Maknai Muharam dengan 3 Momentum ; Muhasabah, Hijrah dan Tajdid
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Menteri Agama RI H. Romo Muhammad Syafii mengajak seluruh Umat Islam, khususnya di Sumatera Utara untuk memakn
Medan 13 detik lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan warung kelontong maupun ritel modern. Pengawas KKMP Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Fiko (50), mengatakan salah satu strategi koperasinya adalah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Misalnya tabung gas elpiji melon ya, mohon maaf, kalau di warung-warung itu mungkin sekitar antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Di kami sendiri kami bisa agak menekan menjadi sekitar Rp 17.500 sampai Rp 18.000," kata Fiko, Rabu (17/6/2026).
Menurut Fiko, komoditas penjualan utama di KKMP Sumur Batu saat ini adalah gas elpiji dan air mineral kemasan. Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah cara yang dilakukan agar barang yang dijual menjadi lebih murah.
Baca Juga:
"Kenapa bisa begitu? (Lebih murah) larena kami mengambil margin keuntungan yang sangat tipis dan barangnya kami ambil langsung dari distributor utama," ungkap Fiko.
Meski demikian, Fiko mengakui strategi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik warung kelontong yang merasa usahanya akan tersaingi. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan KKMP bukan untuk mematikan usaha kecil, melainkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. "Sama sekali tidak ada niatan untuk bersaing atau mematikan warung kelontong yang sudah ada. Kami cuma mau memudahkan warga. Posisi KKMP ini sebenarnya adalah sebagai supply chain atau rantai pasok. Justru kami mendorong warung-warung itu untuk kulakan di koperasi, supaya mereka dapat harga modal yang lebih murah," kata Fiko. Senada, Pengurus KKMP Utan Panjang, Purwanto (45), memaparkan bahwa koperasinya lebih berfokus pada penyediaan bahan pokok harian dan mengangkat usaha warga lokal.
Baca Juga:
"Fokus kami di KKMP Utan Panjang adalah menyuplai kebutuhan dasar seperti beras dan minyak goreng untuk pengecer. Selain itu, kami juga bertindak sebagai offtaker (penyerap) untuk produk-produk UMKM makanan olahan warga. Jadi, ekosistem ekonomi kelurahannya benar-benar berputar," tutur Purwanto. Misalnya, kata dia, banyak warga di Kelurahan Utan Panjang yang memiliki usaha produksi makanan rumahan. Produk-produk rumahan itu pun akan dipasarkan ke khalayak yang lebih luas melalui KKMP.
"Ada usaha kayak peyek, terus ada usaha makanan olahan jengkol, sayur-mayur. Rata-rata makanan rumahan, itu untuk kita coba masukkan ke dalam kegiatan unit usaha koperasi," jelasnya.(int)
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Menteri Agama RI H. Romo Muhammad Syafii mengajak seluruh Umat Islam, khususnya di Sumatera Utara untuk memakn
Medan 13 detik lalu
PT DPM membeli lahan warga tapi diminta untuk meneken surat agar tak ribut di medsos (media sosial).
Sumut 38 menit lalu
kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Fasilitator Teknis Rabu (17/6) resmi dibuka Sekdin SDABMBK.
Medan 47 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih
Inter-Nasional satu jam lalu
Nilai Tukar Rupiah dibuka melemah terhadap Dolar AS pada Rabu, 17 Juni 2026.
Bisnis satu jam lalu
Polres Pematangsiantar membekuk seorang pria yang diduga sebagai pemilik ganja seberat 12,36 gram.
Kriminal 2 jam lalu
Prediksi Timnas Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 Duel Klasik Eropa yang Siap Sajikan Drama Besar.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Badan Gizi Nasional (BGN) merombak total target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Demi e
Medan 2 jam lalu
Integrasi Kawasan Hutan dan Tata Ruang Dinilai Penting untuk Atasi Konflik Lahan dan Perkuat Kepastian Hukum.
Medan 2 jam lalu
Prediksi Skor Timnas Portugal vs Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 Last Dance Cristiano Ronaldo.
Sport 4 jam lalu