Israel dilaporkan mengerahkan pasukan besar-besaran di sekitar kompleks dan gerbang Kota Tua. Mereka juga melarang warga Palestina memasuki halaman masjid.
Penutupan total MasjidAl-Aqsa pada bulan Ramadan ini memperdalam kekhawatiran muslim. Dilansir Middle East Eye (MEE), salah seorang pekerja di Wakaf Islam Yerusalem, lembaga yang ditunjuk Yordania untuk mengawasi pengelolaan kompleks MasjidAl-Aqsa, mengatakan "situasi di masjid sangat buruk".
Baca Juga:
Anggota Dewan Wakaf Islam di Yerusalem, Dr. Mustafa Abu Sway, turut menyuarakan kekhawatirannya atas penutupan akses MasjidAl-Aqsa yang biasanya melayani ratusan ribu jemaah. Menurutnya ada perubahan dramatis di bawah strategi terbaru yang diterapkan Israel.
"Saya tidak ingat pernah ada penutupan seperti ini sebelumnya. Realitas baru di Al-Aqsa, yang selama ini kita khawatirkan, kini telah terwujud," ujar profesor yang mengajar di MasjidAl-Aqsa itu, seperti dikutip dari MEE.
Baca Juga:
MasjidAl-Aqsa menduduki posisi penting di hati umat Islam. Masjid yang terletak di Kota Tua Yerusalem atau Al-Haram Asy-Syarif ini menyimpan sejarah panjang bagi Islam. Masjid ini menjadi kiblat pertama umat sebelum berpindah ke Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah.
MasjidAl-Aqsa juga menjadi saksi perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Isra Miraj. (detikHikmah)
Tags
beritaTerkait
komentar