Senin, 16 Februari 2026

Hari Ini, Selasa 17 Februari 2026 Pemerintah Arab Saudi Pantau Hilal Ramadhan 1447 Hijriyah

Faliruddin Lubis - Senin, 16 Februari 2026 08:36 WIB
Hari Ini, Selasa 17 Februari 2026 Pemerintah Arab Saudi Pantau Hilal Ramadhan 1447 Hijriyah
theislamicinformation
Pemerintah Arab Saudi menjadwalkan pemantauan hilal Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.

POSMETRO MEDAN,Arab Saudi-Pemerintah Arab Saudi menjadwalkan pemantauan hilal Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Hasil rukyatul hilal pada hari tersebut akan menentukan awal puasa Ramadan bagi masyarakat di Kerajaan.

Melansir theislamicinformation, Pemantauan dilakukan pada malam 29 Sya'ban 1447 H, dengan keputusan akhir berada di tangan komite pemantau hilal Mahkamah Agung Arab Saudi.

Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada 17 Februari, maka 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan umat Islam mulai berpuasa sejak fajar hari itu.

Baca Juga:

Namun, apabila hilal tidak berhasil diamati, maka bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan resmi akan diumumkan secara nasional setelah komite pemantau hilal Mahkamah Agung Arab Saudi menyelesaikan sidangnya.

Baca Juga:

Arab Saudi menegaskan bahwa penetapan awal Ramadan didasarkan pada rukyatul hilal secara syar'i. Mekanisme ini dilakukan oleh pengamat resmi yang telah terakreditasi di berbagai wilayah Kerajaan.

Perhitungan astronomi digunakan sebagai pendukung ilmiah, namun tidak menggantikan pengamatan visual. Dengan demikian, hasil rukyat tetap menjadi penentu utama, meski data astronomi telah tersedia sebelumnya.

Data Astronomi: Hilal Bertahan Singkat di Ufuk

Observatorium Astronomi Universitas Al-Majma'ah di Hautah Sudair memaparkan kondisi ilmiah pengamatan hilal pada Selasa, 17 Februari 2026. Berdasarkan perhitungan astronomi presisi dan Kalender Ummul Qura, ijtima' diperkirakan terjadi pada pukul 15.03 waktu Riyadh.

Untuk wilayah Makkah, matahari diperkirakan terbenam pada pukul 18.19, sementara hilal terbenam pada pukul 18.23. Artinya, hilal hanya berada di ufuk selama waktu yang sangat singkat setelah matahari terbenam.

Di lokasi utama pengamatan Observatorium Universitas Al-Majma'ah, matahari diperkirakan terbenam pada pukul 17.52, disusul terbenamnya hilal pada pukul 17.54. Selisih waktu tersebut hanya sekitar dua menit, dengan ketinggian hilal sekitar 0,5 derajat dan jarak sudut 1,61 derajat dari matahari.

Data tersebut menunjukkan bahwa peluang pengamatan hilal Ramadan 1447 H di Arab Saudi tergolong menantang. Waktu keberadaan hilal yang sangat singkat di atas ufuk menuntut ketelitian tinggi, peralatan optik yang memadai, serta kondisi cuaca yang ideal.

Meski demikian, pengamatan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur resmi penetapan awal bulan Hijriah.(theislamicinformation).

Tags
beritaTerkait
Jelang Ramadan, Harga Daging di Pasar Tavip Binjai Naik
Hadapi Ramadan dan Lebaran, Stok Pangan Cukup dan Harga Terkendali
Amalan yang Dianjurkan dalam Menyambut Bulan Suci Ramadan
Kakanwil Kemenagsu : Jadikan Rukyatul Hilal Sebagai Ibadah Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan
Rico Waas Hadiri Meugang di Masjid Raya Kedatukan Sunggal, Bangsa Kuat Adalah Bangsa yang Menjaga Budaya
Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas: Medan Simbol Keberagaman Indonesia
komentar
beritaTerbaru