Jumat, 07 Agustus 2026

Setahun Setelah Stroke, Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Dunia Wing Walk

Faliruddin Lubis - Jumat, 07 Agustus 2026 10:28 WIB
Setahun Setelah Stroke, Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Dunia Wing Walk
X@KoreAgenda
Betty Bromage, 97 tahun, pecahkan rekor dunia sendiri sebagai perempuan tertua yang melakukan wing walk, setahun setelah stroke.

POSMETRO MEDAN, Inggris-- Betty Bromage, seorang nenek berusia 97 tahun dari Cheltenham, Gloucestershire, Inggris, kembali mengukir sejarah dengan memecahkan rekorGuinness World Records miliknya sendiri sebagai perempuan tertua di dunia yang melakukan wing walk (berdiri di atas sayap pesawat yang sedang terbang).

Prestasi tersebut diraih pada Selasa, 4 Agustus 2026, di RFC Rendcomb Airfield, Cirencester. Menurut Guinness World Records, Betty (lahir 12 Maret 1929) saat itu berusia 97 tahun lebih. Ia melampaui rekor sebelumnya yang ia cetak sendiri pada 2022 saat berusia 93 tahun.

Ini merupakan wing walk keenam Betty sejak pertama kali mencoba tantangan ekstrem tersebut pada usia 87 tahun sekitar 2016. Aksi terbarunya tidak hanya untuk memecahkan rekor, tetapi juga untuk menggalang dana bagi unit stroke di Cheltenham General Hospital, tempat ia dirawat setelah mengalami stroke pada Agustus 2025. Stroke tersebut masih memengaruhi kemampuan bicaranya, meski kondisi tubuhnya secara keseluruhan tetap baik.

Baca Juga:

"Mereka (tim rumah sakit) merawat saya dengan sangat baik. Stroke memengaruhi kata-kata saya, tapi bagian tubuh lainnya baik-baik saja," kata Betty. Ia menambahkan bahwa jika tidak melakukan tantangan seperti ini, ia akan mudah bosan.

"Saya tidak bisa menyetir, tidak bisa melihat dengan baik, dan jadi frustrasi. Jadi saya ingin melakukan hal-hal yang masih bisa saya lakukan."

Baca Juga:

Penerbangan terbarunya, yang diselenggarakan oleh AeroSuperBatics, mencakup manuver seperti barrel roll dan loop, dengan kecepatan hingga sekitar 150 mph (sekitar 241 km/jam) di ketinggian 3.000 kaki. Betty mengaku kesulitan terbesarnya justru saat naik ke sayap pesawat karena tubuhnya yang relatif pendek. Setelah itu, ia merasa nyaman.

Betty, mantan perawat anak yang tinggal di fasilitas assisted living Pegasus Homes, mulai menyukai olahraga ekstrem setelah suaminya Donald meninggal pada 2004 dan ia pindah ke hunian lansia. Selain wing walk, ia pernah mencoba zipline terpanjang di Eropa di Snowdonia dan turun dari gedung tinggi di Cheltenham.

Meski usianya mendekati satu abad dan memiliki keterbatasan penglihatan serta mobilitas, Betty tetap bersemangat mencoba tantangan baru selama ia mampu. "Saya harus memikirkan sesuatu yang spesial saat berusia 100 tahun," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa di usia senjanya, ia berhak melakukan apa yang diinginkannya.

Donasi dari aksi ini akan digunakan untuk peralatan yang mendukung pasien dan staf di unit stroke rumah sakit setempat. Prestasi Betty menjadi inspirasi bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif dan berkontribusi.(BBS)

Tags
beritaTerkait
Nenek Boru Sinaga Ditemukan Meninggal Dunia, Wajah Berlumuran Darah
Duh! Seorang Anggota Polisi Terlibat Perkara Tewasnya Nek Nurlis di Tanjung Morawa
Nenek-nenek Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Kamar Rumahnya
Rumah Zakat Medan Bantu Dafa, Remaja Penyandang Epilepsi yang Diasuh Neneknya
Magis Bang Messi Belum Habis! 2 Assist Kubur Impian Inggris
Sejarah! Spanyol vs Argentina di Final, 2 Raja Bakal Adu Kekuatan
komentar
beritaTerbaru