Selasa, 07 Juli 2026

Cemburu Buta, Anggota Brimob Binjai Diduga Aniaya Pacar hingga Lebam

Jafar Sidik - Selasa, 11 November 2025 22:36 WIB
Cemburu Buta, Anggota Brimob Binjai Diduga Aniaya Pacar hingga Lebam
Anggota Brimob Binjai diduga aniaya pacar hingga lebam.(ist)

POSMETRO MEDAN– Seorang wanita muda asal Medan, Peggy Vania Tampubolon (26), diduga menjadi korban penganiayaan oleh kekasihnya yang merupakan personel Pasukan Korps Brimob (Pasmob) 1 Binjai, bernama Bripda Jefri Martogi Sinaga. Akibat peristiwa itu, tubuh Peggy mengalami luka lebam di beberapa bagian.

Tak tinggal diam, Peggy melaporkan sang kekasih ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan: LP/B/3596/X/2025/POLRESTABES MEDAN, tertanggal 18 Oktober 2025. Ia juga membuat laporan terpisah ke Divisi Propam Mabes Polri dengan nomor: SPSP2/251103000007/XI/2025/BAGYANDUAN, tertanggal 3 November 2025.

Cemburu Buta Berujung Kekerasan

Baca Juga:

Peggy menceritakan, penganiayaan terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025, ketika dirinya dan Bripda Jefri terlibat pertengkaran karena cemburu. Sang anggota Brimob menuduh Peggy berselingkuh dengan seorang pria.

Baca Juga:

"Saya dituduh selingkuh dengan lelaki lain. Padahal orang yang dia tuduh itu adalah saudara saya sendiri dan juga rekan bisnis. Jefri pun kenal dengan dia," ungkap Peggy, Selasa (11/11/2025).

Merasa tidak terima dituduh tanpa dasar, Peggy mendatangi Jefri yang sedang nongkrong bersama rekan-rekannya di sebuah kafe di kawasan Jalan dr. Mansyur, Medan, untuk menjelaskan duduk perkaranya. Namun, niat baik Peggy justru berujung petaka.

"Bukannya tenang, dia malah mukul lengan kanan dan kiri saya serta menendang paha kiri saya," kata Peggy.

Dianiaya di Parkiran dan Dalam Mobil

Peggy menjelaskan, peristiwa pemukulan terjadi di area parkir kafe dan sempat dilerai oleh petugas parkir. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil bersama teman perempuan Jefri, disusul oleh sang Bripda.

Peggy duduk di kursi pengemudi, sedangkan Jefri dan temannya berada di kursi belakang. Mereka kemudian sepakat menuju rumah Peggy di kawasan Medan Denai. Namun, di perjalanan, Jefri kembali melakukan kekerasan.

"Dia sempat menjambak rambut saya dan membuat saya menangis kesakitan," ujar Peggy.

Cekcok Memanas di Rumah

Setibanya di rumah, pertengkaran kembali pecah hingga membuat beberapa tetangga keluar karena mendengar keributan.

"Dia remas tangan saya, lalu dorong saya sampai jatuh ke lantai. Setelah itu, dia keluar rumah dengan alasan mau berdinas," ucap Peggy.

Bripda Jefri kemudian meninggalkan lokasi, sementara Peggy yang mengalami luka memilih melapor ke polisi.

Laporan Diterima Polisi dan Propam

Saat ini, laporan Peggy telah diterima oleh Polrestabes Medan dan Div Propam Mabes Polri. Ia berharap kasus ini diproses secara profesional tanpa pandang bulu.

"Saya hanya ingin keadilan. Jangan karena dia anggota polisi, saya yang jadi korban malah diabaikan," tegas Peggy.

Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan personel elite Brimob ini kini tengah menjadi perhatian publik, mengingat pelaku adalah aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan pelaku kekerasan terhadap warga sipil.(Reza)

Tags
beritaTerkait
Pasar Dwikora Terbakar; Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Disiiapkan
Bupati Pakpak Bharat Berangkatkan Gugus Depan Pramuka ke Bumi Perkemahan Sibolangit,
Kepala Korlantas Polri  Disertijabkan dari Irjen Agus Suryonugroho kepada Irjen Wibowo
Waduh! FIFA Cabut Hukuman Bomber AS Folarin Balogun, Bisa Main Lawan Belgia
Penjara di Sri Lanka Rusuh, 25 Tewas 100 Luka-luka
Oalah...Pos Ronda Jadi Lapak Sabu, 3 Orang Ditangkap
komentar
beritaTerbaru