Minggu, 02 Agustus 2026

DPR RI Angkat Topi untuk Polri: 197 Ton Narkoba Disapu Bersih, 51 Ribu Pelaku Tumbang di Bawah Palu Hukum

Administrator - Senin, 27 Oktober 2025 23:26 WIB
DPR RI Angkat Topi untuk Polri: 197 Ton Narkoba Disapu Bersih, 51 Ribu Pelaku Tumbang di Bawah Palu Hukum

POSMETRO MEDAN, Medan - Perang Polri melawan narkoba tahun ini tak sebatas slogan. Dilansir dari (Bidhumas Polri Aceh), Aparat kepolisian mencatat prestasi menggetarkan, 38.934 kasus berhasil diungkap, 197,71 ton berbagai jenis narkotika disita, dan lebih dari 51 ribu pelaku ditangkap hanya dalam kurun Januari hingga Oktober 2025.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik dingin. Di balik setiap gram barang bukti yang disita, terselip cerita panjang tentang operasi lintas provinsi, yang bekerja senyap, dan taruh nyawa anggota di lapangan. Hasilnya kini berbuah pengakuan terbuka dari lembaga legislatif.

Nasir Djamil, anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, yang angkat suara paling keras. Dalam rapat bersama mitra kerja Polri pekan ini, Nasir menyebut capaian tersebut sebagai "lonceng kemenangan tahap awal" dalam perang panjang melawan jaringan narkotika internasional.

"Ini bukan capaian biasa. Polri menunjukkan komitmen nyata menjaga masa depan bangsa. Tapi, keberhasilan ini juga pengingat keras bahwa sindikat narkoba masih hidup dan beroperasi dengan rapi," ujarnya tegas.

Nasir menilai, kerja besar ini tidak boleh berhenti di tataran penindakan.

Negara, katanya, perlu meningkatkan dukungan struktural terhadap Polri mulai dari pelatihan intensif, peningkatan anggaran lapangan, hingga penyediaan teknologi penelusuran modern yang mampu membongkar jejaring narkotika lintas negara.

Pernyataan itu menggema kuat di ruang rapat DPR, menandai pengakuan formal terhadap totalitas Polri dalam menegakkan hukum. Ia juga menautkan perjuangan Polri dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya pada poin ketujuh tentang upaya menyeluruh memberantas narkoba hingga ke akar.

Namun di balik apresiasi itu, terselip refleksi tajam, perang melawan narkoba tak pernah benar-benar usai.

Setiap kali satu jaringan tumbang, dua lainnya lahir dengan wajah baru dan strategi berbeda.

Polri, dengan segala keterbatasannya, dituntut terus bergerak cepat di medan yang terus berubah.

"Perjuangan ini bukan hanya tugas aparat, tapi juga panggilan moral seluruh bangsa," ujar Nasir, menutup pernyataannya.

Divisi Humas Polri melalui keterangan resminya menegaskan, upaya pemberantasan akan terus ditingkatkan tanpa kompromi.

Dengan semangat Totalitas Tegakkan Hukum, kepolisian memastikan perang melawan narkotika tidak berhenti di angka saja, tapi menyentuh akar sosial, pendidikan, hingga ekonomi yang melahirkan pengguna baru.

Operasi terarah masih terus berlangsung di sejumlah titik rawan peredaran gelap, termasuk jalur laut Aceh dan Sumatera Utara dua wilayah yang kerap dijadikan pintu masuk utama penyelundupan barang haram dari luar negeri.

Capaian Polri sepanjang tahun ini menjadi pesan kuat bagi para bandar dan jaringan lintas batas negara tidak akan menyerah, dan hukum akan terus menelusuri jejak mereka, sejauh apa pun mereka bersembunyi.(erni)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru