Rico Waas Tekankan Pelajar Gunakan Teknologi Yang Baik dan Tolak Judi Online
Posmetro Medan, Medan Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kapasitas diri dan meraih citacita, menjadi pesa
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Ancaman kesepian semakin nyata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan risiko di balik kesepian tidak hanya berdampak pada psikis dan potensi penyakit tertentu, tetapi juga bisa memperpendek usia harapan hidup.
Seseorang yang tak lagi memiliki kontak sosial, lingkungan dekat, serta merasa kerap terabaikan, bisa berakhir dalam keterpurukan serta rasa putus asa. Bahkan fatalnya memilih melukai diri dan mengakhiri hidup. Hal ini menjadi bukti kesepian bukan sekadar kondisi emosional.
Antara tahun 2014 dan 2019, kesepian dikaitkan dengan lebih dari 871.000 kematian per tahun, setara dengan 100 kematian per jam. Tren meninggal dalam kesepian juga belakangan mulai dilaporkan negara-negara maju Jepang hingga Korea Selatan.
Tren kesepian juga mengintai generasi muda. Bagaimana dengan Indonesia?
dr Albert Maramis SpKJ dari Perhimpunan Dokter Kesehatan Jiwa Indonesia menyebut tren kesepian belakangan memang kerap dilaporkan. Dari hasil konsultasi lima tahun terakhir, keluhan akan kesepian semakin banyak tercatat.
"Di awal-awal saya praktik nggak ada laporan demikian," tegasnya dalam webinar di Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2025).
"Sementara di 5 tahun terakhir banyak yang mengeluh kesepian, bisa saja mulai ada keterbukaan, tetapi mungkin juga bukan karena itu," lanjutnya.
Meski pemicu pasti kemunculan semakin banyak kasus kesepian belum bisa dipastikan, hal yang menurutnya bisa dipelajari adalah membekali anak-anak dengan 'self regulation'.
"Atau memenuhi kebutuhan diri sendiri, tanpa harus bergantung kepada orang lain," sorotnya sembari menekankan demi meminimalisir dampak.
Negara disebutnya perlu ikut berperan dalam mengawal kesejahteraan masyarakat untuk menghindari tren yang lebih dulu dilaporkan Jepang, yakni meninggal dalam kesepian. Mengingat, survei kesejahteraan atau kebahagiaan warga negara Indonesia, belum mencapai indikator terbaik.
Posmetro Medan, Medan Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kapasitas diri dan meraih citacita, menjadi pesa
Medan 5 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kapasitas diri dan meraih citacita, menjadi pesa
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Deli Serdang Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika di wila
Kriminal 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Birubiru Unit Reskrim Polsek Birubiru mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Dusun I, Desa Sidodad
Kriminal 8 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, ketersediaan hewan kurban khususnya sapi di Kabupaten Karo dipastikan dala
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali membuktikan eksistensinya seba
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Muhibuddin SH MH, merasakan kembali suasana lingkungan sekolah
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Muhibuddin SH MH, didampingi Asisten Perdata dan Tata Usaha Ne
Medan 11 jam lalu
Polsek Pangkalan Susu Bergerak Cepat Ungkap Kasus Pengeroyokan Yang Menewaskan Seorang Pemuda, Empat Pelaku Diamankan
Peristiwa 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Rumah Zakat menyalurkan bantuan dalam program Pemulihan dan Dukungan
Medan 12 jam lalu