Polemik Pergeseran Anggaran di Dinas Cikataru Deli Serdang
POSMETRO MEDAN, Medan Pergeseran anggaran sebesar Rp9 miliar di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikataru) Kabupaten Deli Serdang telah m
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi sorotan setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara mencapai Rp1,33 triliun dalam pengelolaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Temuan tersebut kini telah berkembang ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Karawang.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II-2025 BPK mengungkap sejumlah kelemahan serius dalam tata kelola KPRBTN, mulai dari ribuan sertifikat rumah yang belum terselesaikan, keberadaan sertifikat yang tidak jelas dan diketahui keberadaannya hingga dugaan penggunaan 1.215 debitur joki dengan nilai kredit mencapai Rp628,45 miliar.
Baca Juga:
"Angsuran kredit diduga dibiayai oleh pengembang PT Bumi Artha Sedayu (BAS), " tulis BPK dalam laporannya.
Penyidik Kejari Karawang juga menemukan indikasi manipulasi data debitur, penggunaan dokumen palsu, serta pencairan kredit terhadap rumah yang belum selesai dibangun bahkan belum berdiri sama sekali. Dugaan penyimpangan tersebut melibatkan proyek perumahan yang dikembangkan PT Bumi Artha Sedayu (BAS).
Baca Juga:
Di tengah kasus tersebut, rasio kredit bermasalah (NPL) KPR komersial BTN tercatat mencapai 5,2 persen atau sekitar Rp5,8 triliun per Maret 2026, jauh di atas batas ideal industri perbankan. BTN bahkan menyumbang sekitar 31,5 persen dari total NPL KPR nasional.
Meski demikian, BTN membantah adanya kredit fiktif dan menyatakan telah melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk memperketat verifikasi debitur, memperkuat pengawasan kredit, serta menindaklanjuti rekomendasi BPK.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando menegaskan kredit yang menjadi sorotan bukan kredit fiktif karena rumah dan fasilitas pembiayaannya ada secara nyata.
"BTN saat ini tengah melakukan langkah-langkah tindak lanjut secara bertahap dan menyeluruh atas rekomendasi dimaksud," ujar Ramon.
Sementara itu, BPK mendesak BTN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran KPR dan mempercepat penyelamatan kredit bermasalah. (deempatbelas.com)
POSMETRO MEDAN, Medan Pergeseran anggaran sebesar Rp9 miliar di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikataru) Kabupaten Deli Serdang telah m
Medan 3 jam lalu
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke Rumah Sakit
Peristiwa 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan terus memperkuat silaturahmi dan sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat. Upaya
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bunda PAUD Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, mendorong anak muda untuk memperkuat budaya membaca dan
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Tak setiap pemberian uang kepada aparatur sipil negara (ASN) otomatis dapat dikategorikan sebagai suap.Hal itu dite
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga wilayah pesisir s
Sumut 13 jam lalu
Langgar Janji Lindungi Hutan, Kades Uning Pune Diseret ke PN Blangkejeren.
Inter-Nasional 13 jam lalu
Video Viral Soal Dugaan Setoran Bandar Sabu ke oknum Polisi, Polres Langkat Bergerak Lakukan Penelusuran.
Sumut 14 jam lalu
Polsek Deli Tua Gelar Kegiatan &039Police Go To School&039
Sumut 14 jam lalu
Terlibat Aksi Rusak Rumah dan Jarah Warung Saat Tawuran, Pelaku Curat Diamankan Polres Pelabuhan Belawan.
Peristiwa 15 jam lalu