Pasar Dwikora Terbakar; Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Disiiapkan
Penanganan Pasar Dwikora Pasca terbakar nantuan tahap 1 sudah disalurkan, proses pembangunan Area Kios dipersiapkan.
Sumut 25 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Kita berada di sebuah era, di mana seorang pemimpin, selain dituntut harus bekerja keras, harus pula siap untuk sering berdiri di depan sorot kamera, fasih merangkai kalimat, dan pandai mengemas kesan.
Sebenarnya, itu tak selalu karena keinginan memoles citra, tetapi karena zaman memang menuntut siapa pun untuk terbuka kepada publik.
Akan tetapi, ada juga yang bersikukuh memilih jalan berbeda: tetap lebih fokus bekerja, hemat berbicara. Tipe kedua inilah yang terasa melekat pada sosok Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Baca Juga:
Lahir di Bandung 54 tahun silam, ia tak pernah tampak sebagai figur yang mengejar sorot lampu. Dalam berbagai kesempatan, kalimatnya pendek-pendek, seperlunya. Tak bertele-tele. Selebihnya, ia membiarkan kerja yang berbicara.
Di tubuh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, gaya kepemimpinan seperti ini bukan perkara mudah. Sumatera Utara adalah panggung dengan banyak lapis persoalan: kriminalitas perkotaan, peredaran narkotika, konflik agraria, hingga dinamika sosial yang tak pernah benar-benar sunyi.
Baca Juga:
Di ruang yang bergemuruh itu, Whisnu justru memilih irama yang tenang. Ia dikenal sebagai pekerja keras. Bukan sekadar hadir dalam agenda resmi, melainkan turun memeriksa detail, memastikan instruksi berjalan, dan menagih akuntabilitas. Mereka yang bekerja dekat dengannya paham, standar yang ia pasang tidak rendah. Disiplin bukan jargon, melainkan kebiasaan.
Yang menarik, semua itu dilakukan tanpa kegaduhan. Ia tak gemar membangun citra melalui retorika berlebihan. Tidak ada gunanya kita berharap dia akan mengeluarkan komentar yang bombastis.
Dalam banyak situasi, ia membiarkan hasil kerja kolektif jajarannya tampil sebagai wajah institusi.
Bekerja dalam senyap bukan berarti bekerja tanpa arah. Justru di sanalah letak kepemimpinannya: konsisten, terukur, dan penuh kepedulian. Kepedulian itu tampak dalam cara ia merespons persoalan-persoalan sosial, dari penanganan kasus-kasus yang menyentuh rasa keadilan publik, hingga perhatian terhadap kesejahteraan internal anggota.
Ia memahami bahwa institusi yang kuat lahir dari dua hal: ketegasan ke luar dan empati ke dalam.
Penanganan Pasar Dwikora Pasca terbakar nantuan tahap 1 sudah disalurkan, proses pembangunan Area Kios dipersiapkan.
Sumut 25 menit lalu
Bupati Pakpak Bharat memberangkatkan Gugus Depan Pramuka ke Bumi Perkemahan Sibolangit
Sumut satu jam lalu
Kepala Korlantas Polri Disertijabkan dari Irjen Agus Suryonugroho kepada Irjen Wibowo.
Profil 2 jam lalu
Kredibilitas Piala Dunia 2026 Tercoreng! UEFA Kritik FIFA usai Cabut Hukuman Folarin Balogun.
Sport 4 jam lalu
Malam Horor di Penjara, 25 Orang Tewas dalam Kerusuhan
Inter-Nasional 4 jam lalu
Pos Ronda di Medan Jadi Lapak Sabu, 3 Orang Jadi Tersangka.
Medan 4 jam lalu
Hakim Ziyech Ubah Foto Profil Jadi Anak Palestina, Simbol Solidaritas di Tengah Konflik Berkepanjangan.
Sport 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Di tengah sorotan publik terhadap proses hukum yang menjerat Ketua DPW PAN Sumatera Utara (Sumut) berinisial SHF, su
Politik 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taput Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindung
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta Kantor PT PLN (Persero) Pusat di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi ratusan mas
Inter-Nasional 8 jam lalu