Minggu, 11 Oktober 2026

Memangkas Jarak, Menyapa Masyarakat

Catatan dari Kolaborasi Darma Putra Rangkuti dan Kejari Simalungun
Toga Nainggolan - Rabu, 08 Juli 2026 07:46 WIB
Memangkas Jarak, Menyapa Masyarakat
Dokumentasi

Kolaborasi bukan berarti mencampuradukkan kewenangan. Legislatif tetap menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Kejaksaan tetap berdiri sebagai aparat penegak hukum dan "pengacara negara". Namun ketika keduanya bertemu dalam ruang edukasi publik, masyarakat memperoleh manfaat yang jauh lebih besar.

Sosialisasi peraturan daerah tidak lagi berhenti pada penjelasan mengenai substansi regulasi. Ia sekaligus menjadi ruang membangun kesadaran hukum. Warga tidak hanya memahami aturan yang sedang disusun, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai hak, kewajiban, hingga berbagai persoalan hukum yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:

Di sinilah Program "Jaksa Menyapa Masyarakat" menemukan relevansinya.

Selama ini, sebagian masyarakat masih memandang kejaksaan sebagai institusi yang identik dengan penindakan, penyidikan, atau ruang sidang. Tidak sedikit warga yang merasa canggung, bahkan takut, ketika mendengar kata "jaksa".

Baca Juga:

Padahal, salah satu tugas penting kejaksaan adalah memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat agar persoalan hukum dapat dicegah sejak awal. Ketika jaksa hadir di balai desa, berbincang santai, menjawab pertanyaan warga, dan berdialog tanpa sekat, wajah kejaksaan menjadi jauh lebih humanis. Institusi penegak hukum tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai bagian dari negara yang siap memberi penjelasan dan perlindungan.

Inilah makna sesungguhnya dari memangkas jarak. Bukan hanya jarak antara masyarakat dengan aparat penegak hukum, tetapi juga jarak antarlembaga negara sendiri.

Usai rangkaian kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, Darma Putra Rangkuti bersilaturahmi ke Kejaksaan Negeri Simalungun dan bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun, Munawal Hadi, SH, MH. Darma Putra menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan penuh untuk kesuksesan program tersebut, yang menjadi penegasan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan investasi sosial yang layak terus dipelihara.

Di sisi lain, Munawal Hadi, putra asli Aceh yang sudah meraih berbagai penghargaan itu juga menyampaikan apresiasi dan dukungan yang diberikan. Dia menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi, komunikasi, dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Barangkali, inilah wajah baru pelayanan publik yang mulai tumbuh.

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Pemprov dan DPRD Sumut Kebut Revisi Perda RTRW, Akomodasi 6 Program Strategis
Gigihnya Darma Putra Rangkuti Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Pekerja Rentan
Darma Putra Rangkuti Membaur di Tengah Warga, Jalan Santai HUT ke-66 Karang Taruna Simalungun
Darma Putra: Masjid Harus Jadi Ruang Tumbuhnya Kehidupan Sosial Masyarakat
Masalah Narkoba di Sumut Sangat Mengkhawatirkan
Revisi RTRW Sumut Diminta Berbasis Data
komentar
beritaTerbaru