Sabtu, 28 Maret 2026

Fenomena Pink Moon 2026, Catat Tanggalnya!

Faliruddin Lubis - Sabtu, 28 Maret 2026 11:32 WIB
Fenomena Pink Moon 2026, Catat Tanggalnya!
Freepik
Fenomena bulan pink di langit malam.

POSMETRO MEDAN,Medan - Bagi Anda yang gemar mengamati langit serta mencintai peristiwa astronomi, bersiaplah untuk mengarahkan pandangan ke atas.

April 2026 akan menghadirkan salah satu pemandangan angkasa yang paling dinanti-nantikan: Fenomena Bulan Merah Jambu.

Bulan Purnama ini akan memperindah malam di Indonesia dengan daya tariknya, memberi peluang bagi siapa saja untuk mengagumi keindahan alam semesta tanpa memerlukan peralatan mahal.

Baca Juga:

Meskipun namanya begitu puitis dan romantis, terdapat sejumlah fakta menarik serta latar belakang sejarah yang menyelimuti penamaan ini yang perlu Anda ketahui agar tidak memiliki ekspektasi yang salah saat malam pengamatan tiba.

Berikut adalah pembahasan rinci mengenai waktu terbaik, asal-usul nama, sampai tips untuk mengamatinya.

1. Apa Itu Bulan Merah Jambu?

Mungkin banyak di antara Anda yang penasaran: "Apakah bulan malam ini akan benar-benar berubah menjadi merah jambu?"

Jawabannya adalah tidak. Secara fisik dan visual, bulan tidak akan beralih warna menjadi pink. Bulan akan tetap bersinar dengan cahaya putih keperakan yang cerah atau sedikit kekuningan saat terbit di bagian timur, sama seperti ciri khas bulan purnama pada umumnya.

Lalu, dari mana asal mula nama Pink Moon? Berdasarkan buku dengan judul Strawberry Moon: Antara Ilmu dan Tradisi Oleh Muhammad Afdan Rojabi, nama ini memiliki sejarah yang kuat dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara.

Penyebutan ini merujuk pada fenomena alam ketika bunga liar yang dikenal sebagai Phlox subulata (sering disebut lumut merah jambu atau moss pink) mulai mekar secara melimpah di awal musim semi.

Jadi, Pink Moon sebenarnya adalah tanda dari perubahan musim sebuah sistem penanggalan alami yang digunakan oleh nenek moyang untuk menandai kebangkitan kehidupan setelah musim dingin yang panjang.

Selain dikenal sebagai Pink Moon, bulan purnama bulan April ini juga memiliki beberapa nama menarik lainnya di berbagai kawasan dunia, seperti:

· Bulan Tumbuh (Sprouting Grass Moon): Menandakan rumput yang mulai berwarna hijau.

· Bulan Telur (Egg Moon): Sering diasosiasikan dengan periode bertelur bagi burung.

· Bulan Paskah (Paschal Full Moon): Karena sering kali menjadi acuan untuk menentukan tanggal perayaan Paskah dalam kalender liturgi.

2. Waktu Puncak Pink Moon April 2026 di Indonesia

Berdasarkan analisis data astronomi dari situs Time and Date, fase puncak dari purnama Pink Moon kali ini diperkirakan akan terjadi pada:

Hari & Tanggal: Kamis, 2 April 2026

Waktu Puncak Astronomis: Pukul 09.11 WIB

Dengan catatan waktu puncak tersebut terjadi di pagi hari saat matahari sudah bersinar terang di Indonesia, mungkin ada pertanyaan apakah kita dapat melihatnya? Jawabannya adalah tentu saja bisa.

Dalam konteks astronomi, bulan purnama tampak sepenuhnya bulat selama sekitar satu malam sebelum dan sesudah waktu puncak itu. Jadi, masyarakat di Indonesia tetap dapat menikmati keindahan bulan purnama ini pada:

1. Malam Kamis (Malam 1 April 2026): Mendekati puncak.

2. Malam Jumat (Malam 2 April 2026): Beberapa saat setelah puncak.

Bulan akan mulai muncul di timur bersamaan dengan waktu senja (saat matahari terbenam), mencapai titik tertingginya di atas kepala pada tengah malam, dan akan tenggelam di barat tepat saat fajar menyingsing.(detikcom)

Tags
beritaTerkait
Ramai Fenomena “Rojali” ke Mal, Ekonomi Sedang Tak Baik-baik Saja
Warga RI Banyak Kumpul Kebo, Wilayah Ini Peringkat Tertinggi
komentar
beritaTerbaru