Kapolda Sumut Pastikan Penyidikan Terus Diperdalam, Dugaan Bunuh Diri Winda Lorenza
Winda Lorenza Diduga Bunuh Diri, Kapolda Sumut Pastikan Penyidikan Terus Diperdalam.
Medan 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Rio de Janeiro -- Sebanyak 119 orang tewas dalam bentrok antara polisi dengan geng pengedar narkoba di Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). Polisi melakukan penggerebekan terhadap lokasi sarang narkoba di Rio de Janeiro.
Korban tewas dalam operasi yang menyasar geng pengedar narkoba di favela Penha dan Complexo do Alemão di bagian utara kota itu terdiri dari 115 terduga kriminal dan empat petugas kepolisian.
Dikutip dari Anadolu, Kepala Keamanan Negara Bagian Rio, Victor Santos, menyatakan operasi ini melibatkan 2.500 polisi dan tentara yang didukung 32 kendaraan lapis baja.
Tujuannya adalah untuk "melawan ekspansi teritorial" kelompok kriminal terorganisir, Comando Vermelho, yang dilaporkan melawan aparat dengan tembakan senjata berat dan granat yang diluncurkan dari drone.
"Tingkat mematikan yang tinggi dari operasi ini sudah diperkirakan, tetapi tidak diinginkan," ujar Santos dalam konferensi pers.
Meskipun otoritas Rio bersikeras semua korban tewas adalah penjahat yang terlibat baku tembak, Kantor Pembela Umum negara bagian Rio menyebutkan angka kematian sesungguhnya lebih tinggi, yaitu 132 orang, dan menyuarakan keluhan mengenai penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.
Menanggapi kontroversi tersebut, Sekretaris Kepolisian negara bagian Rio, Felipe Curi, mengatakan jenazah tambahan ditemukan di area berhutan.
Ia mengklaim para terduga kriminal yang awalnya mengenakan pakaian kamuflase dan perlengkapan tempur, ditemukan hanya dengan pakaian dalam atau celana pendek.
"Para individu ini berada di hutan, dilengkapi dengan pakaian kamuflase, rompi, dan senjata."
"Sekarang, banyak dari mereka ditemukan hanya dengan pakaian dalam atau celana pendek, tanpa perlengkapan apa pun, seolah-olah mereka melewati portal dan berganti pakaian," kata Curi.
Gubernur Negara Bagian Rio, Claudio Castro, membela tindakan aparat dan bersikeras "satu-satunya korban sejati adalah petugas polisi".
Presiden Brasil: Ngeri
Skala korban yang mengejutkan ini langsung memicu reaksi dari tingkat nasional hingga internasional. Menteri Kehakiman Brasil, Ricardo Lewandowski, menyampaikan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva merasa "ngeri" dengan jumlah korban jiwa.
Presiden Lula, kata Lewandowski, terkejut operasi sebesar itu berjalan tanpa sepengetahuan pemerintah federal.
Di tingkat global, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya angka kematian.
Dikutip dari Al Jazeera, Juru Bicara Guterres, Stephane Dujarric, mendesak pihak berwenang Brasil untuk segera melakukan investigasi dan menekankan penggunaan kekuatan dalam operasi polisi harus mematuhi hukum dan standar hak asasi manusia internasional.
Operasi ini terjadi jelang sejumlah acara global penting yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro, termasuk KTT Wali Kota Dunia C40 dan Earthshot Prize.
Walau demikian, Kepala Keamanan Rio, Victor Santos, membantah operasi terbaru ini memiliki kaitan dengan acara-acara internasional yang akan datang.
Pada tahun 2024, sekitar 700 orang meninggal dunia selama operasi polisi di Rio, dengan rata-rata hampir dua kematian per hari.
Video yang dipublikasikan Reuters pada hari Selasa menunjukkan kepulan asap hitam tebal dari favela Alemão selama penggerebekan.
Foto-foto Alemão setelah kejadian menunjukkan sumbernya: mobil-mobil yang terbakar, yang dibangun sebagai barikade.
81 Orang Ditangkap
Setidaknya 81 orang ditangkap pada hari Selasa, menurut unggahan media sosial oleh Departemen Kepolisian Rio de Janeiro.
"Sebagai balasan, para penjahat menggunakan pesawat tanpa awak untuk menyerang petugas polisi di Kompleks Penha," kata pemerintah negara bagian Rio de Janeiro, dikutip dari CNN.
"Meskipun ada serangan, pasukan keamanan tetap teguh dalam memerangi kejahatan," tambah pemerintah negara bagian tersebut.
Departemen Luar Negeri AS mengimbau para pengunjung untuk menjauhi Rio Utara pada hari Selasa, dengan peringatan bahwa "pertempuran yang sedang berlangsung antara polisi dan kelompok kriminal telah menyebabkan gangguan lalu lintas di beberapa wilayah di Zona Utara".
Comando Vermelho dan First Capital Command (PCC) mengendalikan perdagangan kokain di Brasil, dengan jangkauan yang menyebar ke seluruh Amerika Latin dan, dalam kasus PCC, hingga ke Eropa.
(wan/cnn/bbs)
Winda Lorenza Diduga Bunuh Diri, Kapolda Sumut Pastikan Penyidikan Terus Diperdalam.
Medan 31 menit lalu
Satpolairud Polres Sibolga Intensifkan Patroli dan Pemantauan Wilayah Pesisir
Peristiwa 40 menit lalu
Dukung Pembentukan Karakter Generasi Muda, Pemkab Buka Festival Drumband Piala Bupati Taput
Sumut satu jam lalu
Jelang HUT RI, PWPM Datang Membawa Pesan Wartawan Senior Tak Boleh Dilupakan.
Medan satu jam lalu
Wali Kota Sibolga Buka Turnamen Sepak Bola Gebyar Kemerdekaan, Pererat Sinergi Forkopimda.
Sumut 2 jam lalu
Pemprov Sumut Tegaskan ProbisUHC, Warga Cukup Tunjukkan KTP untuk Berobat.
Sumut 2 jam lalu
Siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
Sumut 2 jam lalu
Tiga Pekerja DLH Kota Tanjungbalai Tersengat Listrik Tegangan Menengah Saat Pasang Bendera di Tugu Segitiga.
Peristiwa 2 jam lalu
Bea Cukai Jayapura Gagalkan Pengiriman 16.000 Batang Rokok Ilegal Melalui Layanan Pos
Inter-Nasional 2 jam lalu
Kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi Tinjau Pasar Petisah, Dorong Penataan Trotoar Dan Infrastruktur Pendukung.
Medan 2 jam lalu