Pagi Nanti: Argentina Vs Tanjung Verde, Ambisi Messi Hentikan Kisah Dongeng Blue Sharks
Prediksi Skor Argentina Vs Tanjung Verde di 32 Besar Piala Dunia 2026 Lionel Messi dkk Bakal Hentikan Kisah Dongeng Blue Sharks
Sport 43 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - Dalam urusan mempertahankan jabatan di Indonesia, uang dan beking biasanya berjalan seiring. Karena itu, jika ada pejabat yang bisa bertahan lama menduduki posisinya, biasanya tak lepas dari dua syarat tersebut.
Salah satu pejabat di tanah air yang tetap kokoh di posisinya dan paling disorot adalah Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo. Sudah lebih lima tahun pria yang akrab disapa Darmo itu menjabat, posisinya tak juga tergoyahkan.
Meski banyak sorotan negatif menerpanya, Darmo tetap bertahan. Mulai dari kekayaan yang melonjak tajam, blackout listrik di sejumlah wilayah yang terus berulang, pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi, hingga rusaknya meritokrasi di PLN yang sudah terungkap ke publik, semuanya tak mampu menumbangkannya. Mungkin karena dia (Darmawan Prasodjo-red) mampu memenuhi dua syarat itu.
Baca Juga:
Faktanya, pada RUPS dadakan yang digelar pada Kamis malam, 18 Juni 2026 lalu, Darmo terpilih lagi menjadi orang nomor satu di perusahaan setrum yang memonopoli sistem kelistrikan tanah air tersebut. Dan itu terjadi di saat Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir.
Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira mengungkapkan, terlepas dari kontroversioal yang terjadi, Darmawan Prasodjo ternyata terlalu kuat untuk dilengserkan dengan berbagai kasus yang menerpanya.
Baca Juga:
"Ya kita tidak tahu dimana kekuatannya, tapi yang jelas Darmawan Prasodjo itu salah satu pejabat kuat di tanah air saat ini. Bahkan isunya, dia mempunyai pengaruh besar di PLN dalam urusan mengutak atik posisi Direksi yang sebenarnya menjadi wewenang BP BUMN dan Danantara yang kita nilai seperti macan ompong khususnya menyangkut PLN," ujar Yudhistira di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Padahal, di saat pemadaman listrik bergilir yang saat ini melanda Kalimantan, banyak pihak yang menyerangnya. Tapi mantan Deputi I KSP era Jokowi itu tetap bergeming dan tidak terusik sedikitpun.
"Pengaruh besar Darmo itu bisa terlihat jelas ketika dia bisa menempatkan orang-orangnya di posisi Direksi dan mengubah nomenklatur misalnya untuk jabatan Wadirut PLN. Dulu ada posisi itu dan itu Darmo yang mendudukinya. Tapi setelah dia naik jadi Dirut, posisi itu dihapus. Nah sekarang nomenklatur kembali diubah saat dia menempatkan rekannya Yusuf Didi Setiarto sebagai Wadirut PLN. Hebatkan," bebernya.
Dalam urusan Cengkraman di instansi plat merah,lanjut Yudhis, ia menilai lebih kuat Darmawan Prasdodjo dibandingkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebenarnya posisinya sebagai atasan Darmo untuk urusan energi di tanah air.
"Buktinya simpel saja, Bahlil yang katanya melibatkan aparatur lain seperti BIN dan Kejagung untuk menyelidiki kasus krisis baru bara untuk PLTU, sampai sekarang juga belum terlihat hasilnya," tutur Yudhis.
Prediksi Skor Argentina Vs Tanjung Verde di 32 Besar Piala Dunia 2026 Lionel Messi dkk Bakal Hentikan Kisah Dongeng Blue Sharks
Sport 43 menit lalu
Pemprov Sumut Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis.
Sumut 55 menit lalu
Kornas ReLUN Tetapkan Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN Seumur Hidup!
Inter-Nasional satu jam lalu
Ruang kerja Bupati Langkat, Syah Afandin disegel KPK, Jumat (3/7/2026).
Medan satu jam lalu
AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI Di Medan, Sinergi PusatDaerah Diperkuat Untuk Wujudkan Kota Tangguh.
Medan 2 jam lalu
Drama VAR! Portugal Singkirkan Kroasia, 3 Gol Dianulir dan Penalti Ronaldo Tuai Polemik.
Sport 2 jam lalu
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 12 jam lalu
Kejutan Forkopimcam mewarnai Perayaan HUT Bhayangkara ke80 di Polsek Simpang Empat
Sumut 12 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rangkaian Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.
Medan 13 jam lalu
Modus &lsquoKawin Pesanan&rsquo ke Tiongkok Terbongkar, Mafirion Buru Sindikat Internasional.
Politik 13 jam lalu