Sabtu, 28 Maret 2026

Israel Cegat dan Tahan Aktivis di Armada Sumud Flotilla, Massa Demo di Seluruh Dunia

Administrator - Kamis, 02 Oktober 2025 16:00 WIB
Israel Cegat dan Tahan Aktivis di Armada Sumud Flotilla, Massa Demo di Seluruh Dunia
Istimewa
Orang-orang berbaris membawa bendera Palestina raksasa dalam aksi mogok nasional bertajuk Mari Blokir Semuanya sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza dan menyerukan penghentian pengiriman senjata ke Israel, di Roma pada 22 September.

.posmetromedan.id">POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Tindakan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza pada Rabu (1/10/2025) malam memicu gelombang protes besar di berbagai kota di seluruh dunia.

Ribuan orang turun ke jalan di kota-kota besar seperti Roma, Milan, dan Naples di Italia; Madrid di Spanyol; Istanbul di Turkiye; dan Buenos Aires di Argentina. Massa mengutuk tindakan Israel tersebut sekaligus menuntut Palestina merdeka.

Di Italia, para demonstran bahkan memblokade stasiun metro di Roma sambil meneriakkan "Free Palestine" atau "Palestina Merdeka".

Baca Juga:

Di Buenos Aires, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah Argentina untuk menuntut pembebasan Celeste Fierro, seorang legislator terpilih yang berada di kapal Adara, salah satu armada GSF.

Di Turkiye, lebih banyak demonstrasi berlangsung dengan seruan kuat untuk mendukung Palestina dan menentang kebijakan luar negeri Israel.

Baca Juga:

Meskipun negara-negara ini tidak sepakat dalam beberapa hal, mereka bersatu dalam kecaman terhadap pencegatan yang dilakukan oleh Israel. Armada GSF mulanya bertolak dari Spanyol.

Kemudian diperkuat oleh konvoi tambahan dari Italia dan Tunisia, sebagaimana dilansir Euronews.

Setidaknya ada 500 aktivis yang ikut dalam armada tersebut, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg dan cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela.

Mereka bertujuan untuk mematahkan blokade Israel yang telah berlangsung selama 18 tahun terhadap Gaza.

Kapal-kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk menyampaikan bantuan ke Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan. Namun, saat berada di perairan internasional utara Mesir, Israel mencegat setidaknya 21 dari 43 kapal dan menyulut kemarahan di berbagai negara.

GSF mengungkapkan, meskipun telah dicegat, ditangkap, dan deportasi, mereka akan terus berupaya untuk membawa bantuan ke Gaza.

Mereka menyatakan tidak akan membiarkan tindakan Israel menghentikan misi kemanusiaan mereka dan akan terus memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan. "Ini bukan hanya tentang politik, ini tentang kemanusiaan," kata salah satu anggota armada GSF.

"Kami akan terus melawan blokade ini demi masa depan Gaza," lanjutnya.

Pasukan Israel menyatakan bahwa para aktivis di kapal yang dicegat, termasuk Greta Thunberg, berada dalam kondisi aman dan telah dibawa ke Israel.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengungkapkan bahwa para aktivis tersebut akan dideportasi dalam beberapa hari ke depan, dengan jaminan bahwa pasukan Israel akan menghindari kekerasan.

Namun, upaya Israel untuk menenangkan situasi ini tak mengurangi ketegangan yang berkembang di kalangan aktivis dan masyarakat internasional.

Israel beralasan, armada tersebut melanggar zona yang telah ditetapkan sebagai daerah yang dilindungi oleh blokade angkatan laut Israel.

Meskipun Israel menawarkan saluran alternatif untuk mengirimkan bantuan ke Gaza, banyak aktivis yang menilai bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menghalangi upaya mereka membawa bantuan langsung ke Palestina.

Hal ini memunculkan perdebatan sengit mengenai apakah Israel berhak menerapkan blokade tersebut ataukah itu melanggar hukum internasional.

Sementara itu, organisasi internasional terus mengingatkan tentang dampak buruk dari blokade yang diterapkan Israel terhadap Gaza.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengungkapkan keprihatinan tentang kelaparan yang melanda wilayah tersebut. Beberapa laporan yang mengindikasikan bahwa lebih dari 2 juta orang di Gaza saat ini berada dalam kondisi darurat pangan.

Blokade yang telah berlangsung hampir dua dekade ini menghalangi akses ke barang-barang penting, seperti bahan makanan, obat-obatan, dan peralatan medis, yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Israel mengeklaim blokade tersebut diterapkan sebagai langkah untuk melindungi warganya dari ancaman Hamas yang menguasai Gaza.

(wan/kompas)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Takut Ketahuan Orangtua Saat Mudik Lebaran
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah
Toko Serba Ada Bertenaga Robot Muncul di China, Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah
Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urine dan Razia Kamar WBP
Melalui Medan Untuk Semua, Walikota Medan Buka Peluang Emas Investor India Masuk
Tekab Polsek Medan Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Jalan Bahagia By Pass
komentar
beritaTerbaru