Polres Sibolga Periksa Keamanan Makanan di SPPG Kemala Bhayangkari
pemeriksaan keamanan makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari
Sumut 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Seiring meredupnya daun cerutu Deli di pasar Eropa, pandangan para pekebun (planters) mulai beralih ke getah karet. Permintaan ban mobil di Amerika Serikat pada dekade 1910-an memicu lonjakan kebutuhan karet yang tak terelakkan.
Para pengusaha perkebunan merespons cepat sebagian lahan tembakau diubah menjadi kebun karet.
Deli Maatschappij memulai perintisan pada 1902 dengan 5.000 pohon karet di Langkat, berkembang menjadi 21.000 pohon beberapa tahun kemudian. Perusahaan Swiss, Sumatra Rubber Plantation Ltd, bahkan sudah menanam 10.000 pohon sejak 1899.
Baca Juga:
Luas Kebun Membesar Pesat
Tanaman karet berkembang pesat, dari 29 ribu hektare pada 1910 menjadi 150 ribu hektare pada 1920, lalu 273 ribu hektare pada 1930. Pasar utama tetap Amerika Serikat, menyerap hampir seluruh produksi ekspor.
Baca Juga:
Masyarakat lokal juga mencoba menanam karet di lahan mereka, namun "karet rakyat" tertahan oleh kebijakan penguasa dan perusahaan, khawatir mendorong pencurian hasil.
Produk mereka dijual lewat rantai pedagang panjang, sehingga harga yang diterima petani relatif rendah dibandingkan perkebunan besar yang langsung mengekspor ke luar negeri.

Sawit, Minyak Hijau yang Mengalir
Kelapa sawit menjadi komoditas ketiga yang menjanjikan. Awal abad ke-20, perkebunan pertama muncul di Tanah Ulu, Batubara, dan Pulau Raja oleh investor Belanda dan Inggris.
Perluasan cepat, dari 2.600 hektare pada 1916 menjadi lebih dari 11 ribu hektare pada 1922. Nama-nama seperti Marihat, Pulau Raja, Sungai Liput, dan Medang Ara tercatat sebagai pusat produksi.
Pabrik CPO pertama di dunia berdiri di Tanah Itam Ulu pada 1913 dan mulai beroperasi tiga tahun kemudian.
Sawit unggul karena produktivitas tinggi, biaya produksi rendah, dan permintaan untuk produk hilir minyak goreng, margarin, deterjen semakin meningkat.
Teh, Warisan Hijau Sumatea Timur
Teh muncul sebagai upaya diversifikasi. Percobaan pertama dilakukan 1898 di Rimbun, Deli Hulu, namun sempat dianggap tidak prospektif. Berkat ketekunan A. Ris, pengusaha Swiss, teh terbukti cocok di Sumatra Timur.
Sejak 1910, modal Jerman dan Inggris mulai mengalir untuk membangun perkebunan teh di sekitar Pematang Siantar. Perusahaan besar seperti HVA dan NHM menandai era baru investasi teh sejak 1918. Tanah Deli menunjukkan kapasitasnya menopang industri teh kelas dunia, selain tembakau, karet, dan sawit.
Jejak Planters yang Terlupakan
Ladang, pohon, dan pabrik yang dulu berjaya kini menjadi warisan sejarah. Dari daun cerutu, getah karet, minyak sawit, hingga teh, Sumatera Timur menyimpan jejak kapital yang mengubah lanskap sosial dan ekonomi.
Namun perubahan tata ruang, okupasi lahan, dan pergeseran pasar global membuat beberapa komoditas meredup. Temanggung hijau, getah hitam, dan tangkai sawit tetap hidup di arsip dan foto kolonial, menunggu cerita berikutnya untuk dibuka kembali.(Erni Tanjung)
pemeriksaan keamanan makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari
Sumut 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Medan menggelar kegiatan silaturahmi Pengurus FPK Kota Medan Periode 20252030 sekalig
Medan 31 menit lalu
Sambut Generasi Muda, Danden Gegana Brimob Polda Sumut Pimpin Tradisi Bintara Remaja.
Sumut 36 menit lalu
POSMETRO MEDAN Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menghadiri Puncak Perayaan Harmoni Milad 27 Tahun Pendawa yang diselenggarakan di Aul
Medan 54 menit lalu
Wabup Ariston Sampaikan Nota Pengantar PAPBD 2026 dan Penyertaan Modal Pada Bank Sumut.
Sumut 2 jam lalu
Tim Cobra Polres Karo Tangkap Residivis Kasus Pencurian, Tersangka Dilumpuhkan.
Sumut 2 jam lalu
Bapa Uda Kandung setega itu kepada Putri Abangya yang Yatim Piatu, Sampai Mengandung
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,ASAHAN Tim Patroli Sergap Berantas Geng Motor Polres Asahan mengamankan 10 orang remaja yang diduga hendak melakukan tawu
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama jajaran polres mengungkap 96 kasus pencurian dengan kekerasan
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kepala Kejaksaan Sumatera Utara (Kajati Sumut), Dr Muhibuddin, S.H M.H, melalui Kasi Penkum Rizaldi, SH, MH sambut
Medan 5 jam lalu