Polresta Deli Serdang Grebek Sarang Narkoba Dan Tangkap Pelaku
POSMETRO MEDAN,Deliserdang Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang melaksanakan kegiatan Grebek Sarang Narkoba (GSN)
Kriminal 8 menit lalu
POSMETROMEDAN, Medan - Hubungan antara orangtua dan anak merupakan hubungan dua arah yang memerlukan saling pengertian. Oleh karena itu, dalam hubungan ini, komunikasi merupakan sebuah hal yang penting.
Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak remaja adalah kunci untuk membina hubungan yang sehat dan membangun pemahaman bersama. Namun, terkadang kesalahan dalam komunikasi dapat terjadi, bahkan tanpa disadari.
Permasalahan komunikasi ini lebih rentan terjadi pada saat anak sudah memasuki usia remaja. Dunia remaja kerap berbeda dari apa yang diketahui oleh orangtua. Orangtua juga kerap tidak siap dengan perubahan anak menjadi remaja dan memperlakukan anak masih seperti anak kecil terus.
Baca Juga:
Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sejumlah kesalahan umum yang sering dilakukan oleh orangtua saat berkomunikasi dengan anak remaja, serta cara menghindarinya.
1.Lebih Banyak Bicara Dibanding Mendengarkan
Baca Juga:
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orangtua adalah berbicara terlalu banyak tanpa memberikan kesempatan pada anak remaja untuk berbicara dan berbagi pikiran mereka.
Menurut penelitian, remaja ingin merasa didengar dan dipahami. Jika orangtua terlalu banyak bicara atau memberikan ceramah, remaja bisa merasa tidak dihargai dan akan sulit untuk membuka diri. Sebaliknya, berikan waktu bagi anak remaja untuk berbicara dan dengarkan dengan seksama. Ingatlah bahwa komunikasi adalah dua arah, dan mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara.
2. Meremehkan Perasaan Anak
Sering orangtua meremehkan perasaan anak remaja dengan menganggap masalah mereka sebagai hal yang sepele.
Meskipun bagi orangtua suatu masalah mungkin tampak kecil, bagi remaja, masalah ini bisa terasa sangat besar. Meremehkan perasaan mereka hanya akan membuat mereka merasa tidak dimengerti dan tidak penting. Sebaliknya, cobalah untuk memahami perasaan mereka dan memberikan dukungan. Bertanyalah tentang bagaimana perasaan mereka dan bantu menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi.
3.Terlalu Sering Menyalahkan Anak
Menyalahkan anak remaja atas masalah yang mereka hadapi hanya akan membuat mereka merasa defensif dan sulit untuk membuka diri.
Ketika anak remaja datang dengan masalah, mereka memerlukan dukungan dan pemahaman, bukan kritik atau disalahkan. Cobalah untuk mendengarkan tanpa menghakimi dan tanyakan pendapat mereka tentang solusi yang mungkin dapat diambil. Ini akan membantu mereka merasa lebih nyaman berbicara dengan Anda.
4.Gaya Bahasa yang Tidak Tepat
Cara kita berbicara kepada anak remaja juga sangat penting untuk membantu mengatasi masalah komunikasi yang mungkin terjadi.
Menggunakan nada atau bahasa yang tidak hormat, seperti mengangkat suara atau merendahkan, hanya akan membuat mereka merasa diabaikan dan tidak dihargai. Komunikasi yang efektif harus dilakukan dengan penuh hormat, bahkan jika kita tidak setuju dengan pendapat mereka. Cobalah untuk tetap tenang dan berbicara dengan bahasa yang sopan dan menghormati.
5.Tidak Menghargai Ide-ide Remaja
Anak remaja sering memiliki ide-ide besar yang mungkin terdengar tidak realistis bagi kita sebagai orangtua. Namun, alih-alih meremehkan ide-ide mereka, cobalah untuk merespons dengan rasa ingin tahu.
Bertanyalah tentang mengapa mereka menyukai ide tersebut dan bagaimana mereka berencana untuk melakukannya. Dukungan Anda dan pertanyaan yang bijaksana dapat membantu mereka memahami apakah ide tersebut layak atau tidak. Jika memungkinkan orangtua perlu terus mengawal anak agar ide ini bisa terlaksana dan berkembang.
6.Terlalu Keras dalam Menilai dan Kritik
Menilai dan mengkritik anak remaja secara berlebihan hanya akan membuat mereka merasa tidak percaya diri dan tidak berharga.
Ingatlah bahwa remaja sedang dalam proses pembelajaran dan pertumbuhan. Sebagai orangtua, perannya adalah memberikan dukungan dan bimbingan, bukan mengkritik dengan keras. Cobalah untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan memberikan dorongan positif bagi perkembangan mereka.(fem/red)
POSMETRO MEDAN,Deliserdang Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang melaksanakan kegiatan Grebek Sarang Narkoba (GSN)
Kriminal 8 menit lalu
Rabu 20 Mei 2026, seluruh kota Medan diprediksi bakalan diguyur hujan ringan.
Medan 27 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Labuhanbatu Selatan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu Selatan berhasil mengungkap kasus dugaan pe
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Labuhanbatu Utara Polda Sumut melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap kasus
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Polda Sumut bersama jajaran terus menggencarkan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dalam kurun
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Aparat gabungan bergerak cepat membubarkan aksi tawuran yang terjadi di kawasan Jalan TM Pahlawan, Lorong Papan, Ke
Kriminal satu jam lalu
The Gunners resmi menasbihkan diri sebagai kampiun Premier League setelah menanti selama lebih dari dua dekade.
Sport 2 jam lalu
Sabu Hampir 1 Ons Gagal Edar, Satres Narkoba Polres Labusel Gulung Dua Kurir, Kejar Bandar Besar Rantauprapat.
Sumut 2 jam lalu
22 Tahun Menanti, Arsenal Juara Liga Inggris, Arteta Borong Rekor.
Sport 2 jam lalu
Guntur Sugoro (41), satpam dapur MBG di Kota Medan, jadi korban percobaan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Peristiwa 3 jam lalu