Rabu, 01 April 2026

Rico Waas Paparkan 9 Isu Strategis Kota Medan Di Forum Eksekutif Nasdem

Administrator - Kamis, 16 Oktober 2025 05:58 WIB
Rico Waas Paparkan 9 Isu Strategis Kota Medan Di Forum Eksekutif Nasdem
Ist
Wali Kota Medan Rico Waas pada pertemuan forum ekekutif Nasdem di Jakarta bersama ketua Surya Paloh

POSMETRO MEDAN, Medan -

Wali Kota Medan Rico Waasmemaparkan berbagai kondisi dan 9 isu strategis Kota Medan di forum ekekutif Nasdem di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Jakarta, Selasa (14/10/2025)

Selain Rico Waas, forum ini juga dihadiri para kepala daerah lain dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum yang berjalan dengan suasana akrab dan penuh diskusi ini, dihadiri langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekjen Hermawi F. Taslim.

Ketika diberikan kesempatan memberikan pemaparan, Rico Waas menyampaikan beberapa isu utama Kota Medan, mulai dari pengendalian banjir, penyediaan lapangan kerja, hingga peningkatan pelayanan kesehatan.

Di forum ini juga, orang nomor satu di Pemko Medan ini, mendengarkan paparan dari kepala daerah lain tentang tantangan di daerah masing-masing. Karenanya, forum ini dinilainya menjadi momentum penting untuk bertukar pikiran dan memperkuat kolaborasi lintas daerah demi kemajuan Indonesia, khususnya Kota Medan.

Menurut Rico Waas, pembangunan Kota Medan bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga menyangkut kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat.

"Kita perlu sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat agar pembangunan berjalan berkelanjutan," kata Rico Waas.

Ada sembilan isu strategis dikupas oleh Rico Waas, yang saat ini menjadi fokus pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.

Isu pertama, ungkap Rico Waas, masalah banjir rob di Belawan, yang hingga kini masih menjadi prioritas besar. Pemerintah mendorong sinergi dengan BBW Sumatera II untuk membangun tanggul di kawasan pesisir seperti Nelayan Indah, Belawan Sicanang, Labuhan Deli, dan Bagan Deli.

Kedua, kata Rico Waas, krisis air bersih di Medan Utara. Sebanyak 20 persen warga belum mendapatkan akses air minum layak. Dikatakannya, Pemerintah mempercepat proyek SPAM Regional Mebidang yang akan menyalurkan air curah 750 liter per detik ke sepuluh kecamatan.

Yang ketiga, lanjut Rico Waas, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan. Saat ini Medan sudah memiliki 60 bus listrik dan menargetkan 515 unit pada 2028. Namun, biaya operasional tinggi menjadi tantangan besar. Dia mendorong adanya subsidi operasional dari Pemerintah Pusat serta kolaborasi sektor swasta.

Selanjutnya yang keempat, Rico Waas menyampaikan, penyediaan lapangan kerja dan investasi. Menurutnya, Medan membutuhkan kewenangan lebih besar untuk mengawasi investasi agar benar-benar menyerap tenaga kerja lokal.

Lalu Kelima, Rico Waas mengungkapkan, masalah narkoba yang masih menjadi ancaman serius. Ia menekankan pentingnya pembentukan BNN Kota Medan dan program edukasi berbasis komunitas.

Isu sosial lain seperti tawuran remaja juga mendapat perhatian. "Kami ingin memperkuat peran Satlinmas di seluruh kelurahan dan membangun program pembinaan yang kami sebut Operasi Kasih Sayang," paparnya.

Selain itu, Rico Waas juga menyampaikan, peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas dengan penambahan tenaga dokter, penanganan TBC dan HIV/AIDS, serta kerja sama BPJS melalui skema UHC.

Isu kedelapan, bilang Rico Waas, soal perlindungan jaminan sosial, yang menekankan pentingnya pemadanan data bantuan agar tepat sasaran. Terakhir yang kesembilan, imbuhnya, penguatan BUMD agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.(ATN)

Editor
: Evi Tanjung
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru