Sabtu, 14 Maret 2026
Motif Pembunuhan Rahmadani Siagian Mulai Terungkap

Pelaku Utama Ngaku Kenal Melalui MiChat, Diduga Bertengkar di Kamar Hotel

Faliruddin Lubis - Sabtu, 14 Maret 2026 08:18 WIB
Pelaku Utama Ngaku Kenal Melalui MiChat, Diduga Bertengkar di Kamar Hotel
Tangkapan Layar
SAN (19) dan SHR (19) memperagakan adegan pembunuhan saat rekonstruksi yang digelar Polrestabes Medan.

POSMETRO MEDAN,Medan – Sedikit demi sedikit motif pembunuhan terhadap seorang wanita muda bernama Rahmadani Siagian alias RS (20) yang ditemukan tewas di dalam boks plastik mulai terungkap. Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan dua orang pelaku berinisial SAN (19) dan SHR (19).

Dari video penangkapan yang beredar di media sosial, tersangka SHR yang merupakan seorang driver ojek online mengaku hanya membantu pelaku utama, SAN, dalam membuang jasad korban. Saat diinterogasi penyidik di lokasi penangkapannya, SHR mengatakan dirinya diminta bantuan oleh SAN melalui sambungan telepon.

"Cuma ngambil saja, Pak. Pagi itu dia telepon, katanya 'Bib aku silap membunuh cewek MiChat' (aplikasi pesan instan gratis yang dikembangkan di Singapura untuk Android dan iOS, yang dirancang untuk komunikasi, pertemanan, dan berbagi momen)," kata SHR menirukan ucapan SAN saat dimintai keterangan oleh petugas.

Baca Juga:

SHR mengaku awalnya menolak permintaan tersebut. Namun, SAN terus menghubunginya dan meminta bantuan dengan iming-iming akan memberikan sejumlah uang.

"Awalnya mau saya tolak, tapi dia terus menelepon-telepon saya," ujar SHR. Namun hingga saat ini, menurut pengakuannya, ia belum menerima uang yang dijanjikan tersebut.

Baca Juga:

Kasus pembunuhanRahmadani Siagian, seorang penjaga konter ponsel di Kota Medan, merupakan warga Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara itu diduga terlibat pertengkaran dengan pelaku SAN saat keduanya menginap di sebuah penginapan di Gang Kenanga, Kecamatan Medan Denai.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan bahwa pelaku SAN mengakui telah menghabisi nyawa korban di dalam kamar penginapan pada Senin (9/3/2026).

"Pelaku menghabisi nyawa korban di dalam kamar penginapan, tepatnya di atas tempat tidur," ujar Calvijn, Jumat (13/3/2026).

Setelah melakukan pembunuhan, SAN kemudian menghubungi rekannya SHR untuk meminta bantuan. SHR diminta membawa sebuah boks kontainer plastik yang kemudian digunakan untuk memasukkan jenazah korban.

Tidak lama kemudian, SHR menyerahkan boks tersebut kepada SAN di gerbang depan penginapan. Dalam kondisi panik, SAN memasukkan jasad Rahmadani ke dalam boks setelah sebelumnya membungkus tubuh korban menggunakan selimut dari penginapan.

Selanjutnya, SAN meminta SHR masuk ke dalam area penginapan dengan membawa sepeda motor. Keduanya kemudian berboncengan meninggalkan lokasi dengan membawa boks yang berisi jenazah korban.

"Berdasarkan rekaman CCTV yang kami peroleh, tersangka SHR yang mengemudikan sepeda motor, sementara SAN yang dibonceng membawa boks kontainer tersebut," jelas Calvijn.

Awalnya, kedua pelaku berencana membuang jenazah korban ke lokasi yang lebih jauh. Namun dalam perjalanan, boks tersebut beberapa kali hampir terjatuh dari pegangan pelaku.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meninggalkan boks tersebut di pinggir sungai, yang kemudian menjadi lokasi ditemukannya jasad Rahmadani oleh warga pada Selasa (10/3/2026).

Tak lama setelah kejadian, polisi berhasil menangkap kedua pelaku. SAN ditangkap di kawasan Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, sementara SHR diamankan di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Sementara itu, Rahmadani Siagian diketahui merupakan seorang perantau asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang baru beberapa bulan tinggal di Kota Medan. Ia bekerja sebagai penjaga konter ponsel.

Selama berada di Medan, Rahmadani tinggal bersama orang tua sambung dan saudara tirinya. Menurut keterangan keluarga, korban sempat tidak masuk kerja selama dua hari sehingga membuat pihak tempatnya bekerja mencoba menghubungi keluarga karena nomor telepon Rahmadani tidak lagi aktif.

Kabar duka akhirnya diterima keluarga pada Selasa (10/3/2026) sore setelah pihak kepolisian memastikan identitas jenazah korban. Kasus ini pun kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian.(BBS)

Tags
beritaTerkait
Lantik Empat Pejabat Tinggi Pratama, Rico Waas Tekankan Jabatan Harus Diemban Dengan Ikhlas
Rico Waas Instruksikan Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Motifnya Masih Misteri, Kedua Pelaku Tak Kenal Korban
Kepala Cabang PDAM Medan Denai Santuni Anak Yatim
Baksos Posmetro Medan, Wali Kota Rico Waas Tegaskan Pentingnya Kepedulian Sosial dan Perkenalkan PKH Medan Makmur
Lurah Kelurahan Besar Hadiri Undangan Nuzul Alqur’an 1447 H di Masjid Al-Muhajirin
komentar
beritaTerbaru