Farah Tersangka Korupsi Kredit Bank Sumut Ditangkap di Apartemen Jakarta
POSMETRO MEDAN,MEDAN, Pelarian Farah Hasmina Harahap (FHH), tersangka dugaan korupsi dalam proses pencairan kredit di PT Bank Sumut, ber
Peristiwa 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bulan Ramadan 1447 Hijriah akan berlangsung selama 30 hari.
Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto, menyampaikan, berdasarkan hasil penghitungan astronomi yang mengacu pada kriteria MABIMS atau Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
"Berdasarkan hasil penghitungan BMKG menggunakan kriteria MABIMS, Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung selama 30 hari," kata Himawan.
Baca Juga:
Sementara itu, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan, secara astronomi terdapat perbedaan antara kriteria hilal lokal yang digunakan pemerintah dan hilal global yang menjadi rujukan Muhammadiyah.
Hilal lokal mengacu pada visibilitas bulan sabit di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, sesuai kriteria MABIMS. Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Baca Juga:
"Pada saat magrib 19 Maret 2026, di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS. Maka 1 Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026, menunggu keputusan sidang isbat," ujar Thomas, Senin (2/3).
Artinya, jika mengikuti kriteria pemerintah, Idul Fitri kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah. Ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada 22 September 2025.
"1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M," demikian bunyi maklumat PP Muhammadiyah, dikutip Senin (2/3).
Keputusan itu didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal.
Dalam maklumat dijelaskan, pada saat Matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC telah ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi bulan lebih dari 5 derajat (>5°) dan elongasi bulan minimal 8 derajat (≥8°).
Kriteria tersebut menjadi dasar penetapan awal Syawal 1447 Hijriah. Selain itu, dalam maklumat juga ditegaskan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah berlaku secara global.
"Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M," bunyi salah satu poin dalam maklumat tersebut.
Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri 1447 H secara serentak pada 20 Maret 2026.
(Fajar)
POSMETRO MEDAN,MEDAN, Pelarian Farah Hasmina Harahap (FHH), tersangka dugaan korupsi dalam proses pencairan kredit di PT Bank Sumut, ber
Peristiwa 9 menit lalu
Kapolres Pematangsiantar Terima Piagam Penghargaan Pelayanan Prima Kategori A dari Kapolri, Diserahkan Kapolda Sumut
Sumut 32 menit lalu
Hadir Memberikan Rasa Aman, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Pengamanan di PT Bridgestone
Sumut satu jam lalu
Sudaryono Tak Mau terima Tamu terkait Dapur MBG di Kantor.
Inter-Nasional 7 jam lalu
Polsek Belawan Tangkap Empat Pelaku Pungli Berkedok Parkir Liar di Dermaga Bandar Deli.
Medan 7 jam lalu
Bulog Perkuat Serapan Gabah di Simalungun, TNI Dampingi Monitoring dan Panen Bersama Demi Ketahanan Pangan Nasional.
Bisnis 7 jam lalu
Paulus Presisi harus dibuktikan, bukan cuma sekadar slogan.
Sumut 8 jam lalu
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset Koruptor jangan cuma kehilangan jabatan, tapi juga hartanya.
Politik 9 jam lalu
Polres Asahan Gagalkan Pengiriman Sabu 40,21 Gram ke Provinsi Riau.
Sumut 10 jam lalu
Kapolres Sabang, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu Anak usia 15 tahun menjadi tersangka pencurian Rp481 juta, Begini perannya.
Peristiwa 11 jam lalu