Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Diganti, Jadi Muhammad Bintang Gemilang Subianto
Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Resmi Diganti, Jadi Muhammad Bintang Gemilang Subianto.
Inter-Nasional 4 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Gubernur Riau Abdul Wahid bisa-bisanya memeras anak buah demi rencana bisa pergi ke tiga negara. Abdul Wahid mengancam anak buahnya harus nurut satu 'matahari' yaitu dirinya sendiri bila tidak mau dimutasi.
Abdul Wahid, Kadis PUPR Riau M Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap para bawahan di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Riau. Mereka sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
KPK mengungkap kasus ini berawal dari pertemuan antara Sekdis PUPR Riau Ferry Yunanda dengan enam kepala UPT wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP pada Mei 2025. Saat itu, menurut KPK, Ferry dan para kepala UPT membahas pemberian fee kepada Abdul Wahid sebesar 2,5 persen.
Fee itu diduga terkait penambahan anggaran pada UPT Jalan dan Jembatan wilayah I-VI Dinas PUPR Riau dari Rp 71,6 miliar menjadi Rp 177,4 miliar. Ferry kemudian melaporkan hasil pertemuan ke Kadis PUPR Riau Arief.
Namun, kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Arief yang merepresentasikan Abdul Wahid meminta fee 5 persen atau sekitar Rp 7 miliar. Singkat cerita, para pejabat di PUPR Riau menjalankan permintaan itu. KPK menyebut ada ancaman pencopotan bagi pejabat yang tak mematuhi permintaan Abdul Wahid yang mereka sebut 'jatah preman'.
"Bagi yang tidak menuruti perintah tersebut, diancam dengan pencopotan ataupun mutasi dari jabatannya. Di kalangan Dinas PUPR PKPP Riau, permintaan ini dikenal dengan istilah 'jatah preman'," kata Johanis Tanak dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan.
KPK menduga duit itu akan dipakai Abdul Wahid untuk keperluan pribadinya. Salah satunya ialah keperluan saat lawatan ke luar negeri.
"Nah, untuk kegiatannya apa saja, ini macam-macam kegiatannya. Jadi, untuk keperluan yang bersangkutan. Makanya dikumpulinnya di Tenaga Ahlinya," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di KPK.
Abdul Wahid disebut akan pergi ke Inggris, Brasil, dan Malaysia. Meski demikian, Asep tak menguraikan detail apa saja agenda politisi PKB Riau tersebut di negara-negara itu.
Arahan 'Satu Matahari'
Di balik itu, ternyata Abdul Wahid sudah mengancam para bawahannya. Sejak awal menjabat, Wahid mengumpulkan seluruh perangkat daerah yang merupakan bawahannya termasuk Kepala UPT (unit pelaksanaan teknis) di PUPR yang membidangi urusan jalan dan jembatan.
"Jadi awal awal menjabat dia sudah mengumpulkan seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) seluruh dinas dikumpulkan," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.
Saat dikumpulkan, Wahid meminta para bawahannya nurut kepada satu 'matahari' yaitu gubernur itu sendiri. Wahid juga menyampaikan kepala dinas merupakan kepanjangan tangannya, sehingga apa yang disampaikan harus dituruti.
"Saat dikumpulkan itulah yang bersangkutan itu menyampaikan bahwa, mataharinya adalah satu, semua harus tegak lurus pada mataharinya, artinya ada gubernur," kata dia.
"Kepala dinas ini adalah kepanjangan tangan dari gubernur sehingga apapun yang disampaikan kepala dinas itu adalah perintahnya gubernur, disampaikan demikian dan kalau yang tidak ikut atau tidak nurut akan dievaluasi," tambahnya.
Wahid mengancam akan melakukan mutasi hingga pergantian jika bawahan tidak menuruti perintahnya. Kemudian beberapa waktu setelahnya baru ada permintaan uang dari Wahid.
"Jadi sejak awal memang sudah disampaikan seperti itu, nah kemudian di bulan-bulan berikutnya adalah permintaan-permintaan yang penyampaiannya melalui kepala dinasnya," ucapnya.
KPK juga mengamankan mata uang asing pound sterling hingga US dolar dari rumah Abdul di kawasan Jakarta Selatan. Para tersangka dijerat Pasal 12e dan/atau pasal 12f dan/atau pasal 12B UU Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
(wan/bbs)
Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Resmi Diganti, Jadi Muhammad Bintang Gemilang Subianto.
Inter-Nasional 4 menit lalu
Jelang Duel Indonesia vs Timor Leste, Jordi Amat Tekankan Sportivitas.
Sport 27 menit lalu
Menteri Koperasi RI Buka Festival Bunga dan Buah 2026 Kabupaten Karo, Tegaskan Dukung Menuju Event Bertaraf Internasional.
Sumut 37 menit lalu
Piala Presiden 2026 Besok PSMS Medan Vs Persija Jakarta
Sport 59 menit lalu
2 Pria Tewas Usai Saling Serang Pakai Sajam di Karo, Polisi Masih Menyelidiki.
Sumut satu jam lalu
DAMIU yang berSLHS masih 4,01, sebanyak 50,16 diantaranya terpapar EColi
Bisnis satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memulai tahapan pembinaan Calon Paskibraka Tahun 2026 melalui Gladi Pembukaa
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah berbulanbulan bergulir di Pengadilan Negeri Medan, perkara dugaan korupsi penyelenggaraan Medan Fashion Fe
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah berbulanbulan bergulir di Pengadilan Negeri Medan, perkara dugaan korupsi penyelenggaraan Medan Fashion Fe
Peristiwa 4 jam lalu
Ratusan Warga Gerebek Rumah Kos di Kompleks DPR Padangsidimpuan, 39 Orang Diamankan.
Sumut 10 jam lalu