Pelaku Amati TKP Naik Sepeda Motor, Jual Perhiasan Ke Beberapa Toko
Pelaku Pencurian Perhiasan dan Pembakaran Rumah Hakim Tipikor Mulai Diadili di PN Medan.
Kriminal 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN,DI PENGHUJUNG tahun 2025, Pulau Sumatera kembali menjadi saksi atas satu tragedi alam terparah di dalam sejarah modern Indonesia. Kehancuran masif akibat Banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat telah meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi jutaan penduduk terdampak sejak akhir November lalu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 10 Desember 2025 mencatat; 969 korban dinyatakan meninggal dunia, sementara 252 orang masih hilang dan lebih dari 894.501 warga mengungsi di tenda-tenda darurat serta posko sementara. Total penduduk yang terdampak dari bencana ini mencapai 3,3 juta jiwa. Infrastruktur rusak parah: ratusan jembatan putus, ribuan rumah hanyut dan akses jalan masih terisolir di wilayah pegunungan.
Bencana ini bukan hanya sekadar fenomena alam, namun ia adalah akibat kumulatif dari proses deforestasi dan pengelolaan tata ruang yang tidak maksimal.
Baca Juga:
Di tengah puing-puing dan air bah itu, realita kemanusiaan kemudian muncul sebagai panggilan tertinggi, sebagai jawaban atas kewajiban untuk menegakkan nilai-nilai empati, solidaritas dan penyelamatan nyawa di atas segala pertimbangan administratif dan birokratis. Karena "kemanusiaan" bukanlah pilihan, melainkan moral imperatif yang harus ditegakkan untuk mengingatkan generasi kita bahwa di balik angka-angka statistik selalu ada cerita manusia yang bersedih—keluarga yang kehilangan tempat berteduh, anak-anak yang trauma, dan lansia yang rentan.
Pada saat negara sedang menghadapi ujian seperti ini, maka prinsip kemanusiaan kemudian menjadi fondasi utama dalam membangun kembali wilayah yang terdampak untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan prioritas selalu dapat mengacu pada aspek keselamatan dan martabat kemanusiaan.
Baca Juga:
Dampak kemanusiaan dari bencana yang begitu mendalam ini telah menyentuh segala lapisan masyarakat hingga "memaksa" diterbitkannya sebuah keputusan ekstrem pada sektor pemasyarakatan. Di Aceh Tamiang, Lapas Kelas IIB Kuala Simpang yang telah terendam banjir hingga mencapai atap bangunan, meninggalkan tidak ada pilihan "selain" mengeluarkan sekitar 425 warga binaan untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan bahwa langkah ini diambil "murni" atas dasar kemanusiaan, karena kondisi lapas yang tidak lagi aman dan ketiadaan penampungan alternatif di tengah kondisi banjir parah.
Hingga kini, keberadaan sebagian besar warga binaan tersebut belum sepenuhnya terpantau akibat situasi darurat yang belum sepenuhnya kondusif, tetapi keputusan ini menekankan bahwa nyawa manusia lebih utama daripada tembok penjara. Ini sejalan dengan pepatah latin "Humanitas super omnia," yang berarti "Kemanusiaan di atas segala-galanya"—sebuah prinsip filosofis yang mengingatkan kita bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas tertinggi, melampaui hukum, aturan, atau kepentingan institusional.
Prinsip ini terwujud secara dramatis dalam kisah nyata seorang hakim dari Pengadilan Negeri Kuala Simpang, Qisthi Widyastuti (atau dikenal sebagai Kisty Widyastuti), yang terjebak banjir selama enam hari bersama rekan-rekannya. Dalam kondisi putus asa, dengan air yang telah mencapai dada, ia dan rombongannya diselamatkan oleh empat warga binaan yang pernah divonisnya sendiri.
Para warga binaan ini, dengan perahu yang sederhana "berjuang" sekuat tenaga untuk membantu mengevakuasi hakim dan timnya melalui arus deras hingga mencapai posko sementara. Kisah ini bukan hanya tentang penyelamatan fisik, tetapi merupakan simbol rekonsiliasi atas kemanusiaan itu sendiri. Mantan terpidana yang pernah dihukum justru menjadi pahlawan.
Pelaku Pencurian Perhiasan dan Pembakaran Rumah Hakim Tipikor Mulai Diadili di PN Medan.
Kriminal 17 menit lalu
POSMETRO MEDANDugaan praktik monopoli proyek pengadaan meubelair di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mencuat dan menjadi
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rumah Zakat kembali menyalurkan Kado Lebaran Yatim (KLY) kepada 15 siswa yatim di SMP Al Washliyah 8, Senin (11/5/
Medan 14 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Peluang kerja sama strategis antara Pemko Medan dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, semakin te
Medan 14 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pertemuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Rumah
Medan 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sebagai sosial kontrol, media massa merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan di pusat maupun daerah. Unt
Medan 15 jam lalu
Kodim 0204/DS Gerebek Sarang Judi dan Narkoba di Kutalimbaru, Enam Orang Diamankan dan Sejumlah Barang Bukti Narkoba.
Medan 15 jam lalu
2 Pelaku Begal Pelajar SMA 5 Binjai Beraksi Secara Mobile di Jalanan.
Kriminal 15 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Dua pelaku Begal pelajar SMA 5 Binjai beraksi secara Mobile dengan cara berhentikan langsung korbandi jalanan sam
Peristiwa 15 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (
Medan 16 jam lalu