Bupati Bersama Forkopimda Musnahkan Sabu Tangkapan BNNK Deli Serdang
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika menyusul kembal
Sumut 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Phnom Penh - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat sebanyak 8.174 WNI melapor terkait keterlibatan kasus penipuan online. Ribuan laporan tersebut diterima hingga 6 Mei 2026.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Phnom Penh, Krishnajie mengatakan jumlah laporan WNI terus meningkat. Kondisi itu terjadi sejak pemerintah Kamboja menggencarkan operasi pemberantasan online scam pada pertengahan Januari 2026.
"Sejak 16 Januari sampai 6 Mei, sudah ada 8.174 WNI yang melapor ke KBRI. Laporan tersebut untuk meminta fasilitasi proses repatriasi kembali ke Tanah Air," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 8 Mei 2026.
Baca Juga:
Ia menjelaskan, operasi pemerintah Kamboja menargetkan para dalang dan pimpinan jaringan penipuan daring. Sementara pekerja yang tidak termasuk kategori pimpinan jaringan dibiarkan keluar dari pusat-pusat scam atau scam center.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak warga negara asing keluar dari pusat penipuan daring di Kamboja. Termasuk WNI yang kemudian mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh untuk meminta bantuan pemulangan ke Indonesia.
Baca Juga:
Ia mengungkapkan, sebagian besar WNI yang melapor mengaku paspor mereka ditahan perusahaan tempat bekerja atau bahkan hilang. Karena itu, KBRI harus melakukan proses verifikasi identitas sebelum menerbitkan dokumen perjalanan pengganti.
"Biasanya mereka masih memiliki salinan paspor, namun jika tidak ada, kami akan meminta identitas lain. Atau data kependudukan untuk memastikan bahwa mereka benar warga negara Indonesia," ujarnya, menjelaskan.
Setelah proses verifikasi selesai, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh akan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dokumen sementara tersebut digunakan untuk mendukung proses pemulangan WNI ke Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan jumlah WNI di Kamboja yang meminta bantuan terus meningkat. Mereka meminta fasilitasi kepulangan ke Tanah Air.
Hingga 5 Mei 2026, sebanyak 8.002 WNI tercatat telah melapor langsung ke KBRI Phnom Penh. Lonjakan kasus mulai terjadi pada pertengahan Januari 2026.
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika menyusul kembal
Sumut 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Pemandangan tak biasa mengguncang kompleks Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu pada Jumat (8/5/2026
Sumut satu jam lalu
Posmetro Medan, Medan Gerak cepat (gercep) diperlihatkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam merespons keluhan bertahuntahun w
Medan 2 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Upaya membangun citra positif Medan Utara terus diperkuat melalui Festival Budaya Islam yang akan digelar menyambut I
Medan 3 jam lalu
Usai Apel, Kalapas Lhokseumawe Ajak Kepala BNN dan Kapolres Razia Kamar Napi.
Inter-Nasional 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Gunungsitoli Gugatan Praperadilan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JPZ dan penyedia FLZ dalam kasus dugaan korupsi pembanguna
Kriminal 5 jam lalu
Lapas Kelas IIB Muara Bungo Gelar Penggeledahan Blok Hunian dan Tes Urine Warga Binaan.
Inter-Nasional 6 jam lalu
Pererat Kebersamaan, Kajari Karo Dukung Wartawan Tetap Kompak.
Berita 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,SIMALUNGUN Keberhasilan gemilang kembali ditorehkan oleh jajaran Polsek Bandar Huluan, Polres Simalungun, Polda Sumatera
Kriminal 6 jam lalu
Lena Mahfouf Tampil Memukau di MET Gala 2026 dengan Gaun Burc Akyol.
Inter-Nasional 6 jam lalu