Wakapolres Karo: Peringatan Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni...
Polres Karo Gelar Upacara HUT ke81 Kemerdekaan RI.
Sumut 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN-Kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur hingga kini masih menyisakan kejanggalan. Sebab, anak usia 12 tahun dengan begitu teganya memghunjamkan senjata tajam ke ibu kandungnya. Bahkan sampai 20 tusukan. Apakah tak ada peran orang lain dalam kasus ini?
Pengamat Kriminal Medan, Andi Yudistira angkat bicara terkait kasus yang menggemparkan Kota Medan ini. Ia memaklumi banyaknya muncul pertanyaan publik terkait kewajaran kasus ini.
"Kalau kita bicara secara logika manusia biasa, ini memang sulit diterima. Anak SD secara fisik sangat lemah dibandingkan wanita dewasa. Dalam kondisi sadar, korban seharusnya bisa melawan, berteriak, atau setidaknya melakukan pergerakan defensif," ujar Andi Yudistira.
Baca Juga:
Ia menambahkan, jumlah luka tusukan yang banyak juga menjadi indikator penting yang harus dikaji secara serius. Menurutnya, melakukan satu atau dua tusukan saja sudah membutuhkan tenaga dan keberanian, terlebih puluhan kali, yang secara psikologis dan fisik bukan hal mudah bagi anak seusia tersebut.
"Ini bukan soal menuduh siapa pun, tapi soal kejanggalan yang harus dijawab dengan pendekatan ilmiah dan forensik. Jangan hanya berhenti pada pengakuan," tegasnya.
Baca Juga:
Andi menekankan, penyelidikan harus mencakup rekonstruksi kejadian secara detail dan menyeluruh. Mulai dari posisi korban saat kejadian, jarak antara pelaku dan korban, jenis senjata tajam yang digunakan, sudut dan kedalaman luka, hingga waktu kematian korban.
Selain itu, kondisi korban sebelum kejadian juga harus diperiksa secara medis. Apakah korban dalam keadaan tertidur lelap, mengalami kelelahan ekstrem, atau kemungkinan berada dalam kondisi yang membuatnya tidak mampu memberikan respons cepat.
Lebih lanjut, Andi juga menyoroti aspek psikologis anak yang menjadi terduga pelaku. Menurutnya, pemeriksaan terhadap anak tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Anak di bawah umur sangat rentan terhadap tekanan, sugesti, dan trauma, sehingga berpotensi memberikan keterangan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kejadian sebenarnya.
"Pemeriksaan harus dilakukan oleh penyidik yang memiliki kompetensi khusus, melibatkan psikolog anak, dan idealnya dilakukan oleh polwan. Ini penting agar keterangan yang diperoleh benar-benar valid dan tidak dipengaruhi tekanan," jelasnya.
Di tengah kebingungan publik, muncul pula spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan adanya faktor lain yang turut berperan dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, Andi mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak terjebak pada spekulasi, melainkan menjawab semua keraguan publik dengan fakta dan pembuktian hukum.
"Ketika sebuah kasus sudah dianggap tidak masuk nalar oleh masyarakat, maka tugas aparat adalah membuka semuanya secara transparan. Negara harus hadir menjawab keraguan publik dengan bukti, bukan asumsi," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh ditangani secara tergesa-gesa hanya demi memenuhi tuntutan cepatnya penyelesaian perkara. Menurutnya, kesalahan dalam penanganan kasus anak dapat berdampak panjang, baik bagi keadilan korban maupun masa depan anak itu sendiri.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus dengan melibatkan tim forensik, dokter ahli, serta psikolog anak. Proses penyelidikan diharapkan mampu mengungkap rangkaian kejadian secara utuh dan objektif.
Tragedi ini tidak hanya menjadi persoalan hukum semata, tetapi juga menjadi cermin rapuhnya sistem perlindungan keluarga dan kesehatan mental anak. Publik berharap kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan, pendampingan psikologis, serta edukasi keluarga agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.(Reza)
Polres Karo Gelar Upacara HUT ke81 Kemerdekaan RI.
Sumut 17 menit lalu
Jaga Gerbang Laut Indonesia Kodaeral I dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Balpres.
Sumut 18 menit lalu
Gasak Motor dan HP, Pria di Tanjungbalai Ditangkap Polsek Datuk Bandar.
Kriminal 45 menit lalu
Satresnarkoba Polres Tanjungbalai Tangkap Dua Pengedar Sabu di Jalan Sudirman.
Kriminal 58 menit lalu
Siswi SMAN 1 Binjai Bilqis Nadhira Juara 1 Lomba Pidato Rakyat Partai Demokrat Binjai.
Sumut satu jam lalu
Vaksinasi HPV di Kabupaten Karo Apakah Sudah di Bawah Pengawasan Bupati?
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 7 jam lalu
Sejumlah wisatawan dan penggemar olah raga kano asal Inggris didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Pakpak Bharat Maringan Bancin.
Sport 7 jam lalu
Wabup Samosir Bersama Dirjen Hortikultura Kementan Tanam Bawang Putih, Dorong Samosir Jadi Sentra Swasembada Pangan.
Bisnis 8 jam lalu
Polres Karo Ungkap Peredaran Sabu di Kedai Tuak, Seorang Pria Diamankan.
Kriminal 9 jam lalu