Polsek Pantai Labu Gelar Patroli Antisipasi Peredaran Narkoba di Wilayah Rawan
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Tenaga kerja merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Dalam daftar yang dirilis World Bank, Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan jumlah tenaga kerja terbesar di dunia.
Berikut 10 negara dengan jumlah tenaga kerja terbanyak di dunia pada tahun 2024:
1. China: 773.879.678
2. India: 607.691.498
3. Amerika Serikat: 174.173.594
4. Indonesia: 143.143.940
5. Nigeria: 113.349.564
6. Brasil: 106.790.403
7. Pakistan: 83.643.815
8. Bangladesh: 77.355.168
9. Rusia: 72.516.535
10. Jepang: 69.382.089
Asia Mendominasi
Asia merupakan rumah bagi dua negara dengan tenaga kerja terbesar di dunia: China (774 juta) dan India (608 juta).
Jika digabungkan, kedua negara ini mewakili lebih dari 40 persen dari seluruh pekerja di dunia, yang menegaskan betapa pentingnya Asia bagi sektor manufaktur dan jasa global, mengutip Visual Capitalist.
Amerika Serikat menempati posisi ketiga dengan 174 juta tenaga kerja.
Meskipun banyak negara berpenghasilan tinggi menghadapi tantangan demografi yang menua, AS tetap mempertahankan pasar tenaga kerja yang dinamis berkat arus imigrasi dan dominasi sektor jasa.
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Tenaga Kerja
Mengutip World Atlas, terdapat beberapa faktor utama yang membuat negara-negara dalam daftar di atas memiliki jumlah tenaga kerja besar.
Selain populasi, faktor lain seperti distribusi usia, tingkat pendidikan, serta partisipasi kaum muda dan perempuan juga menjadi penentu utama.
Di Amerika Serikat, seseorang bisa memasuki dunia kerja sejak usia 15 tahun.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, banyak pelajar SMA dan mahasiswa memilih menunda bekerja untuk fokus mengejar pendidikan terlebih dahulu.
Meski ada sebagian yang bekerja sambil kuliah, persentase siswa yang bekerja dalam dekade terakhir terus menurun.
Sementara itu di India, harapan terhadap generasi muda jauh lebih tinggi.
Masuknya kelompok usia muda ke dunia kerja dianggap sebagai peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat produktivitas nasional.
Pemerintah India menilai bahwa meningkatnya partisipasi generasi muda akan mempercepat lahirnya inovasi dan kreativitas yang bermanfaat bagi kemajuan negara.
Tenaga Kerja Migran
Faktor lain yang turut memperbesar jumlah tenaga kerja global adalah pekerja migran, individu yang bekerja di luar negara asalnya.
Negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat umumnya juga memiliki jumlah pekerja migran tinggi.
Di China, sebagian besar pekerja migran berusia antara 40 hingga 55 tahun. Mereka banyak bekerja di sektor pedesaan maupun konstruksi.
Sementara di Amerika Serikat, terdapat sekitar 1–3 juta pekerja pertanian migran, mayoritas berasal dari Meksiko.
Setiap tahun, mereka berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan menggarap lahan pertanian di berbagai wilayah.
Usia rata-rata pekerja migran di AS sekitar 30 tahun, dan sebagian besar adalah laki-laki yang bekerja sendiri serta rutin mengirimkan uang ke keluarga di negara asal.
India juga memiliki populasi pekerja migran besar, yang umumnya berpindah dari satu proyek ke proyek lain untuk mencari pekerjaan di sektor pertanian.
Lingkungan Kerja yang Terus Berubah
Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang mengubah wajah dunia kerja dengan sangat cepat.
Meski demikian, sektor pertanian tetap krusial bagi keberlanjutan ekonomi global. Tanpa mereka yang bersedia mengisi pekerjaan tradisional, banyak negara akan kesulitan menjaga pasokan pangan.
Seiring generasi muda memasuki dunia kerja dan menentukan arah kariernya, muncul ide-ide baru yang berpotensi memajukan masyarakat global secara lebih luas.
Apa pun bentuk pekerjaan yang dijalani, setiap individu yang bekerja berkontribusi dalam menopang fondasi masyarakat modern.
(wan/tribunnews/bbs)
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Polsek Pantai Labu, Polresta Deli Serd
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan membuktikan eksistensinya sebagai pelayan masyarakat melalui aks
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Perang terhadap narkoba terus digencarkan Polda Sumut. Dalam dua hari penindakan sejak 13 Mei 2026 hingga 14 Mei 2026
Kriminal 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah memburu hingga ke pelosok perkebunan sawit di Provinsi Jambi, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum
Kriminal 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LABUHANBATU UTARA Warga Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyampaikan apr
Kriminal 11 jam lalu
Becak Rusak di Tengah Jalan, Herman Menangis Haru Dapat Bantuan dari GRIB Jaya Medan dan Gojek Medan Peduli.
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Bayu Wicaksono, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan mahasiswi di Audito
Medan 12 jam lalu
Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat.
Sumut 12 jam lalu
Polda Sumut melalui Ditreskrimsus menyita 9 aset Andi Hakim Febriansyah jadi tersangka penggelapan uang jemaat Katolik Paroki Aek Nabara.
Medan 14 jam lalu
Daur Ulang Sampah Plastik di Pakistan Jadi Pipa Bernilai Ekonomi.
Inter-Nasional 16 jam lalu