Pemkab Deli Serdang Tampilkan Potensi Unggulan dan Mini Mall Pelayanan Publik pada PRSU ke-50
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang turut berpartisipasi dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 yang resmi dibu
Sumut 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Gaza -- Pada hari Minggu (10/8/2025), dunia dikejutkan oleh kematian wartawan terkenal Al Jazeera, Anas Al-Sharif, bersama empat rekan kerjanya akibat serangan udara Israel terhadap tenda tempat mereka bekerja dekat pintu masuk utama Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza.
Pengeboman militer Zionis itu menewaskan total tujuh orang—lima wartawan dan dua lainnya adalah pendamping. Israel mengeklaim bahwa Anas adalah pemimpin sel Hamas yang merencanakan serangan roket, namun klaim itu ditolak oleh Al Jazeera, Komite untuk Perlindungan Jurnalis (CPJ), dan pelapor khusus PBB atas kebebasan berekspresi. Tak ada bukti kredibel tentang tuduhan Israel.
Anas Al-Sharif lahir pada 1996 di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza. Dia menempuh pendidikan di Universitas Al-Aqsa, meraih gelar sarjana komunikasi massa dengan fokus media penyiaran. Dia memulai kariernya melalui magang di Al-Shamal Media Network sebelum bergabung dengan Al Jazeera sebagai koresponden Gaza utara.
Sejak perang Israel-Hamas pecah di Gaza pada 7 Oktober 2023, Anas menjadi wajah salah satu peliput paling konsisten dari garis depan perang—meliput kekejaman, kelaparan, dan pengusiran, meski menghadapi ancaman langsung dan kehilangan keluarga.
Pada Desember 2023, rumah keluarganya di Jabalia diserang militer Israel. Ayahnya meninggal di tengah ketidakmampuannya untuk mengungsi karena kondisi kesehatan.
Dalam kondisi itu, Anas menyatakan tetap bertahan di Gaza utara—menolak perintah militer Israel untuk mundur—karena merasa membawakan suara rakyat Palestina yang paling sunyi sekaligus paling terpinggirkan.
"Jika Kata-kata Ini Sampai Padamu, Israel Telah Membunuhku" Anas terus-terusan mendapat ancaman langsung dari Israel, mulai dari panggilan telepon, pesan suara, dan kampanye diskreditasi melalui media sosial, semua ancaman itu menyebutnya sebagai "teroris" tanpa bukti.
Menurut CPJ, kampanye ancaman terhadap Anas itu sebagai "pendahuluan terhadap pembunuhan" dan mendesak perlindungan segera.
Sesaat sebelum tewas, Anas sempat memposting video di akun X-nya, merekam gempuran udara Israel di Kota Gaza—mengabadikan momen kilatan oranye dan dentuman bom saat dia menyampaikan: "Pengeboman tanpa henti—agresi Israel meningkat dalam dua jam terakhir."
Sebelumnya pada 6 April 2025, Anas menulis wasiat naratif yang diterbitkan setelah kematiannya. Dalam pesannya, ia menulis: "Jika kata-kata ini sampai padamu, tahu bahwa Israel telah membunuhku dan membungkam suaraku...Aku hidup melaluinya, mencicipi kesedihan dan kehilangan berkali-kali...Aku tidak pernah ragu menyampaikan kebenaran apa adanya..."
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang turut berpartisipasi dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 yang resmi dibu
Sumut 17 menit lalu
Melihat dari Dekat Sosok Delia Pratiwi Sitepu, S.H
Profil satu jam lalu
6 Kapolda diganti sekaligus, langkah terbaru Kapolri disorot.
Profil satu jam lalu
Polres Asahan mengtensifkan Patroli KRYD, mengantisipasi balap liar, Geng Motor dan kejahatan jalanan.
Sumut 2 jam lalu
Evaluasi total kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhanbatu.
Sumut 2 jam lalu
Ibu Runah Tangga &039Gol&039 Nekat Gelapkan Sepedamotor
Peristiwa 2 jam lalu
Dugaan pencurian kabel listrik di Jalan Gereja berhasil dimediasi Polsek Siantar Selatan.
Peristiwa 3 jam lalu
Sosok AKP Hizkia Yosla Cladius Peter Siagian Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Karo.
Profil 3 jam lalu
Dandim 0209/LB Gelar Coffee Morning dengan wartawan di Labuhanbatu Utara.
Sumut 3 jam lalu
RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
Sumut 4 jam lalu