Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta -
Praktik kotor di tubuh Direktorat Jenderal Pajak kembali terbongkar. Sejumlah pejabat dan pegawai pajak diduga bermain api dengan mengurangi tagihan pajak wajib pajak demi keuntungan pribadi. Permainan licik yang merugikan negara ini akhirnya terendus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lembaga antirasuah tersebut kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, sasaran operasi adalah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara. OTT dilakukan setelah KPK memperoleh informasi kuat terkait dugaan transaksi haram antara petugas pajak dan wajib pajak.
Baca Juga:
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya OTT tersebut. Ia memastikan operasi berlangsung di wilayah Jakarta Utara dan melibatkan pegawai pajak aktif.
"Iya benar (OTT), Jakarta Utara. Benar, pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara," ujar Fitroh kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga:
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dalam operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan delapan orang. Mereka terdiri dari pejabat dan pegawai pajak yang diduga terlibat langsung dalam praktik suap dan gratifikasi.
Tak hanya itu, KPK juga menyita barang bukti berupa sejumlah uang tunai yang kuat diduga merupakan hasil transaksi ilegal antara petugas pajak dan wajib pajak.
"Sampai saat ini, tim telah mengamankan delapan orang beserta barang bukti dalam bentuk uang," kata Budi.
Seluruh pihak yang terjaring OTT langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif. KPK kini mendalami peran masing-masing pihak, termasuk modus yang digunakan untuk mengakali tagihan pajak demi kepentingan pribadi.
"Para pihak selanjutnya dilakukan pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK," tambahnya.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
OTT ini menjadi operasi tangkap tangan pertama KPK sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, sepanjang tahun 2025, KPK tercatat telah melakukan 11 OTT di berbagai sektor.
Kasus ini kembali membuka borok lama di sektor perpajakan. Alih-alih menjadi garda terdepan penerimaan negara, oknum petugas pajak justru diduga menjadikan kewenangannya sebagai ladang basah untuk memperkaya diri. Publik pun kembali dibuat geram dan menuntut pembenahan serius di tubuh institusi pajak agar praktik serupa tidak terus berulang. ( Red)
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 6 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 6 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 6 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 7 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 7 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 8 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 9 jam lalu