Alumni MAS Tahfizhul Qur'an Yayasan Islamic Centre Sumut Raih Beasiswa BIB Kemenag
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan berhasil diraih Alumni Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tahfizul Quran Yayasan Islamic Centre Sum
Medan 27 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan --
Senja di Sabtu, 7 Maret 2026 nanti akan menjadi momentum penting. Cahaya lampu panggung dan nyala empati akan hadir di Auditorium Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal Medan. Sebuah pementasan teatrikal kemanusiaan akan digelar, diperankan oleh para jurnalis perempuan dan seniman teater Medan dengan judul "Ketika Air Datang, Perempuan Bertahan".
Jika selama ini jurnalis hadir dengan teks dan data, kali ini para jurnalis hadir lengkap dengan tubuh, suara, dan rasa yang hidup di atas panggung. Performance journalism atau jurnalisme pertunjukan ini disutradarai oleh seniman teater dari Medan, Hafiz Taadi, pendiri Medan Teater Tronic (MTT) yang juga pernah berguru pada Rendra. Usai pertunjukan dan tanya jawab, ruang akan beralih menjadi ruang silaturahmi, berbuka puasa bersama.
Baca Juga:
Pementasan yang lahir dari kolaborasi Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Rumah Literasi Ranggi (RLR) dan Medan Teater Tronic ini adalah sebuah cara kreatif menyampaikan pesan agar publik tidak melupakan bencana yang melanda Sumatera.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum FJPI Khariah Lubis, menurutnya setelah gemuruh air surut dan sorot kamera meredup, perjuangan sesungguhnya justru dimulai yakni pemulihan. "Isu bencana Sumatera harus terus naik di media, agar penanganan korban bisa cepat dan pasti," ujarnya.
Baca Juga:
Perempuan yang akrab disapa Awi ini menjelaskan, dari data yang disampaikan Ketua Satgas Pemulihan Bencana Banjir di Pulau Sumatera, Tito Karnavian, disebutkan sekitar 13 ribu warga masih bertahan di tenda pengungsian pada awal Ramadan ini. Hal ini menjadi ironi karena banjir sudah terjadi selama tiga bulan. Sebagian warga kini tinggal di hunian sementara, sebagian lagi membangun tenda di atas puing rumahnya sendiri, ada pula yang menyewa rumah jika memiliki kemampuan. Tak sedikit yang kembali ke rumah rusak dengan segala risiko.
"Korban bencana memiliki keterbatasan untuk bertahan lama di pengungsian. Karena itu, pementasan ini bukan hanya panggung ekspresi untuk menyuarakan mereka, tetapi juga ruang penggalangan donasi. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung ke daerah terdampak," ujar Awi.
Bagi FJPI, lanjutnya ini bukan kali pertama jurnalisme dihadirkan lewat seni. Pada 2024, saat ulang tahun ke-17, mereka mementaskan kisah-kisah tentang persoalan yang dihadapi jurnalis perempuan dengan judul Tulang Panggang. Kini, panggung itu kembali menyala mengangkat jurnalisme bencana sebagai suara bagi mereka yang masih terdiam di tenda-tenda pengungsian.
"Teater dipilih karena pers di berbagai negara terus mencari cara kreatif menyampaikan informasi. Melalui tubuh dan dialog, pesan bisa menembus sekat emosi, menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam. Teatrikal Kemanusiaan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pemulihan bukan hanya milik korban, tetapi juga pemerintah dan seluruh elemen masyarakat," katanya.
Sementara itu, sebagai penggagas ide dan penulis naskah, Ranggini yang juga Ketua Rumah Literasi Ranggi mengaku ingin terus memperluas gerakan literasi tidak hanya melalui baca-tulis, tetapi juga melalui karya seni yang menyentuh kesadaran publik.
"Kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama bahwa seni seperti teater dapat menjadi medium kuat untuk menyuarakan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat luas diundang untuk hadir, menyaksikan pertunjukan, sekaligus menjadi bagian dari gerakan kebaikan melalui dukungan dan donasi yang akan disalurkan untuk membantu korban banjir di Sumatera," tutup Ranggini. ( Rel)
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan berhasil diraih Alumni Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tahfizul Quran Yayasan Islamic Centre Sum
Medan 27 menit lalu
Ribuan Orang Turun ke Jalan, Legenda AC Milan Franco Baresi Tutup Usia 66 Tahun
Inter-Nasional 2 jam lalu
Bayi Dibuang di Tepi Sungai Serani Desa Panca Arga Asahan.
Peristiwa 3 jam lalu
Pengusaha Singkawang Tewas Ditembak, Eksekutor Ngaku Dibayar Rp 90 Juta.
Kriminal 3 jam lalu
Indonesia menghadapi Singapura di laga hidup mati Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Sport 4 jam lalu
Rico Waas Nonaktifkan Lurah AUR, Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Penyalahgunaan Wewenang.
Medan 4 jam lalu
Tim Khusus JCS bersama Resmob Polrestabes Medan berhasil mengamankan dua pria yang terlibat dalam jaringan pencurian dengan kekerasan.
Kriminal 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Mengingat masa jabatan Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik SE 20212026 akan berakhir. Jajaran pengurus PWI Sumut
Medan 15 jam lalu
Keluarga Mantan Istri Polisi Tak Percaya Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi.
Peristiwa 16 jam lalu
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mempersiapkan amunisi Garuda saat menghadapi Singapura pada laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026.
Sport 16 jam lalu