganja, 159 Cartridge Pod
Pimpin Peringatan HAN ke-42, Bupati Taput Ajak Kolaborasi Lindungi Anak Demi Indonesia Emas 2045
Heboh! Ditemukan Jejak Diduga Harimau di Sport Center Desa Parbubu Dolok, Tapanuli Utara
Lelly Manalu, SE Dilantik Menjadi KBPSDM pada Bappelitbangda Kabupaten Tapanuli Utara
komentar
beritaTerbaru