Senin, 12 Oktober 2026
Pesan di HUT ke-80 Bhayangkara

Presiden Prabowo Minta Polri Kawal Kerukunan Umat dan Toleransi

P. Silalahi - Sabtu, 04 Juli 2026 17:30 WIB
Presiden Prabowo Minta Polri Kawal Kerukunan Umat dan Toleransi
kemenag.go.id
Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar tetap mengawal kerukunan umat dan toleransi.

POSMETRO MEDAN- Presiden Prabowo Subianto menegaskan hakikat keamanan nasional yang sejati tidak hanya diukur dari ketiadaan tindak kejahatan, melainkan dari adanya rasa aman dan jaminan bagi masyarakat, termasuk untuk dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Hal ini disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Hadir langsung menyaksikan jalannya upacara, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar.

Baca Juga:

"Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, perusahaan berani berinvestasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing," ujar Presiden Prabowo seperti disiarkan kemenag.go.id yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Sabtu 4 Juli 2026.

Menurut Presiden, ekosistem yang kondusif dan penuh rasa saling menghormati antar-pemeluk agama merupakan salah satu kekuatan utama stabilitas keamanan Indonesia yang harus terus dijaga secara kolektif.

Baca Juga:

Guna mewujudkan hal ini, Presiden menginstruksikan Polri untuk memperkuat sinergisitas dengan berbagai elemen terutama kementerian/lembaga terkait, salah satunya Kementerian Agama termasuk para ulama dan tokoh masyarakat.

"Perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama lembaga pemerintah lainnya, bersama tokoh masyarakat, bersama ulama, akademisi, dan media," tegas Presiden.

Presiden juga menyoroti penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada kemanusiaan. Presiden menginstruksikan bahwa masyarakat wajib mendapatkan perlindungan, serta menuntut aparat untuk melayani setiap warga yang mencari kebenaran dan keadilan.

"Orang yang benar harus merasa aman, orang yang bersalah harus bertanggung jawab," pungkasnya.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Melihat dari Dekat Sosok Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Terlama Sejak Era Reformasi
Gubernur Bobby Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
Wakil Presiden RI Kunjungi Agnesia Korban Keracunan MBG di Berastagi
Presiden Prabowo Perintahkan 1.000 Perwira TNI dan Polri untuk Edukasi Warga Terkait Bahaya Bakar Lahan
Budi Arie: Insting Saya Ini Lebih Cepat dari 2029
komentar
beritaTerbaru