Ia menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari Gholam-Ali Haddad-Adel, politisi konservatif terkemuka dan mantan ketua parlemen yang saat ini mengepalai salah satu lembaga budaya utama di Iran. Zahra termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan AS-Israel yang menargetkan kompleks perumahan keluarga Khamenei di ibu kota Teheran. Mojtaba selamat dari serangan tersebut, namun ia kehilangan ibu, saudara perempuan, ipar, serta keponakan-keponakannya.
Pendidikan dan Pelatihan Keulamaan
Seperti kebanyakan tokoh di lingkungan ulama Iran, Mojtaba menempuh pendidikan agama di kota Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah terkemuka di negara itu sekaligus rumah bagi seminari-seminari yang melatih para ulama Iran.
Ia mempelajari yurisprudensi dan teologi Islam di bawah bimbingan beberapa sarjana konservatif terkemuka, termasuk Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi, Ayatollah Lotfollah Safi Golpaygani, dan Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi—seorang ideolog berpengaruh yang membimbing banyak tokoh politik konservatif di Republik Islam tersebut.
Terlepas dari keterlibatannya selama puluhan tahun di lembaga keulamaan, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan formal di pemerintahan atau bertugas di kantor eksekutif maupun melalui pemilihan umum.
Peran dan Pengaruh
Media internasional sering kali menggambarkan Khamenei sebagai sosok yang buram dengan pengaruh besar di balik layar. Visibilitas publiknya yang terbatas memperkuat citra ini, karena tidak ada pidato publik yang ekstensif, wawancara, atau manifesto politik yang menjabarkan posisi-posisinya.
Tags
beritaTerkait
komentar