POSMETRO MEDAN,Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahunnya, umat Muslim di berbagai negara mulai menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sesuai penetapan awal Ramadan yang dilakukan masing-masing negara.
Menariknya, pelaksanaan puasa tidak hanya berlangsung di negara mayoritas Muslim, tetapi juga di sejumlah negara dengan populasi Muslim sebagai minoritas.
Sebagian besar negara dengan penduduk Muslim mayoritas secara resmi menetapkan Ramadan sebagai bagian dari kalender nasional dan aktivitas kenegaraan.
Baca Juga:
Arab Saudi
Puasa Ramadan ditetapkan oleh otoritas kerajaan berdasarkan rukyatul hilal. Selama Ramadan, jam kerja dipersingkat dan aktivitas malam hari meningkat pesat.
Baca Juga:
Indonesia
Puasa dijalankan secara nasional dengan penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat pemerintah. Suasana Ramadan terasa kuat dengan tradisi sahur, buka puasa bersama, dan tarawih.
Mesir
Ramadan di Mesir identik dengan lentera fanous dan suasana religius yang kental di masjid-masjid bersejarah.
Turki
Meski negara sekuler, masyarakat Turki tetap menjalankan puasa secara luas, dengan tradisi iftar bersama di ruang-ruang publik.
Pakistan
Pemerintah menetapkan jam kerja khusus selama Ramadan, sementara pasar takjil ramai menjelang waktu berbuka.
Negara dengan Muslim sebagai Minoritas
Di negara-negara ini, puasa tetap dijalankan oleh komunitas Muslim meskipun tidak menjadi kebijakan nasional.
Amerika Serikat
Muslim menjalankan puasa di tengah rutinitas kerja normal. Masjid dan Islamic center menjadi pusat kegiatan Ramadan.
Inggris
Komunitas Muslim aktif menggelar buka puasa bersama lintas agama sebagai bentuk toleransi.
Australia
Puasa dijalankan dengan durasi yang bervariasi tergantung musim, dan masjid-masjid ramai saat tarawih.
Jerman
Muslim tetap berpuasa meski waktu siang hari bisa lebih panjang, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas.
Tantangan Puasa di Berbagai Negara
Durasi puasa berbeda-beda tergantung letak geografis. Di negara dekat garis khatulistiwa, waktu puasa relatif stabil sekitar 12–13 jam. Sementara di negara lintang tinggi, durasi puasa bisa mencapai lebih dari 18 jam.
Meski demikian, semangat menjalankan ibadah puasa tetap terasa di seluruh dunia. Ramadan menjadi momentum spiritual, sosial, dan budaya yang menyatukan umat Islam lintas bangsa dan negara.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah keberagaman dunia.(BBS)
Tags
beritaTerkait
komentar