Bawa Pengalaman Kompetisi Global, Fathurrachman Assalim Pimpin Sesi Coaching Vokal PMCI
Bawa Pengalaman Kompetisi Global, Fathurrachman Assalim Pimpin Sesi Coaching Vokal PMCI.
Sumut 7 menit lalu
Di hadapan para pengemudi ojek online yang memenuhi Gedung PKK Kota Medan, Rabu siang itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, tampak berbicara dengan ritme yang hati-hati. Kata-katanya terasa ditenun dengan cermat. Tidak terdengar seperti pidato formal yang kaku. Ia seperti sedang memilih kata demi kata dengan penuh kesadaran, memahami benar siapa yang sedang duduk di depannya: orang-orang yang setiap hari menggantungkan hidup di jalanan, mengejar order, menerobos panas, hujan, kemacetan, dan segala kemungkinan yang tak pernah benar-benar bisa ditebak.
Topik yang dibicarakan memang bukan perkara ringan. Tentang musibah, kecelakaan, bahkan yang paling buruk: kematian. Tentang risiko berkelahi dengan waktu di jalanan. Tentang pikiran akan kemungkinan terburuk yang sebenarnya selalu dibawa pulang diam-diam oleh para pejuang nafkah di jalanan itu setiap hari.
Karena itu, ketika atas nama Pemko Medan dia menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada ribuan pengemudi ojek online, suasana acara tidak hanya terasa seremonial. Ada nuansa empati yang kuat di ruangan itu. Terlebih saat Rico Waas menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada keluarga salah seorang driver ojol yang telah berpulang.
Baca Juga:
Di titik itulah kehati-hatian Rico Waas dalam menyampaikan pesan terasa sangat penting. Ia tidak sedang ingin menakut-nakuti. Tidak pula ingin membuka luka atau memanggil kecemasan. Namun ia juga tidak ingin menutup mata terhadap kenyataan bahwa seberapa disiplin dan berhati-hatinya seseorang berkendara, risiko di jalan raya tetap tidak pernah sepenuhnya bisa dikendalikan.
"Di jalanan banyak hal yang tidak bisa kita prediksi. Kita sudah hati-hati, tapi bisa saja tertabrak karena kelalaian orang lain," ujarnya.
Baca Juga:
Kalimat itu meluncur tanpa nada menggurui. Justru terdengar seperti pengakuan jujur terhadap kerasnya kehidupan di jalan. Dan para pengemudi ojol yang mendominasi ruangan terlihat menerima dan memahami pesan tersebut dengan baik.
Rico Waas berkali-kali menegaskan bahwa program perlindungan sosial ini bukan berarti mengharapkan musibah terjadi. Sebaliknya, menurutnya, perlindungan diperlukan agar sebuah keluarga tidak langsung jatuh ke jurang kesulitan ketika tulang punggung mereka mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Ia kemudian mencontohkan santunan yang diterima keluarga almarhum Rajali, seorang driver ojol. Totalnya mencapai Rp 232 juta, terdiri atas santunan kematian dan beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga perguruan tinggi.
Bagi sebagian orang, angka itu mungkin sekadar data. Namun bagi keluarga pekerja informal, jaminan semacam itu bisa menjadi pembeda antara mampu bertahan atau tenggelam dalam ketidakpastian ekonomi.
"Kalau kepala keluarga tidak ter-cover, bagaimana masa depan istri dan anak?" kata Rico Waas lagi.
Di ruangan itu, pertanyaan tersebut terasa menggantung cukup lama.
Program yang dibiayai melalui APBD Kota Medan tersebut menjangkau 17.851 pekerja informal, dengan 8.779 di antaranya merupakan pengemudi transportasi online. Sebuah langkah yang menunjukkan upaya menghadirkan perlindungan negara bagi kelompok pekerja yang selama ini hidup dalam ritme ekonomi harian: bekerja hari ini untuk kebutuhan esok.
Namun acara siang itu tidak berhenti pada pembagian kartu kepesertaan semata. Pemko Medan juga mencanangkan Gerakan Aman Berkendara. Rico Waas mengingatkan pentingnya helm standar, spion lengkap, serta kendaraan yang layak jalan.
Sekali lagi, cara ia menyampaikan pesan terasa penting. Tidak bernada menghakimi. Tidak pula sekadar formalitas kampanye keselamatan. Melainkan seperti ajakan dari seseorang yang memahami bahwa bagi para driver ojol, jalan raya bukan hanya ruang lalu lintas, melainkan ruang hidup.
Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi para pengemudi untuk melaporkan persoalan di lapangan, mulai dari intimidasi hingga praktik jukir liar.
"Kita ingin pemerintah, aparat, dan pengemudi terkoneksi. Kalau ada masalah di lapangan, laporkan. Jangan dibiarkan," tegasnya.
Dan mungkin di situlah inti dari seluruh pertemuan itu: para pengemudi ojol ingin didengar, dipahami, dan merasa bahwa perjuangan mereka di jalanan tidak sepenuhnya dijalani sendirian. (Toga Nainggolan)
Bawa Pengalaman Kompetisi Global, Fathurrachman Assalim Pimpin Sesi Coaching Vokal PMCI.
Sumut 7 menit lalu
Bupati Samosir Sambut Pergantian Kajari Samosir, Apresiasi Pengabdian Satria Irawan dan Sambut Akwan Annas.
Sumut 2 jam lalu
Polres Karo mengintensifkan patroli malam untuk mengantisipasi 3C dan gangguan kamtibmas lainnya.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Binjai Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai kembali berhasil mengungkap jaringannya sekaligus menangkap 3 (tiga) orang
Kriminal 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Batubara Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan p
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Seorang siswa SMA Bersama Berastagi, Inka Br Ginting, yang sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Bina Kasih M
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rumah Zakat Cabang Medan menyalurkan enam set AlQuran Braille kepada Yayasan Harapan Netra Mandiri, di Jalan Kar
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menegaskan komitmen kepedulian s
Medan 3 jam lalu
Satuan Brimob Polda Sumut Salurkan 1.000 Porsi Makanan untuk Warga Terdampak Puting Beliung di Medan Johor.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDANDewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan kepedulian sosialnya
Medan 4 jam lalu