Antisipasi Karhutla, Polres Sibolga Pastikan Seluruh Peralatan Siap Digunakan
Kapolres Sibolga Tinjau Kesiapan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla.
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Teheran -- Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei, telah dipilih oleh Majelis Pakar sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran, menurut laporan media Negeri Para Mullah. Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai ayatollah baru diumumkan secara lantang oleh penyiar di televisi negara tersebut.
"Terlepas dari kondisi perang yang akut dan ancaman langsung musuh terhadap lembaga populer ini, serta terlepas dari pemboman kantor Sekretariat Majelis Pakar yang mengakibatkan gugurnya beberapa anggota staf dan tim keamanan, proses pemilihan dan pengangkatan kepemimpinan sistem Islam tidak terhenti sedetik pun," demikian isi pengumuman tersebut, sebagaimana dilansir BBC.
Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dibunuh dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Pria berusia 56 tahun itu akan menjadi momok baru bagi AS dan Israel, yang telah memperingatkan akan menjadikan pemimpin tertinggi pengganti Khamenei sebagai sasaran pembunuhan.
Sejak revolusi 1979, otoritas tertinggi di Iran berada di tangan pemimpin tertinggi, meskipun distribusi kekuasaan di seluruh sistem ulama dan Korps Garda Revolusi telah memastikan bahwa kekuatan rezim tetap berakar kuat jika pemimpin tertinggi meninggal dunia.
Ia dipandang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh, namun paling tertutup di lingkaran politik Iran.
Ia dipilih Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah lembaga beranggotakan 88 orang yang berdasarkan konstitusi bertanggung jawab untuk menunjuk otoritas politik dan agama tertinggi di Iran. Melansir Anadolu, Senin (9/3/2026), pemilihannya mengikuti prosedur konstitusional yang berlaku, alih-alih transfer kekuasaan turun-temurun, meskipun garis keturunan keluarga dan kedekatannya dengan mendiang Ali Khamenei telah lama menjadikannya pusat spekulasi suksesi.
Dengan pengangkatan ini, Mojtaba menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Ia mewarisi kepemimpinan di tengah momen konflik regional yang intens dan ketidakpastian domestik.
Kehidupan Awal dan Latar Belakang
Mojtaba lahir pada 8 September 1969 di kota Masyhad, salah satu pusat keagamaan utama di timur laut Iran. Ia adalah putra kedua dari mendiang Ali Khamenei, yang memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi dari tahun 1989 hingga tewasnya pekan lalu dalam serangan udara AS-Israel, serta cucu dari ulama Sayyed Javad Khamenei.
Kapolres Sibolga Tinjau Kesiapan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla.
Sumut 3 menit lalu
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ciduk Pengedar Ganja, Barang Bukti Disimpan Di Pohon Bambu
Kriminal 25 menit lalu
Pemasok Narkoba di Helen&rsquos Night Mart Diringkus.
Medan 37 menit lalu
Seorang ibu rumah tangga berinisial M (41) ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara karena diduga terlibat dalam peredaran
Sumut 5 jam lalu
Polsek Bandar Huluan Cek Langsung Dugaan Judi Tembak Ikan di Simalungun.
Peristiwa 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Persidangan dugaan korupsi proyek pengadaan Smartboard pada Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2024 k
Peristiwa 12 jam lalu
Ciptakan Rasa Aman, Polsek Rayon 2 Medan Kolaborasi Lakukan Patroli Malam.
Medan 12 jam lalu
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil.
Politik 12 jam lalu
Hasil Timnas Indonesia vs Vietnam Garuda Kalah 03 di Stadion Pakansari.
Sport 12 jam lalu
POSMETRO MEDANPembangunan ruko mewah bermerek Wins Square yang berlokasi di Jalan Ibrahim Umar simpang Perjuangan Kelurahan Sei Kera Hilir I
Medan 13 jam lalu