Bunda Genre Kota Medan Ajak Remaja Berani Ambil Sikap Demi Masa Depan
Bakar Semangat Generasi Muda, Bunda Genre Kota Medan Ajak Remaja Berani Ambil Sikap Demi Masa Depan.
Medan 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Seiring meredupnya daun cerutu Deli di pasar Eropa, pandangan para pekebun (planters) mulai beralih ke getah karet. Permintaan ban mobil di Amerika Serikat pada dekade 1910-an memicu lonjakan kebutuhan karet yang tak terelakkan.
Para pengusaha perkebunan merespons cepat sebagian lahan tembakau diubah menjadi kebun karet.
Deli Maatschappij memulai perintisan pada 1902 dengan 5.000 pohon karet di Langkat, berkembang menjadi 21.000 pohon beberapa tahun kemudian. Perusahaan Swiss, Sumatra Rubber Plantation Ltd, bahkan sudah menanam 10.000 pohon sejak 1899.
Baca Juga:
Luas Kebun Membesar Pesat
Tanaman karet berkembang pesat, dari 29 ribu hektare pada 1910 menjadi 150 ribu hektare pada 1920, lalu 273 ribu hektare pada 1930. Pasar utama tetap Amerika Serikat, menyerap hampir seluruh produksi ekspor.
Baca Juga:
Masyarakat lokal juga mencoba menanam karet di lahan mereka, namun "karet rakyat" tertahan oleh kebijakan penguasa dan perusahaan, khawatir mendorong pencurian hasil.
Produk mereka dijual lewat rantai pedagang panjang, sehingga harga yang diterima petani relatif rendah dibandingkan perkebunan besar yang langsung mengekspor ke luar negeri.

Sawit, Minyak Hijau yang Mengalir
Kelapa sawit menjadi komoditas ketiga yang menjanjikan. Awal abad ke-20, perkebunan pertama muncul di Tanah Ulu, Batubara, dan Pulau Raja oleh investor Belanda dan Inggris.
Perluasan cepat, dari 2.600 hektare pada 1916 menjadi lebih dari 11 ribu hektare pada 1922. Nama-nama seperti Marihat, Pulau Raja, Sungai Liput, dan Medang Ara tercatat sebagai pusat produksi.
Pabrik CPO pertama di dunia berdiri di Tanah Itam Ulu pada 1913 dan mulai beroperasi tiga tahun kemudian.
Sawit unggul karena produktivitas tinggi, biaya produksi rendah, dan permintaan untuk produk hilir minyak goreng, margarin, deterjen semakin meningkat.
Teh, Warisan Hijau Sumatea Timur
Teh muncul sebagai upaya diversifikasi. Percobaan pertama dilakukan 1898 di Rimbun, Deli Hulu, namun sempat dianggap tidak prospektif. Berkat ketekunan A. Ris, pengusaha Swiss, teh terbukti cocok di Sumatra Timur.
Sejak 1910, modal Jerman dan Inggris mulai mengalir untuk membangun perkebunan teh di sekitar Pematang Siantar. Perusahaan besar seperti HVA dan NHM menandai era baru investasi teh sejak 1918. Tanah Deli menunjukkan kapasitasnya menopang industri teh kelas dunia, selain tembakau, karet, dan sawit.
Jejak Planters yang Terlupakan
Ladang, pohon, dan pabrik yang dulu berjaya kini menjadi warisan sejarah. Dari daun cerutu, getah karet, minyak sawit, hingga teh, Sumatera Timur menyimpan jejak kapital yang mengubah lanskap sosial dan ekonomi.
Namun perubahan tata ruang, okupasi lahan, dan pergeseran pasar global membuat beberapa komoditas meredup. Temanggung hijau, getah hitam, dan tangkai sawit tetap hidup di arsip dan foto kolonial, menunggu cerita berikutnya untuk dibuka kembali.(Erni Tanjung)
Bakar Semangat Generasi Muda, Bunda Genre Kota Medan Ajak Remaja Berani Ambil Sikap Demi Masa Depan.
Medan 3 menit lalu
Brimob Sumut Matangkan Kesiapsiagaan Sambut Kunjungan Wakil Presiden RI Sekaligus Siapkan Personel Hadapi Ancaman Karhutla
Medan 6 menit lalu
Pelantikan Tungkat Nagori Bandar Masilam Berlangsung Khidmat, Babinsa Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Desa
Sumut satu jam lalu
Kasus Tewasnya Nek Nurlis di Tanjung Morawa Terungkap, Seorang Anggota Polisi Terlibat
Peristiwa 2 jam lalu
Rico Waas Dukung Open Turnamen FORKI Medan, Targetkan Lahir Atlet Karate Muda.
Medan 2 jam lalu
Bea Cukai Bersama BAIS TNI Gagalkan Peredaran 19.142 Botol Miras Ilegal Berpita Cukai Palsu di Bali Senilai Rp12,55 Miliar.
Inter-Nasional 2 jam lalu
SILPA Pemkab Karo TA 2025 Capai Rp.54 Miliar Lebih, Dinas Pendidikan dan Kesehatan Penyumbang Terbanyak
Sumut 3 jam lalu
Polrestabes Medan Tebarkan Peringatan Keras Bagi Bandit Jalanan
Kriminal 3 jam lalu
Kuasa Hukum Olsen Lumbantobing Gugat BRI Tarutung dan KPKNL Padangsidimpuan, Eksekusi Agunan Debitur Ditunda.
Sumut 4 jam lalu
Polrestabes Medan Rilis Capaian 300 Hari Kerja, Kejahatan Jalanan Turun Hingga 15 Persen.
Medan 5 jam lalu