Selasa, 31 Maret 2026

Hargai Hak Prerogatif Presiden, Reshuffle Kabinet Dinilai Langkah Tepat

Administrator - Senin, 15 September 2025 08:20 WIB
Hargai Hak Prerogatif Presiden, Reshuffle Kabinet Dinilai Langkah Tepat
IST
Kordinator Nasional Taring Prabowo - Macan Asia, Hanief PW

POSMETRO MEDAN,Jakarta- Reshuffle kabinet merah putih merupakan hal yang tepat dilakukan dalam situasi dan kondisi gejolak politik yang memanas.

Ada tiga hal dampak positif yang dapat diamati, pertama mendorong stabilitas politik dan kemanan dalam negeri, meningkatkan optimisme dan keyakinan masyarakat, serta membangun kembali legitimasi pemerintah.

Hal ini disampaikan Kordinator Nasional Taring Prabowo - Macan Asia, Hanief PW, di Jakarta, Jum'at (12/09/25).

Baca Juga:

"Reshuffle kabinet ini merupakan sinyal kuat, bahwa Presiden Prabowo sangat serius dan fokus melakukan perbaikan, pembangunan dan mendengarkan aspirasi rakyat," terangnya.

Menurutnya, ada tiga faktor utama dalam reshuffle kabinet, pertama kinerja yang tidak optimal kedua, kepentingan politik untuk meredam ketidakpuasan publik, dan ketiga, alasan yuridis ketika pejabat terjerat kasus hukum.

Baca Juga:

"Pasti ada penilaian tersendiri oleh Presiden tentang kinerja dan hal-hal yang dapat memberatkan kerja-kerja ke depan," katanya.

Lebih lanjut menurutnya, peningkatan optimisme dan keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia maju semakin terbuka.

"Kami menilai ada respon yang positif di masyarakat terkait kebijakan resaffel oleh Presiden, yang berdampak menguatnya legitimasi yang sangat kuat pada kepepemimpinan presiden Prabowo sebagai Macan Asia. Kebijakan yang tegas ini membuat angin segar bagi rakyat Indonesia," katanya.

Meskipun menurutnya, ada sebagian kelompok merasa tidak senang atas reshuffle tersebut dan mencoba mengaitkan dengan jasa politik.

"Harus adil kita melihatnya, jangan membangun narasi seolah-olah mendeskreditkan perjuangan politik Prabowo," katanya.

Di Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi-Jusuf Kala 53,13 % dan Prabowo-Hatta 46,84 %. Pilpres 2019 perolehan suara Jokowi-Makruf 55,50 % dan Prabowo-Sandiga 44,50 %.

Pilpres 2024 perolehan suara Prabowo-Gibran 58,59 %, Anies-Muhaimin 24,95 % dan Ganjar-Mahfud 16,47 %. Dari perolehan suara dari tahun 2014-2024 siapapun wakilnya Prabowo sudah memiliki investasi suara diatas 44 persen.

Jika kita melihat perolehan suara Prabowo 2019 dan 2024 maka ada selisih suara -+14 % artinya pengaruh Jokowi dan Gibran hanya -+14 %, jauh lebih rendah di bandingkan dengan perolehan suara Anies-Muhaimin 24,95 % dan

Ganjar-Mahfud 16,47 %

"Jadi Prabowo mau dipasangkan sama siapapun, potensi menangnya memang sangat besar, karena investasi suaranya sudah diatas 44 persen sejak pilpres 2014, gak usah klaim yang berlebihan atas jasa politik," pungkasnya (RED)

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan: Operasi Ketupat Toba 2026 Berjalan Sukses
Prabowo Kunjungi Aceh, Salat Id Bersama Warga Aceh Tamiang
Prabowo Minta Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Diusut: Ini Terorisme!
Tak Telawan..! Prabowo Sor Kena Umbang Donald Trump
Tepat Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati-Wabup Resmikan Kantor Damkar Deli Serdang
Setahun Oloan-Rebecca, Indra Nainggolan: Masyarakat Inginkan Program Solutif Bukan Konflik
komentar
beritaTerbaru