PLN Soal Pemadaman Listrik Bergilir, Menteri Bahlil Bilang Begini
Bahlil Lahadalia, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku ke depan tak ada lagi aksi pemadaman listrik. Benarkah?
Bisnis 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan warung kelontong maupun ritel modern. Pengawas KKMP Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Fiko (50), mengatakan salah satu strategi koperasinya adalah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Misalnya tabung gas elpiji melon ya, mohon maaf, kalau di warung-warung itu mungkin sekitar antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Di kami sendiri kami bisa agak menekan menjadi sekitar Rp 17.500 sampai Rp 18.000," kata Fiko, Rabu (17/6/2026).
Menurut Fiko, komoditas penjualan utama di KKMP Sumur Batu saat ini adalah gas elpiji dan air mineral kemasan. Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah cara yang dilakukan agar barang yang dijual menjadi lebih murah.
Baca Juga:
"Kenapa bisa begitu? (Lebih murah) larena kami mengambil margin keuntungan yang sangat tipis dan barangnya kami ambil langsung dari distributor utama," ungkap Fiko.
Meski demikian, Fiko mengakui strategi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik warung kelontong yang merasa usahanya akan tersaingi. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan KKMP bukan untuk mematikan usaha kecil, melainkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. "Sama sekali tidak ada niatan untuk bersaing atau mematikan warung kelontong yang sudah ada. Kami cuma mau memudahkan warga. Posisi KKMP ini sebenarnya adalah sebagai supply chain atau rantai pasok. Justru kami mendorong warung-warung itu untuk kulakan di koperasi, supaya mereka dapat harga modal yang lebih murah," kata Fiko. Senada, Pengurus KKMP Utan Panjang, Purwanto (45), memaparkan bahwa koperasinya lebih berfokus pada penyediaan bahan pokok harian dan mengangkat usaha warga lokal.
Baca Juga:
"Fokus kami di KKMP Utan Panjang adalah menyuplai kebutuhan dasar seperti beras dan minyak goreng untuk pengecer. Selain itu, kami juga bertindak sebagai offtaker (penyerap) untuk produk-produk UMKM makanan olahan warga. Jadi, ekosistem ekonomi kelurahannya benar-benar berputar," tutur Purwanto. Misalnya, kata dia, banyak warga di Kelurahan Utan Panjang yang memiliki usaha produksi makanan rumahan. Produk-produk rumahan itu pun akan dipasarkan ke khalayak yang lebih luas melalui KKMP.
"Ada usaha kayak peyek, terus ada usaha makanan olahan jengkol, sayur-mayur. Rata-rata makanan rumahan, itu untuk kita coba masukkan ke dalam kegiatan unit usaha koperasi," jelasnya.(int)
Bahlil Lahadalia, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku ke depan tak ada lagi aksi pemadaman listrik. Benarkah?
Bisnis 17 menit lalu
Kepastian ini diraih setelah salah satu tuan rumah turnamen akbar tersebut memetik kemenangan tipis atas Korea Selatan dalam laga sengit ya
Sport 36 menit lalu
Penyidik disebut meringsek masuk ke dalam kamar pribadi Roy dan istri. Menurut Khozinudin, tindakan ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuas
Peristiwa 41 menit lalu
Acosta menjelaskan, satu dekade lalu, pebalap hebat bisa memenangkan balapan hanya dengan motor biasabiasa saja. Namun, saat ini, fenomena
Sport 53 menit lalu
Nilai tukar Rupiah dilaporkan melemah seiring prospek kenaikan suku bunga The Fed
Bisnis satu jam lalu
Pemko Pematangsiantar memperbaiki jalan berlubang yang berada di Simpang Jalan S Parman dan Jalan Sangnaualuh.
Sumut 2 jam lalu
Polda Metro menangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa, Refly Harun melayangkan protes keras menuding polisi tak profesional.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Cuaca kota Medan hari ini diprakirakan diguyur hujan sedang untuk sebagian besar wilayah kecamatan.
Medan 3 jam lalu
Nilai Tukar Rupiah Jumat pagi ini dilaporkan melemah lagi menjadi Rp17.845 per Dolar AS.
Bisnis 3 jam lalu
Kapolda Sumut Mutasi Sejumlah Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba, Berikut Daftar Namanya
Medan 5 jam lalu