Sabtu, 13 Juni 2026

Di Hadapan Pasis Sesko TNI, Gubernur Bobby Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust

Salamuddin Tandang - Rabu, 10 Juni 2026 16:30 WIB
Di Hadapan Pasis Sesko TNI, Gubernur Bobby Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust
Ist
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution didaulat berikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026.

POSMETRO MEDAN,MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan pentingnya mitigasi ancaman Megathrust sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, bencana Megathrust tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial, hingga keamanan.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor GubernurSumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (9/6/2026).

Bobby menjelaskan, zona Megathrust merupakan kawasan pertemuan antara dua lempeng tektonik, yaitu lempeng samudera dan lempeng benua. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan proses subduksi yang berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

Baca Juga:

Megathrust, lanjut Bobby, memiliki karakteristik berupa magnitudo sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi memicu tsunami besar. "Gempa Megathrust yang pernah terjadi di Aceh tahun 2004 yang memicu terjadinya Tsunami di Samudera Hindia," ujar Bobby.

Menurut Bobby, salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust adalah kawasan Mentawai dan pesisir pantai barat Sumatera. Karena itu, ia mengingatkan agar berbagai peringatan dan informasi terkait potensi bencana tidak diabaikan oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Baca Juga:

Untuk memitigasi ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menerapkan pendekatan struktural, nonstruktural, sosial budaya, serta penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian. Mitigasi tersebut juga mengedepankan kearifan lokal yang berbasis pada nilai-nilai kebhinekaan Nusantara.

Selain itu, Pemprov Sumut terus melakukan berbagai upaya, antara lain penguatan kebijakan dan tata kelola, pembangunan infrastruktur yang aman terhadap bencana, peningkatan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat, penguatan kolaborasi dan kemitraan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Bobby juga mencontohkan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana tersebut dapat ditangani berkat kolaborasi seluruh pihak terkait.

Ia menyebutkan jumlah masyarakat terdampak mencapai 1.803.715 jiwa, dengan 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

Sebagai bentuk komitmen percepatan pemulihan pascabencana, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan fiskal melalui Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2026-2028 sebesar Rp23,33 triliun. Selain itu, terdapat tambahan TKD tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun.

Tags
beritaTerkait
Brimob Polda Sumut dan Warga Bersatu Bersihkan Sungai dalam Gerakan Indonesia Asri
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Monitoring Produksi Bawang Putih di Samosir
Badko HMI Sumut Bongkar Bau Busuk dan Nepotisme di PT Industri Nabati Lestari, PTPN Harus Bersih-Bersih
Piala Dunia 2026 Bergulir, Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final
Bobby Nasution Soroti Minyak Goreng Langka di Daerah Penghasil Sawit
Bobby Nasution Desak Pemkab/Pemko Tuntaskan Perkada dan Tender, Penyaluran DBH Masih Tertahan
komentar
beritaTerbaru