Rabu, 01 April 2026

Kisah Dahsyatnya Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang, Suara Jerit Minta Tolong tak Terhitung

Faliruddin Lubis - Senin, 08 Desember 2025 17:55 WIB
Kisah Dahsyatnya Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang, Suara Jerit Minta Tolong tak Terhitung
Raden Arman/posmetromedan.id
Kondisi di Aceh Tamiang yang porak poranda.

POSMETRO MEDAN, Aceh Tamiang-Suasana mencekam masih menyelimuti langit malam di Aceh Tamiang. Padahal bencanabanjir dan air bah sudah lebih tujuh hari berlangsung sejak 27 November 2025 silam.

Ribuan warga kehilangan keluarga dan harta benda. Hewan ternak juga menjadi korban ganasnya air yang meluncur sambil bersama berton-ton kayu besar.

Baca Juga:

Air bah itu melaju terus dan menabrak semua yang ada di depannya. Tak peduli, sepertinya air sedang menunjukkan amarahnya.

Baca Juga:

Seorang warga Nurdin menceritakan duka yang dialaminya. Hujan melanda kota tempat tinggalnya itu sejak Selasa 25 November tak berhenti hingga puncaknya 27 November.

"Perlahan-lahan air terus naik. Jengkal per jengkal mulai Rabu (26/11/2025) sore. Listrik padam. Kami di Kota Lintang Bawah segera menuju sekolah terdekat. Sekolah ini saksi dan telah selamatkan orang kampung, ratusan orang kampung di sini," kata Nurdin.

Suara minta tolong warga tak terhitung jumlahnya. Dalam suasana gelap, Nurdin bersama warga lainnya juga tak berdaya membantu mereka. Saat itu air terus tinggi dan hujan enggan berhenti.

"Kami sudah berencana menaikkan anak-anak dan perempuan ke atas bumbung sekolah jika air terus naik. Kami sudah berada di lantai dua sekolah, air sudah menutupi seluruh isi di lantai dasar sekolah. Sedangkan orang laki, pintar-pintarlah bertahan, mau berenang atau apalah," ujarnya.

"Suara minta tolong perlahan hilang satu per satu. Entah mereka selamat atau terbawa arus, saya tak tahu. Puncak air itu hadir di Kamis (27/11/2025) dini hari," katanya.

Nurdin mengaku tak bisa keluar dari tempat mengungsi sekitar 2 hari. Empat hari mereka tak mendapatkan makanan layak dan air bersih.

Bahkan Nurdin mengaku harus bersama pemuda lain nyebur ke genangan banjir untuk mencari makanan. Mereka mencari ke rumah-rumah warga, kelas sekolah dan tempat-tempat memungkinkan ada makanan.

"Saya dapat makanan sosis dan beras tergenang. Kami olah dengan air seadanya dan makan dengan nasi saja tanpa lauk. Yang kami utamakan anak dan perempuan. Kami tampung air hujan untuk bertahan, jika tidak hujan, kami minum dengan air yang ada," ujarnya.

Jenazah di RSUD Aceh Tamiang Harus Dihanyutkan

Belasan jenazah ikut terjebak saat peristiwa banjir terjadi. Paramedis berada dalam situasi dilema. Apakah mereka harus menyelamatkan diri sendiri atau selamatkan para pasien.

Rumah sakit pun juga menjadi sasaran air bah. Peralatan medis hanyut terbawa.

"Kalian tahu, informasi yang saya dapat dari rumah sakit, ada beberapa jenazah yang terpaksa dihanyutkan saat banjir. Dengan ijin pihak keluarga yang juga tak bisa lagi mendapatkan akses buat pengurusnya. Sehingga tak ada pilihan selain melepaskan ke arus air," kata sopir RSUD Aceh Tamiang, Fendy kepada posmetromedan.id, saat di posko bencana tak jauh dari Kantor Bupati Aceh Tamiang.

Seorang tim medis di Posko Yayasan Bantuan Maal (YBM) PLN, dr. Jihan Mutiara Finkan menyatakan hal serupa. Dia juga memperoleh kabar, ada sejumlah jenazah terjebak di rumah sakit. Sebab tak ada cara mengantar kepada pihak keluarga, juga karena banjir masih menggenang Aceh Tamiang.

"Awalnya saya kaget, tapi semua hal itu sudah atas persetujuan pihak keluarga. Akhirnya pihak rumah sakit dengan berat hati harus melepaskan jenazah ke arus air," ucapnya.(Raden Arman)

Tags
beritaTerkait
Prabowo Kunjungi Aceh, Salat Id Bersama Warga Aceh Tamiang
Jelang Lebaran, Gubsu Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng
MPW Pemuda Pancasila Sumut Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Bencana Aceh Tamiang
Unimed Tawarkan  Masyarakat  Aceh Tamiang Program Flores-Farm IoT
Kerangka di Sungai Batangtoru Diduga Warga yang Hilang saat Banjir
KPPI dan KNTI Deli Serdang Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Banjir Rob di Pantai Labu
komentar
beritaTerbaru