DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN-Kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur hingga kini masih menyisakan kejanggalan. Sebab, anak usia 12 tahun dengan begitu teganya memghunjamkan senjata tajam ke ibu kandungnya. Bahkan sampai 20 tusukan. Apakah tak ada peran orang lain dalam kasus ini?
Pengamat Kriminal Medan, Andi Yudistira angkat bicara terkait kasus yang menggemparkan Kota Medan ini. Ia memaklumi banyaknya muncul pertanyaan publik terkait kewajaran kasus ini.
"Kalau kita bicara secara logika manusia biasa, ini memang sulit diterima. Anak SD secara fisik sangat lemah dibandingkan wanita dewasa. Dalam kondisi sadar, korban seharusnya bisa melawan, berteriak, atau setidaknya melakukan pergerakan defensif," ujar Andi Yudistira.
Baca Juga:
Ia menambahkan, jumlah luka tusukan yang banyak juga menjadi indikator penting yang harus dikaji secara serius. Menurutnya, melakukan satu atau dua tusukan saja sudah membutuhkan tenaga dan keberanian, terlebih puluhan kali, yang secara psikologis dan fisik bukan hal mudah bagi anak seusia tersebut.
"Ini bukan soal menuduh siapa pun, tapi soal kejanggalan yang harus dijawab dengan pendekatan ilmiah dan forensik. Jangan hanya berhenti pada pengakuan," tegasnya.
Baca Juga:
Andi menekankan, penyelidikan harus mencakup rekonstruksi kejadian secara detail dan menyeluruh. Mulai dari posisi korban saat kejadian, jarak antara pelaku dan korban, jenis senjata tajam yang digunakan, sudut dan kedalaman luka, hingga waktu kematian korban.
Selain itu, kondisi korban sebelum kejadian juga harus diperiksa secara medis. Apakah korban dalam keadaan tertidur lelap, mengalami kelelahan ekstrem, atau kemungkinan berada dalam kondisi yang membuatnya tidak mampu memberikan respons cepat.
Lebih lanjut, Andi juga menyoroti aspek psikologis anak yang menjadi terduga pelaku. Menurutnya, pemeriksaan terhadap anak tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Anak di bawah umur sangat rentan terhadap tekanan, sugesti, dan trauma, sehingga berpotensi memberikan keterangan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kejadian sebenarnya.
"Pemeriksaan harus dilakukan oleh penyidik yang memiliki kompetensi khusus, melibatkan psikolog anak, dan idealnya dilakukan oleh polwan. Ini penting agar keterangan yang diperoleh benar-benar valid dan tidak dipengaruhi tekanan," jelasnya.
Di tengah kebingungan publik, muncul pula spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan adanya faktor lain yang turut berperan dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, Andi mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak terjebak pada spekulasi, melainkan menjawab semua keraguan publik dengan fakta dan pembuktian hukum.
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 4 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 5 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 8 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 9 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 10 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 11 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 12 jam lalu