POSMETRO MEDAN,Medan - Bagi Anda yang gemar mengamati langit serta mencintai peristiwa astronomi, bersiaplah untuk mengarahkan pandangan ke atas.
April 2026 akan menghadirkan salah satu pemandangan angkasa yang paling dinanti-nantikan: Fenomena Bulan Merah Jambu.
Bulan Purnama ini akan memperindah malam di Indonesia dengan daya tariknya, memberi peluang bagi siapa saja untuk mengagumi keindahan alam semesta tanpa memerlukan peralatan mahal.
Baca Juga:
Meskipun namanya begitu puitis dan romantis, terdapat sejumlah fakta menarik serta latar belakang sejarah yang menyelimuti penamaan ini yang perlu Anda ketahui agar tidak memiliki ekspektasi yang salah saat malam pengamatan tiba.
Berikut adalah pembahasan rinci mengenai waktu terbaik, asal-usul nama, sampai tips untuk mengamatinya.
1. Apa Itu Bulan Merah Jambu?
Mungkin banyak di antara Anda yang penasaran: "Apakah bulan malam ini akan benar-benar berubah menjadi merah jambu?"
Jawabannya adalah tidak. Secara fisik dan visual, bulan tidak akan beralih warna menjadi pink. Bulan akan tetap bersinar dengan cahaya putih keperakan yang cerah atau sedikit kekuningan saat terbit di bagian timur, sama seperti ciri khas bulan purnama pada umumnya.
Lalu, dari mana asal mula nama Pink Moon? Berdasarkan buku dengan judul Strawberry Moon: Antara Ilmu dan Tradisi Oleh Muhammad Afdan Rojabi, nama ini memiliki sejarah yang kuat dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara.
Penyebutan ini merujuk pada fenomena alam ketika bunga liar yang dikenal sebagai Phlox subulata (sering disebut lumut merah jambu atau moss pink) mulai mekar secara melimpah di awal musim semi.
Tags
beritaTerkait
komentar