Jumat, 15 Mei 2026

Viral! Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat

Faliruddin Lubis - Jumat, 15 Mei 2026 18:28 WIB
Viral! Ibu di Labusel Curhat Pilu Anaknya Meninggal Dunia, Diduga Diabaikan Oknum Perawat
IST
Screenshot Akun Facebook Nadryatul Basiroh Siregar

POSMETRO MEDAN, Labusel – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan pilu seorang ibu yang menceritakan pengalaman buruknya terkait pelayanan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut.

Unggahan tersebut viral setelah sang anak, yang masih bayi, dinyatakan meninggal dunia usai dirujuk ke Rantau Prapat akibat kondisi yang memburuk.

Dalam postingan yang diunggah oleh akun Facebook Nadryatul Basiroh Siregar, ia meluapkan kekecewaannya terhadap sikap oknum tenaga medis yang dianggap tidak profesional dan kurang empati saat menangani anaknya yang sedang sakit keras.

Baca Juga:

Peristiwa bermula pada Kamis (07/05/2026), saat korban membawa anaknya yang menderita sakit muntah dan mencret (muntaber) ke salah satu rumah sakit di Labusel. Namun, sesampainya di sana, ia mengaku tidak mendapatkan penanganan yang cepat.

"Anakku sudah kesakitan nangis-nangis, baru lah datang satu dokter perempuan hanya periksa perutnya saja, setelah itu ditinggal lagi," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Baca Juga:

Kekecewaan memuncak saat perawat yang bertugas memasang infus diduga menunjukkan sikap tidak sopan dan lebih mementingkan bermain ponsel daripada menangani pasien.

Sang ibu juga menyebutkan bahwa infus yang terpasang pada anaknya tidak berjalan selama dua jam, namun pihak RS hanya menganggapi hal tersebut sebagai hal biasa.

Merasa tidak mendapatkan penanganan yang layak, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa anak tersebut keluar dari rumah sakit tersebut meski harus membayar biaya pengobatan sebesar Rp1,5 juta, untuk perawatan singkat selama dua jam.

Keluarga langsung melarikan pasien ke RS di Rantau Prapat. Namun sayangnya, kondisi sang anak sudah sangat kritis.

"Alhamdulillah sampai di sana (Rantau Prapat) anakku langsung dipegang oleh 3 dokter dan 2 perawat, tapi Allah sudah berkehendak lain. Anakku sudah terlambat dibawake dan meninggal dunia," tulisnya dengan nada penuh duka.

Tags
beritaTerkait
Buron Setahun, Terpidana Korupsi Kredit KUR BRI Ditangkap Tim Kejari Medan di Pontianak
Rumah Zakat  Salurkan Kado Lebaran Yatim untuk 15 Siswa SMP Al Washliyah 8 Medan
Bos Dan 3 Anak Buah Sindikat Prostitusi Anak Lewat MiChat Ditangkap
Dinas P3APMP2KB Medan Perkuat Ketahanan Keluarga, Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Asah Kreativitas dan Karakter Anak, Ketua TP PKK Kota Medan Dukung Lomba Seni MPK
Dugaan Korupsi di Disdik Labuhanbatu Dilaporkan ke Kejati Sumut, Dari Pungli Kepsek Hingga Proyek Toilet
komentar
beritaTerbaru