Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Pajak Diponegoro Kisaran, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Pajak Diponegoro Kisaran, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan– Kasus penemuan jasad wanita muda di dalam boks kontainer di Kota Medan mengungkap fakta mengejutkan. Korban diketahui bernama Rahmadani Siagian (20), yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh seorang pria berinisial SAN (19).
Peristiwa tragis ini bermula saat korban dan pelaku diketahui bertemu di sebuah penginapan di Medan. Namun, pertemuan tersebut berujung maut setelah terjadi konflik di antara keduanya.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu oleh penolakan korban terhadap permintaan pelaku yang mengarah pada perilaku seksual menyimpang.
Baca Juga:
"Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga terpengaruh konten pornografi yang tidak wajar, sehingga memiliki fantasi yang kemudian ingin ia praktikkan kepada korban," ujar Kapolrestabes.
Menurut hasil penyelidikan, pelaku diketahui kerap mengonsumsi konten pornografi menyimpang melalui media sosial. Kebiasaan tersebut diduga memengaruhi pola pikir dan perilakunya hingga mendorong tindakan agresif saat keinginannya tidak terpenuhi.
Baca Juga:
Polisi menyebut, pelaku diduga kehilangan kendali emosi setelah korban menolak permintaannya. Dalam kondisi tersebut, pelaku kemudian melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada kematian korban.
Setelah kejadian, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak dengan memasukkan jasad korban ke dalam boks kontainer sebelum akhirnya ditemukan warga.
Dalam Keadaan Sekarat Pelaku Sempat Lakukan Seks Menyimpang
Misteri pembunuhan sadis terhadap cewek muda yang jasadnya ditemukan di dalam boks plastik di kawasan Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Rahmadani Siagian (20), seorang perantau asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan.
Polisi mengungkap kasus tersebut merupakan rangkaian tiga tindak pidana sekaligus, yakni pembunuhan, kekerasan seksual, dan pencurian dengan kekerasan.
"Di TKP ini terjadi tiga jenis tindak pidana. Yang pertama pembunuhan, kedua pencurian dengan kekerasan, dan yang ketiga kekerasan seksual," kata Calvijn, saat memaparkan ungkapan kasus tersebut di Gedung Rupatama Mapolrestabes Medan, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, pada 9 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka SAN (23) berkomunikasi dengan korban untuk bertemu.
Setelah korban dan pelaku berkenalan melalui aplikasi MiChat dan sepakat untuk bertemu dengan tarif kencan sebesar Rp450 ribu.
"Keduanya berkenalan dari sebuah apliksi. Nah, dari situ keduanya janjian ketemuan," kata Calvijn.
Keduanya kemudian bertemu di depan sebuah warung kopi yang berada tidak jauh dari tempat kos korban.
Setelah itu mereka berbuka puasa bersama di sebuah rumah makan, sebelum akhirnya menuju kamar C4 sebuah hotel OYO di Medan Denai.
Di kamar hotel, keduanya melanjutkan degan hubungan badan. Beberapa saat kemudian, tersangka SAN kembali mengajak untuk melakukan hubungan seks, namun kali ini hubungan seks yang menyimpang.
Saat itu korban menolak. Polisi menyebut, seluruh aktivitas masuknya tersangka dan korban ke kamar hotel tersebut terekam kamera pengawas (CCTV).
"Korban menolak ajakan tersebut. Karena sakit hati dan emosi, tersangka kemudian memiting dan melilit leher korban menggunakan selendang hingga korban tidak berdaya," jelas Calvijn.
Di bagian kepala korban juga terdapat luka memar yag diduga mendapatkan luka pukulan beda tumpul sehingga korban mengeluarkan darah dari hidung.
Setelah korban dalam kondisi kritis, tersangka justru melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap korban.
Usai memastikan korban tewas, pelaku SA dibantu rekannya SHR (22) untuk menghilangkan jejak. Keduanya memasukkan jasad korban ke dalam kotak dan membuangnya ke pinggiran sungai di kawasan Jalan Menteng, Medan.
"Peran SHR membantu mulai dari menjemput, memindahkan jasad, hingga ikut membuang dan menjual barang milik korban," jelasnya.
Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV hotel, dua unit ponsel, sepeda motor, pakaian, serta barang-barang milik korban termasuk perhiasan.
Hasil autopsi dari tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan mengungkapkan korban meninggal dunia akibat mati lemas karena pencekikan dan pembekapan. Selain itu, ditemukan sejumlah luka memar di tubuh korban serta tanda-tanda kekerasan berat.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) juncto Pasal 479 ayat (3) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.
Polisi menegaskan akan memproses kasus ini secara maksimal mengingat tingkat kekerasan yang dilakukan pelaku.
"Ini kejahatan serius dan kami pastikan penanganannya sampai tuntas," tegas Kapolrestabes.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenal, terutama melalui media sosial.
Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga masih terus mendalami kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu aksi keji tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan sekaligus pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap konsumsi konten digital, terutama yang berpotensi memicu perilaku menyimpang dan tindakan kriminal.(IG/BBS)
Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Pajak Diponegoro Kisaran, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti.
Peristiwa satu jam lalu
Kuburannya Digali OTK, Warga Temukan Mayat Tak Jauh Dari Kuburannya.
Peristiwa satu jam lalu
Nikah di CFD, Rico Waas Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Personel BatalyonA Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut dikerahkan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (K
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,TAPANULI TENGAH Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tapanuli Tengah berhasil mengungkap kasus tindak pidana penc
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, menyerukan doa dan harapan terbaik bagi seluruh romb
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDANSumatera Utara selama ini dikenal sebagai daerah agraris. Namun di balik kontribusi sektor pertanian yang mencapai sekitar 23
Peristiwa 3 jam lalu
Diperkuat Elkan Baggott, Ipswich Town Promosi ke EPL Musim Depan
Sport 5 jam lalu
Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk di Tol Tebing TinggiIndrapura, 2 Tewas
Peristiwa 5 jam lalu
POSMETRO MEDANKoperasi Danata yang bermarkas di Jalan Udara No. 5 Berastagi, Kabupaten Karo, terancam dilaporkan ke pihak berwajib oleh ahl
Bisnis 6 jam lalu