Kamis, 30 Juli 2026

Sudaryono Mengaku Tak Mau Terima Tamu di Kantor Terkait Dapur MBG

P. Silalahi - Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB
Sudaryono Mengaku Tak Mau Terima Tamu di Kantor Terkait Dapur MBG
JPNN
Sudaryono.

POSMETRO MEDAN- Sudaryono baru satu minggu menjabat Kepala Badan Gizi Nasional ketika ia menggelar konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu 29 Juli 2026.

Di sana ia mengumumkan kebijakan yang terdengar sederhana tapi memiliki konteks yang sangat berat: ia menolak menerima tamu dari kalangan pengelola dapur, mitra, maupun pemasok program Makan Bergizi Gratis di ruang kerjanya.

"Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier-lah, dia entah apalah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya," kata Sudaryono, seperti dirangkum dari sebuah postingan anonim facebook @desas desus cerdas yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 29 Juli 2026.

Baca Juga:

Alasannya bukan karena ia mencurigai semua tamu punya niat buruk.

"Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis, tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah," ujarnya.

Baca Juga:

Konteks di balik kebijakan ini tidak bisa dilepaskan dari apa yang menimpa para pendahulunya. Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN — Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung — kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.

Salah satu pola yang terungkap dalam penyidikan: banyak SPPG ditunjuk karena memiliki afiliasi dengan petinggi BGN, dan istri Lodewyk sendiri diakui mengelola SPPG di Manado yang proses verifikasinya dilakukan Sony Sonjaya. Sidang praperadilan pada hari yang sama menghadirkan saksi yang mengkonfirmasi hal itu.

Sudaryono juga meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu BGN hari itu — sebuah kanal resmi bagi semua pihak yang ingin berkomunikasi dengan lembaga tanpa harus menemui pejabatnya secara langsung. Ia memperluaskan aturan ini ke seluruh jajaran: tidak hanya dirinya, tetapi pejabat eselon 1 dan eselon 2 juga dilarang keras menerima pihak berkepentingan secara diam-diam. "Semuanya harus direspon dengan cara yang proper, yang baik," tegasnya.

Sudaryono juga sudah memecat 261 pegawai non-ASN yang tidak disiplin dan menutup permanen 833 SPPG yang bermasalah sejak ia menjabat pekan lalu. Ia menegaskan dirinya maupun keluarganya tidak memiliki SPPG satu pun.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Perhatian! 833 Dapur MBG Ditutup Permanen, 98 Unit di Wilayah Sumatera
Dituding Mengundurkan Diri Terkait Proses Hukum, Nanik S Deyang: Saya ‘Mbahnya’ Wartawan
Kejati Sumut Buka Kesempatan Warga untuk Laporkan Pungli di Program MBG
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang, Berobat ke LN Jadi Alasan Kabur?
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik yang Mundur
Tim Dokkes Polres Simalungun Pastikan Keamanan Ribuan Porsi Makanan Program Makan Bergizi Gratis
komentar
beritaTerbaru