Selasa, 21 Juli 2026

Jelang HUT Ke-81 RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera

Faliruddin Lubis - Selasa, 21 Juli 2026 06:21 WIB
Jelang HUT Ke-81 RI, Hutama Karya Kebut Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera
IST
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Aceh dan Sumatera.

Di Provinsi Aceh, Hutama Karya tengah melaksanakan sejumlah proyek penanganan tanggap darurat pada Ruas PPK 3.3 Aceh, Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, serta Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.

Penanganan meliputi pekerjaan dinding penahan tanah, box culvert, buis beton, bored pile, jembatan rangka baja, hingga perlindungan lereng pada sejumlah titik longsoran dan kerusakan jalan.

Baca Juga:

Pada Proyek Penanganan Tanggap Darurat Ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 telah mencapai 30,46% dengan penanganan pada 26 titik longsoran dan dua titik penanganan jembatan.

Sejumlah titik prioritas telah selesai dan berfungsi, sementara beberapa titik lainnya ditargetkan fungsional pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Baca Juga:

Proyek ini diharapkan mampu memulihkan akses masyarakat sekaligus mencegah terjadinya longsoran berulang pada titik-titik terdampak.

Pada Proyek Penanganan Tanggap Darurat Ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues–Blangkejeren, progres pekerjaan hingga Juni 2026 telah mencapai 22,41% dengan penanganan pada 23 titik yang tersebar di ruas Aceh Tengah–Blangkejeren dan Blangkejeren–Aceh Tenggara.

Pekerjaan meliputi pemasangan buis beton, beton siklop, dinding penahan tanah, serta timbunan pilihan untuk memperkuat badan jalan dan lereng pada wilayah rawan longsor.

Beberapa titik prioritas seperti Palok dan Ramung ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus 2026 guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tersebut.

Pada Proyek Penanganan Tanggap Darurat Ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, progres pekerjaan hingga minggu kedua Juli 2026 telah mencapai 43,00% dengan penanganan pada enam titik yang terdiri atas dua jembatan dan empat titik longsoran, yakni Jembatan Lawe Mengkudu, Bener Berpapah, Lawe Ger-Ger, Jembatan Penanggalan, Ketambe, dan Cafetingir. Salah satu fokus utama proyek ini adalah penyelesaian Jembatan Lawe Mengkudu yang ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara dan sekitarnya.

Hingga saat ini, sejumlah pekerjaan utama seperti box culvert, soldier pile, bored pile, dinding penahan tanah, serta timbunan telah menunjukkan progres yang positif sesuai tahapan pelaksanaan.

Tags
beritaTerkait
Kadis SDABMBK Pimpin Rapat Progres dan Penyelesaian AGHT Pembangunan Sistem Transportasi Massal
BI Investment Day Digelar di Medan, Bobby Nasution Bahas Penguatan Investasi
Pendidikan Bintara Polri TA 2026 di SPN Hinai Dimulai, Wakapolda Sumut Tekankan Moral, Integritas dan Pelayanan
Wagub Sumut Dengarkan Mimpi Anak-anak Nias, Dorong Revitalisasi UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli
Horas Hamuna! Bhayangkari Polda Sumut Ramaikan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 di JICC
Oknum Polisi Rampok Toko Emas, Sempat Terdengar Suara Letusan Tembakan
komentar
beritaTerbaru